Tampilkan postingan dengan label @K06-Febriansyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @K06-Febriansyah. Tampilkan semua postingan

Mei 30, 2018

Menerapkan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Operasi agar Sukses dalam Berbisnis


Menerapkan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Operasi agar Sukses dalam Berbisnis



Abstract:
Menjelaskan kepada pembaca tentang fungsi dari Manajemen Sumber Daya Manusi dan fungsi Manajemen Operasi agar sukses dalam menjalankan bisnis



Pendahuluan :
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebuah ilmu atau cara untuk mengatur bagaimana hubungan serta perananan tenaga kerja (sumber daya / obyek utama) secara efektif dan efisien sehingga dapat dimaksimalkan untuk mencapai tujuan bersama, baik perusahaan, karyawan maupun masyarakat



Pembahasan :


Manajemen Sumber Daya Manusia

Secara umum manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi yang sama dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasia, kepempimpinan - pengarahan dan pengendalian. Sumber daya manusia merupakan potensi atau asset dan berfungsi sebagai modal bersifat non material di dalam suatu organisasi bisnis yang dapat di wujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.
Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari :


1. Staffing (Mengatur Keanggotaan)
Fungsi fungsi manajemen sumber daya manusia adalah staffing atau mengatur keanggotaan. Dalam fungsi ini ada tiga kegiatan penting yang termasuk yaitu perencanaan, penarikan, juga proses seleksi.
Fungsi manajemen sumber daya manusia ini berperan penting untuk menentukan kualitas sumber daya manusia dalam perusahaan-perusahaan.
Agar mendapatkan pekerja yang sesuai kriteria, dapartemen sumber daya manusia biasanya melakukan serangkaian kegiatan seperti wawancara, tes keahlian, dan menyelidiki latar belakang orang tersebut.

2. Evaluasi

Manajemen sumber daya manusia mempunyai fungsi lain yaitu evaluasi. Evaluasi di sini termasuk dalam melakukan pelatihan juga penilaian. Dapartemen sumber daya manusia wajib bertanggung jawab akan pengadaan sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut.
Biasanya mereka yang akan memberi pelatihan terhadap para calon dan memastikan para calon mendapat evaluasi atau penilaian terhadap performance mereka dari seluruh bagian perusahaan atau pihak-pihak terkait.
Selain terhadap calon, dapartemen juga harus melatih para manajer untuk membuat standar kinerja yang dinilai baik dan membuat sebuah penilaian dengan akurat.

3. Penggantian dan Kepuasan

Masuk ke fungsi berikutnya yaitu penggantian atau kepuasan. Atau juga dapat kita ucap sebagai ‘reward’. Fungsi manajemen sumber daya manusia ini berurusan dengan penggatian akan kinerja yang telah dilakukan oleh para sumber daya manusia di mana berhubungan juga dengan kepuasan yang diterima perusahaan.
Dapartemen sumber daya manusia memiliki tugas untuk membuat perkembangan atas struktur gaji yang baik, sementara pihak manajer memiliki tugas berupa pemberian gaji tersebut. Kedua pihak yang meliputi manajemen sumber daya manusia ini harus melakukan koordinasi yang baik.
Mereka harus memastikan pemberian gaji beserta hal yang berkaitan meliputi gaji pokok, bonus, insentif, asuransi, jatah cuti, dan lainnya terhadap SDM sesuai dengan keputusan yang dibuat juga sesuai dengan hukum (peraturan standar seperti UMR).

4. Pelatihan dan Penasehat

Manajemen sumber daya manusia juga memiliki fungsi sebagai pelatih sekaligus penasehat. Pihak dapartemen bertanggung jawab untuk membantu pihak manajer dalam membuat program-program pelatihan baik untuk calon karyawan, karyawan baru, atau juga karyawan lama demi menghasilkan kinerja yang lebih berkualitas.
Selain melatih juga menjadi penaehat yang akan memberi masukan ke pada pihak manajer, serta mencarikan solusi bila terjadi kasus atau masalah selama proses pengembangan.

5. Membangun Relasi

Fungsi selanjutnya dalah membangun relasi. Manajemen sumber daya manusia berperan penting juga memiliki tugas untuk membangun relaasi seperti melakukan negosiasi dengan pihak perserikatan pekerja.
Dapartemen harus berperan aktif berupa mencari jalan persetujuan antara perusahaan dengan serikat pekerja, juga membantu untuk menghindari datangnya keluhan.
Di sini dapartemen juga harus berusaha agar tidak terjadi tindakan tidak sehat yang dapat dilakukan oleh para karyawan seperti mogok bekerja dan demonstrasi.
Pada dasarnya, kita dapat menyimpulkan fungsi yang satu ini adalah bahwa dapartemen sebagai menejemen sumber daya manusia merupakan ikatan anatara sumber daya manusia yaitu karyawan dengan pihak serikat sumber daya manusia atau serikat pekerja.

6. Menciptakan Kondisi Aman dan Sehat

Manajemen sumber daya manusia mempunya fungsi yang keenam yaitu sebagai pencipta kondisi yang aman dan sehat. Aman dan sehat maksudnya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan beresiko seperti kecelakaan yang dialami perkerja.
Dapartemen bertanggung jawab untuk melakukan pelatihan khusus seperti bagaimana keselamatan kerja, memperbaiki kondisi yang dapat membahayakan pekerja, dan membuat program kesehatan untuk pekerja. Selain itu wajib juga untuk selalu membuat laporan setiap terjadi kecelakaan kerja.

7. Mendalami Masalah

Terakhir, pihak dapartmen sebagai menejemen sumber daya manusia memiliki fungsi sebagai pencari solusi dari masalah-masalah yang terjadi atau personnel research.
Contoh masalah yang sering terjadi di antaranya para pekerja atau karyawan tidak hadir dan terlambat datang terlalu sering. Mereka harus mendalami masalah tersebut dan memikirkan apakah kebijakan yang selama ini ditetapkan sudah tepat atau kurang.
Yang dapat dilakukan tentu mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dan menganalisisnya.
Dari ulasan mengenai tujuh fungsi manajemen sumber daya manusia di atas, dapat kita simpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia berupa dapartemen khusus yang memang memiliki peran penting dalam merekrut pekerja dalam sebuah perusahaan.
Bukan hanya merekrut, tetapi juga bertanggung jawab atas segala macam hal yang berkaitan dengan pekerja juga membantu pihak manajer perusahaan untuk menghasilkan pekerjaan yang bekrualitas dan sesuai harapan dari para pekerja yang direkrut tersebut.
Kini hampir semua perusahaan besar selalu menggunakan jasa dapartemen sumber daya manusia.
Karena fungsi sumber daya manusia bagi perusahaan sangatlah besar dan tanpanya perusahaan tidak akan dapat berjalan.
Maka dari itu standarisasi dalam pemilihan pekerja yang dilakukan para dapartemen juga kian ditingkatkan untuk menaiki kualitas perusahaan. Begitu juga dengan aneka program pelatihan yang dibuat.

8. Pengintegrasian

Maksudnya dari integrasi di sini ialah menyatukan kepentingan perusahaan dengan kebutuhan karyawan. Kalau integrasinya bagus tentu kerjasama akan lebih menguntungkan lagi untuk kedua pihak.

9. Pemeliharaan

Karyawan merupakan sumber daya yang sangat penting, dalam pemeliharaan ini ditujukan untuk meningkatkan kondisi fisik, mental maupun loyalitas karyawan supaya kerjasama semakin terjaga.

10. Pemberhentian

Yang ini biasa disebut PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Seperti namany, untuk memutus atau mengakhiri kontrak atau hubungan kerja antar perusahaan dengan karyawan yang biasanya disebabkan oleh suatu hal yang menyebabkan hak dan kewajiban antar perusahaan dengan karyawan berakhir.
Semoga ulasan mengenai fungsi manajemen sumber daya manusia beserta ulasannya ini bermanfaat dan menambah informasi buat kamu agar lebih mendalami dan memahami masalah dunia kerja.

Manajemen Operasi
Manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Sehingga manajemen operasi adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur kegiatan operasi secara efektif dan efisien.
Adapun tujuan manajemen operasional yang diantaranya yaitu:
  • Efficiency “meningkatkan efisiensi”, untuk meningkatkan efisiensi dalam perusahaan
  • Productivity “meningkatkan efektivitas”, untuk meningkatkan efektivitas dalam perusahaan
  • Economy “mengurangi biaya”, untuk mengurangi biaya dalam kegiatan perusahaan.
  • Quality “meningkatkan kualitas”, untuk meningkatkan kualitas didalam perusahaan.
  • Reduced processing time “mengurangi waktu proses produksi”, untuk mengurangi waktu proses produksi didalam sebuah perusahaan.


Kesimpulan
Secara umum manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi yang sama dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasia, kepempimpinan - pengarahan dan pengendalian. Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari Staffing (Mengatur Keanggotaan), Evaluasi, Penggantian dan Kepuasan, Pelatihan dan Penasehat, Membangun Relasi, Menciptakan Kondisi Aman dan Sehat, Mendalami Masalah, Pengintegrasian, Pemeliharaan, Pemberhentian.



Contoh Kasus
Jumlah karyawan yang bekerja di PT Unilever Indonesia secara keseluruhan pada tanggal 31 Desember 2013 mencapai 6.719 karyawan. Hal ini naik dari tahun 2012 yang berjumlah 6.447 karyawan. Hal ini tentu saja bukan jumlah yang sedikit dalam ukuran sebuah perusahaan. Jumlah karyawan yang banyak ini tentu saja membutuhkan perhatian ekstra dari perusahaan Unilever tersebut dalam mengembangkan dan melatih para SDMnya.
Di Unilever, kesempatan untuk memperoleh posisi yang lebih baik dengan gaji yang lebih baik akan sangat tergantung pada performa kerja masing-masing karyawan. Unilever memiliki sistem reward yang sangat fair. Ini bercermin dari sistem reward yang diberikan kepada orang-orang yang memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan. Sementara orang yang underperformed (low-performer) akan memperoleh reward yang juga rendah. Sistem ini membuat setiap manajer di Unilever berusaha memberikan performa terbaiknya untuk mencapai target perusahaan.
Proses performance management di Unilever berawal dari rapat Senior Group Directors (SGD). Dalam rapat ini dibahas proyeksi kinerja selama setahun ke depan, ditambah key performance indicator (KPI)-nya. Hasilnya akan dibawa ke perusahaan masing-masing, yang selanjutnya diturunkan lagi ke kepala divisi, selanjutnya ke kepala dan terakhir ke manajer. Kepada para kepala divisi ini, kepala departemen dan manajer akan diberikan individual performance plan yang harus dicapai plus KPI-nya. Tak hanya diberi target, karyawan juga rutin diberi coaching dan konseling antara atasan dan bawahan. Setelah memasuki masa penilaian, karyawan bersangkutan bisa menyanggah hasil penilaian atasan jika dirasa tidak sesuai. Semua hal tersebut memiliki form yang lengkap dan tersusun rapi.
Rekrutmen merupakan perjalanan awal karier. Setelah calon pemimpin (Future Leaders) di Unilever ini direkrut, maka akan menjalani Unilever Development Program. Keberanian Unilever untuk menetapkan entry salary yang tinggi juga membuat Unilever dipilih dalam hal sistem remunerasi. Sistem remunerasi perusahaan ini juga dinilai sangat atraktif dan kompetitif, dan mampu memacu karyawan untuk maju dan berkembang.
Untuk pengembangan profesionalisme, Unilever memiliki learning programme yang komprehensif serta terus memupuk learning culture di perusahaan yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai hal di setiap kesempatan, baik melalui sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana karyawan dapat saling sharing pengetahuan, pengalaman, kisah sukses maupun kegagalan untuk pembelajaran rekan-rekannya. Untuk mendorong work-life balance, Unilever menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas gym, klub olahraga untuk karyawan, nursery room, daycare centremenjelang Lebaran, aktivitas rohani dan social, dan lain-lain.
Dengan mendorong karyawan untuk terus menerus mengembangkan diri serta mempertahankan work-life balance, perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM yang handal dan berkualitas, yang berperan utama dalam pengembangan bisnis. Setiap tahun manajemen Unilever Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis di Indonesia, yang disesuaikan dengan target yang ingin dicapai oleh Unilever secara global.


Daftar Pustaka
Modul 10 KWU 1 “Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Operasi dan Produksi”
Hariandja, Marihot Tua Efendi, (2005), Manajemen Sumber Daya Manusia : Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai, Cetakan ketiga, PT Grasindo, Jakarta
https://www.eduspensa.id/fungsi-manajemen-sumber-daya-manusia/
http://www.gurupendidikan.co.id/manajemen-operasional-pengertian-tujuan-ciri-fungsi-ruang-lingkup-contoh-bidang-yang-memerlukan/
https://fathimariaulfa.wordpress.com/2016/11/15/analisa-studi-kasus-manajemen-sumber-daya-manusia/

Mei 23, 2018

SUKSES DALAM ORGANISASI DENGAN PERAN MENEJEMEN FUNGSIONAL


SUKSES DALAM ORGANISASI DENGAN PERAN MENEJEMEN FUNGSIONAL




Abstract
mengetahui funfsi dari manajemen fungsional dan menerapkan terhadap organisasi agar menjasi organisasi yang suksek

Pendahuluan
Manajemen fungsional adalah untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi

Pembahasan

Manajemen fungsional dilihat dari pendekatan manajemen klasik terdiri dari dan merupakan fungsi – fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian dan pengendalian dan pengawasan.

Perencanaan

Perencanaan dapat diartikan sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkann rencana aktivitas kerja organisasi.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan

Perencanaan yang baik mempertimbangkan 
1.      Kondisi mendatang
2.      Kegiatan yang akan dilaksanakan
3.      Periode sekarang rencana dibuat
Aspek penting dalam perencanaan :
1.      Pembuatan keputusan
2.      Proses pengembangan dan
3.      Penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan masalah.


Pengorganisasian
pengorganisasian adalah langkah untuk merancang struktur formal, menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh oleh pemimpin kepada staf dalam rangka mencapai tuuan organisasi dalam efisiesi.
Istilah pengorganisasian dapat digunakan untuk hal-hal :
1.      Cara Manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya organisasi.
2.      Bagaimana organisasi mengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi dan penugasan seorang manajer.
3.      Hubungan-hubungan antara fungsi, jabatan, tuagas dan para karyawan.
4.      Cara para manajer membagi lebih lanjut tugas yang harus dilaksanakan dalam departemennya dan delegasi wewenang untuk mengerjakan tugas tersebut.
Tujuan pengorganisasian adalah tugas - tugas yang diberikan kepada anggota organisasi dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan diharapkan dengan tugas setiap anggota organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus dalam menangani tugas – tugas yang dibebankan.

Tujuannya adalah
  • ·         Membantu koordinasi
  • ·         Memperlancar pengawasan
  • ·         Maksinalisasi manfaat
  • ·         Penghematan biaya
  • ·         Meningkatkan kerukunan
a     Pelaksanaan – Pengarahan

Pada pengarahan terdapat konsep mempengaruhi orang lain, atau disebut dengan istilah influencing , kemampuan ini akan menentukan keberhasilan seorang manajer. Dalam proses pengarahan perlu melibatkan empat komponen, yaitu :
  1. Memimpin
  2. Memotivasi
  3. Mempertimbangkan kelompok – kelompok
  4. Berkomunikasi
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang penting dan langsung berhubungan dengan karyawan di dalam organisasi, Dalam pengarahan seorang atasa dapat memberikan pengarahan dalam tiga tahap, yaitu :
  • Memberikan motivasi, inspirasi, semangat atau dorongan kepada setiap karyawan untuk bekerja sesuai harapan untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Muninjaya, hal ini disebut dengan motivasi, motivasi merupakan proses seorang manajer merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran organisasi sebagai alat untuk  memuaskan keinginan pribadi . 
  • Pengarahan yang dilakukan dengan memberikanpetunjuk yang benar, jelas dan tegas. Menurut Muninjaya bahwa saran atau instruksi kepada sta dalam pelaksanaan tugas har diberikan dengan jelas agar setiap tugas dapat dilaksanakan dengan baik terarah kepada tujuan yang sudah ditetapkan
  • Menurut Herujito, bahwa berkomunikasi secara efektif
Pengendalian
Pengendalian merupakan fungsi manajemen yang menentukan proses manajemen dan keterampilan yang harus di miliki oleh seorang manajer.
Pengendalian merupakan proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan dan melakukan langkah koreksi terhadap penyimpangan yang berarti.


Fungsi dari fungsi pengendalian adalah :
  1. Untuk mencegah terjadinya  penyimpangan atau kesalahan dengan melakukan pengendalian secara rutin, ketegasan dan pengawasan dan dengan pemberian sanksi terhadap terjadinya penyimpangan.
  2. Memperbaikan setiap penyimpangan yang terjadi, dengan pengendalian dapat diusahakan cara – cara perbaikan, terutama terdapa penyimpangan yang sudah terjadi
  3. Dibuat organisasi dinamis, dengan pengendalian diharapkan dapat mencegah dan mengurangi tingkat penyimpangan yang terjadi dan dapat mencegah terjadi penyimpangan
  4. Mempertebal rasa tanggung jawab, harapannaya adalah setiap karyawan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan, dengan adanya system pengendalian.
Sistem pengendalian yang dapat dikatakan diandalkan dan efektif mempunyai karakteristik tertentu yang sifatnya relatif. Dan memilik ciri-ciri seperti berikut ini :
  1. Akurat.
  2. Tepat waktu
  3. Objektif dan komprehensif.
  4. Dipusatkan pada titik pengendalian strategis.
  5. Ekonomis.
  6. Realistis dari organisasi.
  7. Fleksibel.
  8. Perspektif dan operasional.
  9. Diterima oleh anggota organisasi.


Kesimpulan
manajemen fungsional memiliki fungsi-fungsi manajemen, yaitu perancangan pengorganisasian, pengimplementasian dan pengendalian, dan pengawasan. Perencanaa dapat dapat diartikan sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. sedangkan pengorganisasian adalah langkah untuk merancang struktur formal, menetapkan, menggolongkan, dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pemimpin kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi

Daftar Pustaka
Modul BAB 10 kewirausahaan 1
Hanafi, Mamduh M. (2003), Manajemen, Edisi Revisi, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Robbins, S. and Coulter, M. (2002), Management, 7th Ed., Prentice Hall, Inc. Upper Sadle River, New Jersey.
 https://raranatasha.wordpress.com/2013/01/09/manajemen-fungsional/ 

Mei 16, 2018

Pentingnya Manajemen dalam Berbisnis

Pentingnya Manajemen dalam Berbisnis


Abstract :
menjelaskan bagaimana pentingnya manajemen dalam berbisnis dan juga menjelaskan fungsi adanya manajemen
Pendahuluan :
Dalam berbisnis sangat perlu dibutuhkan suatu manajemen untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan suatu bisnis tersebut. Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team.

Pembahasan
Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi.

komponen-komponen bisnis :
  • Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.
  • Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk
  • Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat
  • Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis
  • Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.


Mengapa Manajemen dibutuhkan?

  1. Untuk mencapai tujuan
  2. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
  3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas
Menurut James A. F. Stoner,mengatakan proses kegiatan-kegiatan dari manajemen yaitu :
  1. .      Perencanaan
    Para manajer memikirkan kegiatan-kegiatan mereka sebelum dilaksanakan, kegiatan mereka didasarkan pada metode, rencana atau pikiran logis dari pada praduga atau firasat. 
  2. Pengorganisasian Proses pengaturan dan pengalokasian kerja, wewenang dan sumber daya di kalangan anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien.
  3. Pemimpinan Mencakup hal mengarahkan (directing), hal mempengaruhi (influencing), memotivasi (motivating) karyawan untuk menjalankan tugas-tugas pokok.
  4. Pengendalian Para manajer memastikan bahwa organisasi bergerak menuju sasarannya, jika beberapa bagian organisasi ada pada jalur yang salah maka menejr harus membetulkan
Fungsi Manajemen
Menurut Nickel, Mc Hugh and Mc Hugh tahun 1997 fungsi – fungsi manajemen terdiri dari empat elemen fungsi, yaitu : Perencanaan, Pengoganisasian, Pengimplemtasian, Pengendalian dan pengawasan.

Fungsi perencanaan
·         Menetapkan tujuan dan target bisnis
·         Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis
·         Menentukan sumber – sumber daya yang di perlukan
·         Menetapkan standar atau indicator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
2.      Fungsi pengorganisasian
·         Mengaaan umber daya, mermuskan dan menetapkan tugas dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
·         Menetapkan struktur organisasi yang menunjukan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
·         Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengenbangan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
3.      Fungsi pengimplementasian
·         Mengimplementasikan proses kepemimpinan , pembimbingan dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.
·         Memberikan tugas dan penjelasan mengenai pekerjaan
·         Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
4.      Fungsi pengawasan
·         Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indicator yang telah di tetapkan.
·         Mengambil langkah klasifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
·         Melakukan berbagai alternative solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Kesimpulan 
Dalam berbisnis, perlu adanya manajemen yang bertujuan untuk menjadi bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.dan sangat dibutuhkan perusahaan agar perusahaan tersebut mempunyai tujuan,Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

Contoh Kasus :

PT. UNILEVER TBK

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta inidisetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn.Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk
 Strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain
1. KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH
2. DIFERENSIASI PRODUK
3. BERFOKUS PADA PELUANG
4. MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK
Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT.Unilever yaitu:
1.Periklanan
2.Promosi Penjualan
3.Hubungan Masyarakat dan Publisitas
4.Penjualan Secara Pribadi


Daftar Pustaka

Modul KWH 1 bab 9

https://sugengfarmarindo.wordpress.com/category/artikel-manajemen-bisnis/

http://rocketmanajemen.com/pengertian-manajemen/

https://ristiyantihp25.wordpress.com/2015/10/26/4-fungsi-utama-dalam-manajemen-poac/