Tampilkan postingan dengan label @AF06-HANDRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @AF06-HANDRI. Tampilkan semua postingan

Februari 23, 2024

ANALISA KEY RESOURCE (BUSINESS MODEL CANVAS) PADA BISNIS ONLINE SUMMER SHOES CARE

 

ANALISA KEY RESOURCE (BUSINESS MODEL CANVAS) PADA BISNIS ONLINE SUMMER SHOES CARE

Abstrak

Dewasa ini Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) sangat diminati oleh para pengusaha karena kemudahan bisnis secara online. UMKM menjadi salah satu agen perubahan bagi perkenomonian di Indonesia. Kelemahan yang sering dialami yaitu mengenai modal, organisasi, manajemen, operasional serta teknis di lapangan, teknologi, perizinan serta hal lain yang menghambat jalanya bisnis. Oleh karena itu perlu adanya strategi yang harus dilakukan agar dapat terus berkembang dengan kreativitas serta inovasi baru. Strategi yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat analisa menggunakan Business Model Canvas untuk mengetahui permasalahan yang terjadi. Key Resource merupakan salah satu item yang perlu untuk dianalisa karena merupakan sumber daya utama dalam menjalankan bisnis.

Keyword: Business Model Canvas, Key Resource, Sumber Daya

Pendahuluan

Bisnis menurut Brown dan Petrello dalam Ilyas (2008) merupakan suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sedangkan Bisnis Online secara sederhana yaitu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online dangan teknologi internet, dimana penjual dan pembeli tidak harus bertemu untuk melakukan transaksi. Bisnis Online saat ini menjadi bisnis yang sangat menjanjikan, dengen segmentasi pasar yang sangat luas dapat dijangkau dimana saja membuat bisnis ini dangat diminati oleh banyak pengusaha maupun customer. Belanja online menjadi sebuah trend baru yang memberikan pengalaman kepada customer untuk berbelanja melalui internet. Summer Shoes Care merupakan salah satu UMKM yang melakukan bisnisnya secara online melalui beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, dan Lazada. Dalam menjalankan bisnisnya tentu saja tidak terlepas dari permasalahan yang terjadi, khususnya untuk sumber daya utama dalam bisnis. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membuat analisa menggunakan strategi Business Model Canvas (BMC). Metode BMC merupakan alat yang dapat digunakan untuk membangun kegiatan bisnis dan model bisnis agar memperoleh strategi yang efektif dan efisien. Sumber daya merupakan salah satu bagian penting dalam bisnis yang harus diperhatikan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Pembahasan

Business Model Canvas merupakan kerangka kerja sederhana untuk membuat, mengevaluasi, dan memodifikasi model bisnis (Alexander & Yves, 2012). Business Model Canvas (BMC) menggambarkan model bisnis dari sebuah organisasi atau perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai-nilai untuk membentuk strategi baru melalui sembilan elemen penting (Osterwalder dan Pigneur, 2012). Selain itu BMC dapat juga digunakan perusahaan untuk merumuskan inovasi baru yang belum pernah dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis.

Sembilan komponen atau elemen dalam Business Model Canvas antara lain:

1.     Customer Segment (Segmentasi Konsumen)

2.     Value Preposition (Nilai Unggul)

3.     Channels (Saluran)

4.     Customer Relationship (Hubungan Customer)

5.     Revenue Stream (Sumber Pendapatan)

6.     Key Resource (Sumber Daya Utama)

7.     Key Partnership (Mitra Kerja)

8.     Key Activities (Aktivitas Utama Bisnis)

9.     Cost Structure (Biaya-Biaya Bisnis)

Pada artikel ini kita akan fokus pada komponen nomor enam, yaitu Key Resource atau Sumber Daya Utama. Key Resource merupakan sumber daya yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan bisnis yang membantu pengusaha dalam menawarkan nilai unggul bisnis, menjangkau pasar, membangun hubungan dengan segmen pasar serta mendapatkan pendapatan. Sumber daya ini dapat berbentuk fisik (seperti aset teknologi, mesin, peralatan), finansial, intelektual, dan manusia. Summer Shoes Care dalam menjalankan bisnisnya tentu saja membutuhkan sumber daya yang disebutkan. Berikut merupakan beberapa Key Resource pada bisnis Summer Shoes Care:

1.     Sumber Daya Manusia atau Karyawan

Summer Shoes Care memiliki 20 karyawan yang mendukung dalam kegiatannya berbisnis, dengan pengelolaan sumber daya manusia yang baik dan kualitas sumber daya manusia yang baik maka akan mendukung kegiatan bisnis menjadi lancar

2.     Alat-alat dan Mesin

Summer Shoes Care memiliki beberapa produk yang merupakan produk hasil produksi sendiri. Tentu saja dalam prosesnya membutuhkan alat-alat pendukung serta mesin dalam melakukan proses produksi.

3.     Tekhnologi

Summer Shoes Care dalam menjalankan bisnisnya tidak terlepas dari teknologi computer dan internet karena bisnis dijalankan secara online dengan media computer dan internet, selain itu untuk mendukung beberapa kegiatan bisnis serta mengelola data yang dimiliki juga membutuhkan bantuan teknologi.

4.     Intelektual/Merek

Summer Shoes Care mendaftarkan brand atau merek yang dimiliki ke dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar tidak diakui milik orang lain.

Kesimpulan dan Saran

Business Model Canvas merupakan tools atau alat untuk menyusun strategi bisnis ke dalam bentuk visual yang sederhana dengan sembilan elemen penting, salah satunya Key Resource. Key Resource merupakan sumber daya yang dibutuhkan dalam sebuah bisnis, seperti sumber daya manusia, alat-alat atau mesin yang digunakan, serta teknologi pendukung. Dengan melakukan identifikasi dari masing-masing elemen BMC kita dapat menentukan strategi yang terbaik untuk bisnis.

Daftar Pustaka

Alexander. O., & Yves. P. (2012). Business Model Generation. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Ilyas, R. (2018). Manajemen Permodalan Bank Syariah. BISNIS : Jurnal Bisnis Dan Manajemen Islam, 5(2), 323. https://doi.org/10.21043/bisnis.v5i2.3017

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation. New Jersey: John Wiley & Sons. Pah, A., & Richter, A. (2007). SWOT Analysis – Idea, Methodology and a Practical Approach. Norderstedt: GRIN Verlag.

 

Februari 22, 2024

STRATEGI PEMASARAN PRODUK BARU PADA BISNIS ONLINE SUMMER BRAND OFFICIAL




Abstrak

Bisnis agar dapat berkembang perlu melakukan strategi-strategi serta inovasi baru, salah satunya yaitu pengembangan produk baru. Melihat dari bisnis yang berjalan dapat diketahui apa saja produk yang dibutuhkan customer. Sebagai seorang pengusaha harus berinovasi agar customer tetap setia pada brand kita. Setelah melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk baru maka tantangan selanjutnya yaitu bagaimana cara pemasaran agar produk baru tersebut. Perlu adanya strategi pemasaran yang efektif agar produk baru yang dimiliki dapat terjual dan diterima serta dikenal oleh customer

Kata Kunci: Produk Inovatif, Pemasaran Produk Baru, Strategi Pemasaran

Pendahuluan

Seorang pengusaha dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berfokus pada produk yang sudah ada saja. Tetapi harus dapat menciptakan inovasi baru agar dapat tetap bersaing dengan kompetitor, karena saat ini persaingan bisnis sangat ketat khususnya pada bisnis online. Yang termasuk menciptakan produk baru menurut Chandra Trisna (2015) oleh Dr.  Amue, G.J.  dan Kenneth C.  Adiele yaitu tidak hanya menciptakan produk baru saja, tetapi menyempurnakan produk yang sudah ada, memodifikasi produk yang sudah ada dan menciptakan merek baru juga termasuk dalam menciptakan produk baru. Sedangkan pemasaran merupakan seperangkat maksud dan tujuan, kebijakan, dan aturan yang diarahkan pada kegiatan pemasaran perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan kondisi saingan yang terus berubah (Agusrinal, 2014). Menciptakan produk baru dan melakukan pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling berhubungan. Oleh karena itu pengusaha harus mempersiapkan strategi keduanya.

Pembahasan

Menurut Moh. Idril Gufron, Pengembangan produk yaitu suatu aktivitas atau kegiatan yang dijalankan dalam menghadapi yang memiliki kemungkinan akan merubah sebuah produk ke arah yang lebih baik agar bisa memberikan manfaat maupun kepuasan yang lebih tinggi bagi para customer, karena produksi merupakan suatu hal yang primer dalam kehidupan (Moh Idril Gufron, 2015). Pengertian pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain (Kotler, 1995).

Terdapat tiga strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk baru ke pasar menurut Schroeder (2000) antara lain:

1.       Tarikan Pasar: Pasar merupakan dasar untuk menentukan produk yang harus dibuat oleh produsen

2.       Dorongan Teknologi: Teknologi merupakan penentu utama produk yang harus dibuat perusahaan dan sedikit memperhatikan pasar

3.       Pandangan Interfungsional: Penggabungan dua pandangan sebelumnya, yaitu bahwa suatu produk hendaknya tidak hanya menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, tetapi juga manfaat teknis yang diperoleh.

Kumpulan alat bantu marketing yang sering digunakan perusahaan dalam mencapai tujuan pemasarannya ke dalam sasaran pasar yang sudah ditetapkan dikenal dengan istilah bauran pemasaran. Terdapat empat unsur atau variable dalam bauran pemasaran yang seringn disebut Four P’s antara lain:

Produk (Product): Apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan

Harga (Price): Sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen karena menginginkan produk

Tempat (Place): Rantai distribusi dalam pemasaran dimana konsumen mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan

Promosi (Promotion): Berbagai macam cara untuk menarik konsumen baru, memuaskan pelanggan setia, meningkatkan omzet penjualan

Sebuah bisnis yang menawarkan produk ke pasar tidak dapat mencapai keseluruhan yang ada dalam pasar, setiap pembeli atau konsumen memiliki karakteristiknya masing-masing, baik dari segi kebutuhan, keinginan, selera, jumlah, dan yang lainnya. Oleh karena itu perlu adanya upaya agar target pasar yang dipilih sesuai dengan sasaran perusahaan. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menentukan Segmentasi (Segmentation), Sasaran (Targeting), dan Posisi (Positioning).

1.     Segmentasi Pasar:

Kotler dan Keller (2006, 231) membagi segmentasi pasar atas variabel-variabel yang utama, antara lain Geographic, Psychographic, Behavioral dan Loyalty Status.

2.     Sasaran Pasar:

Pola-pola yang dapat dipergunakan oleh suatu perusahaan ketika memasuki pasar antara lain:

•       Memusatkan perhatian pada satu segmen tunggal

•       Mengkhususkan pada beberapa segmen pilihan yang tidak berhubungan

•       Memusatkan pada sebuah produk

•       Memusatkan pada sebuah segmen pasar

•       Menjangkau keseluruhan pasar

3.     Posisi Pasar

Ketika pengusaha sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh customer maka pengusaha dapat menyelaraskan dengan kemampuannya sendiri dan menetapkan posisi produknya di pasar.

Indikator Strategi Pemasaran

a.      Promosi: Berapa persen biaya promosi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan, jangan sampai melebihi dari total laba yang dihasilkan dalam satu bulan atau satu tahun

b.     Kepuasan Pelanggan: Konsumen merasa puas dengan produk kita dan memberikan review atau kesan yang positif

c.      Peningkatan Produk: Produk yang dihasilkan perusahaan mengalami peningkatan sesuai dengan kebutuhan pasar

Contoh Strategi Pemasaran Produk Baru pada Summer Brand Official

Summer Shoes Care dalam merupakan salah satu brand dengan produk perawatan sepatu, yang memiliki berbagai macam produk. Dalam menjalankan bisnisnya tentu saja tidak terlepas dari pengembangan produk inovatif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para customernya. Summer Shoes Care melihat bauran pemasaran dalam bisnisnya serta menentukan segmentasi, sasaran serta posisinya di pasar. Melakukan pengembangan produk sesuai dengan keinginan para customernya serta bagaimana behavior dari para customer yang sudah ada, sehingga terlihat peluang baru untuk melakukan inovasi. Ketika memiliki produk baru langkah selanjutnya yaitu melakukan pemasaran, yang dilakukan dengan berbagai strategi promosi. Upaya promosi yang dilakukan yaitu dengan memberikan harga diskon, harga bundling serta harga paketan yang lebih murah dibandingkan dengan harga satuan.


Kesimpulan

Pengembangan inovasi produk baru tidak terlepas dari strategi pemasaran yang dilakukan setelahnya. Pengusaha harus mempersiapkan strategi pemasaran yang akan digunakan untuk menjual produknya. Bauran pemasaran yang harus diperhatikan antara lain dari segi Produk, Harga, Tempat, serta Promosi. Dengan berbagai karakteristik konsumen di pasar maka juga harus memperhatikan bagaimana Segmentasi Pasar, Sasaran Pasar dan Posisi Pasar.

 

Daftar Pustaka

Agusrinal, Dewi Diniaty. 2014. “Perancangan Strategi Pemasaran Pada Produk Anyaman Pandan.” Jurnal Sains, Teknoligi dan Industri Vol. 11, N(2): 2.

Chandra Trisna, Stevanus. 2015. “Analisa Proses Dan Evaluasi Pengembangan Produk Baru.” Jurnal AGORA 3(1): 287–88.

Kotler, Philip. (1995). Dasar-dasar Pemasaran. Cetakan Pertama. Jakarta: CV Intermedia.

Moh Idril Gufron. (2015). Peningkatan Produksi Dalam Sistem Ekonomi Islam Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat. Dinar Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(1).

 

 

 

 

 

 

 

Februari 21, 2024

PERAN DIGITAL MARKETING DENGAN STRATEGI PAY PER CLICK (PPC) PADA ONLINE SHOP SUMMER BRAND OFFICIAL (Analisa Pengeluaran, Klik, dan Konversi)

 

PERAN DIGITAL MARKETING DENGAN STRATEGI PAY PER CLICK (PPC) PADA ONLINE SHOP SUMMER BRAND OFFICIAL (Analisa Pengeluaran, Klik, dan Konversi)

Abstrak

Digital Marketing merupakan salah satu dampak positif yang dihasilkan dari adanya perkembangan teknologi. Para pengusaha tidak perlu melakukan iklan yang mahal untuk menjangkau konsumennya. Summer Brand Official merupakan salah satu bisnis yang memanfaatkan peran digital marketing. Penjualan dapat meningkat dengan mengimplementasikan peran iklan di internet. Salah satu fitur yang digunakan yaitu Pay Per Click (PPC) melalui Shopee Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, dan Tiktok Ads. PPC merupakan fitur iklan dengan memberi komisi, program affiliasi yang akan membayar seseorang apabila mengklik iklan dari situs PPC.

Kata Kunci: Digital Marketing, Pay Per Click (PPC), Shopee Ads

Pendahuluan

Bisnis online tidak terlepas dari peran iklan. Adanya iklan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan serta dapat lebih dikenal oleh masyarakat dimanapun. Saat ini iklan tidak hanya dapat dilakukan secara konvensional, tetapi dapat dilakukan secara digital yang sering kita kenal dengan istilah Digital Marketing. Menurut Bala & Verma, Pemasaran digital atau Digital Marketing merupakan penggunaan teknologi untuk membantu kegiatan pemasaran dalam rangka meningkatkan pengetahuan pelanggan dengan menyesuaikan kebutuhan pelanggan (Bala & Verma, 2018). Salah satu strategi dari Digital Marketing yaitu Pay Per Click (PPC). Model PPC ini dianggap lebih efektif untuk mendatangkan traffic dibandingkan model pemasaran konvensional. Summer Brand Official merupakan salah satu bisnis yang memanfaatkan strategi pemasaran ini. Berdasarkan data setelah menerapkan model ini traffic toko mengalami peningkatan serta dapat menjangkau customer yang lebih luas.

Pembahasan

Pemasaran digital atau Digital Marketing adalah bentuk pemasaran langsung yang menghubungkan konsumen dengan perusahaan melalui teknologi elektronik (Kotler & Amstrong, 2009). Digital marketing merupakan metode pemasaran menggunakan internet seperti melalui website, sosial media, iklan pada website, dll. Pada umumnya terdapat beberapa strategi marketing yang sering digunakan, antara lain (Desai, 2019):

1.       Search Engine Optimization (SEO), mengoptimalkan situs web untuk "peringkat" yang lebih tinggi di halaman hasil mesin pencari dapat meningkatkan lalu lintas organik atau gratis (Situs Web, Blog, dan Grafik Info)

2.       Search Engine Marketing (SEM), mengarahkan lalu lintas ke bisnis dengan upaya berbayar. Model biasanya yaitu dengan Pay Per Click (PPC) atau Cost-Per-Thousand Impressions (CPM).

3.       Pemasaran Konten untuk menunjukkan pembuatan dan promosi aset konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran merek (awareness), pertumbuhan lalu lintas (traffic), generasi prospek, dan pelanggan.

4.       Pay-Per-Click (PPC) merupakan metode dalam mengarahkan lalu lintas ke situs web perusahaan dengan membayar penerbit setiap kali iklan diklik. Salah satu jenis PPC yang paling umum adalah Google Ads, yang memungkinkan perusahaan membayar slot teratas di halaman hasil mesin pencari Google dengan harga "per klik" dari tautan yang ditempatkan. Saluran lain di mana perusahaan dapat menggunakan PPC yang mencakup iklan berbayar yaitu Facebook Ads dan Youtube Ads. Biaya iklan yang ditagihkan kepada pemasar biasanya berdasarkan frekuensi pengunjung yang mengklik iklan tersebut (Gustaven, 2022).

5.       Pemasaran E-mail, perusahaan dapat menggunakan pemasaran email sebagai cara berkomunikasi dengan customer. Biasanya untuk mempromosikan konten, diskon, dan acara, serta mengarahkan orang ke situs web bisnis.

6.       Pemasaran media sosial digunakan untuk mempromosikan merek dan konten di saluran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek, mengarahkan lalu lintas, dan menghasilkan prospek untuk bisnis. Saluran yang dapat digunakan dalam pemasaran media sosial termasuk Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram, Snap chat, Pinterest, dan Google+.

 

Cara Kerja Pay Per Click (PPC):

1.       Mendaftar program PPC yang disediakan search engine (Google, Bing, Yahoo,dll) dan menempatkan uang dengan jumlah tertentu pada akun yang sudah didaftarkan tersebut.

2.       Membuat konten

3.       Menentukan “keywords” yang sesuai dengan konten iklan

4.       Menentukan jumlah uang yang bersedia dibayarkan pada penyedia jasa PPC setiap ada orang yang mengklik iklannya. Semakin besar nominal yang dibayarkan, semakin besar penyedia jasa PPC akan menempatkan konten iklan jika terjadi kesamaan “keywords” dengan pengiklan lain.

5.       Pencari menggunakan search engine yang menyediakan jasa PPC yang digunakan, lalu mengetikkan keywords tertentu.

6.       Search Engine akan mencocokkan keywords Ads yang dibuat dengan keywords yang orang lain ketikkan, lalu memunculkan iklan di hasil pencarian.

7.       Ketika pencari mengklik iklan, maka akan masuk ke dalam website. Setiap klik tersebut akan dikenakan biaya yang telah disepakati.

Hal yang perlu diperhatikan agar PPC dapat berjalan efektif:

a.      Memantau konversi untuk mengukur apakah biaya yang dikeluarkan untuk PPC sesuai hasil yang didapatkan.

b.     Menentukan biaya per klik dengan bijaksana dimana Biaya per Klik harus kurang dari Pemasukan dari PPC (Tingkat Konversi x Total Klik x Laba per Konversi)

c.      Menggunakan keywords yang spesifik

d.     Menulis atau membuat konten yang menarik

Penggunaan Strategi PPC di Summer Brand Official

Summer Brand Official merupakan salah satu bisnis yang saya jalani yang berfokus pada produk perawatan sepatu di beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop dan Lazada. Saat ini Summer Brand Official menerapkan digital marketing melalui Shopee Ads, Instagram Ads, Tiktok Ads, Facebook Ads dan dari marketplace yaitu Shopee Ads. Dalam menjalankan bisnisnya Summer Brand Official tidak terlepas dari penerapan iklan atau digital marketing. Seperti kita lihat di bawah ini ketika menggunakan keyword ‘Summer Brand Official’ maka akan diarahkan ke beberapa marketplace.

Analisa Pengeluaran, Klik dan Konversi pada Shopee Ads

Berdasarkan data Shopee Ads di atas dapat dilakukan analisa pengeluaran iklan yaitu 4,9 juta dengan penjualan sebesar 19,8 juta, dan jumlah klik yaitu 8700 dari 263.200 kali dilihat. Konversi yang terjadi yaitu sebanyak 633 pesanan dari tanggal 12 Februari hingga 18 Februari 2024. Dimana biaya yang dikeluarkan masih di bawah nilai penjualan.

Kesimpulan

Digital marketing merupakan dampak baik yang dihasilkan dari perkembangan teknologi. Salah satu strategi digital marketing yang dianggap efektif yaitu dengan model Pay Per Click (PPC). Metode pemasaran ini dianggap efektif dalam meningkatkan pendapatan perusahaan dan meningkatkan awarenesss bagi para pelanggan.

Daftar Pustaka

Bala, D. M., & Verma, D. (2018). A Critical Review of Digital Marketing. International Journal of Management, IT & Engineering, 8(10), 321–339. http://www.ijmra.us.

Desai, D. M. V. (2019). Digital Marketing A Review. International Journal of Trend in Scientific Research and Development (IJTSRD), 196–200.

Gustaven, A. (2022, Agustus 31). What are The 8 Hypes of Digital Marketing. Retrieved April 10, 2023, from Snhu.edu: https://www.snhu.edu/about-us/newsroom/business/types-of-digital-marketing.

Kotler, P., & Amstrong, G. (2009). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga.

 

 

 

 

 

 

Februari 11, 2024

Business Strategy

Strategi Bisnis 



Creative Thinking for Innovation

 


PERAN TEKNOLOGI TERHADAP KEMUDAHAN WIRAUSAHA DI ERA DIGITA

 

PERAN TEKNOLOGI TERHADAP KEMUDAHAN WIRAUSAHA DI ERA DIGITAL



Abstrak

Seiring dengan perkembangan teknologi memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis atau usaha di era digital. Termasuk di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan dapat terus berkembang dengan kondisi pasar yang luas. Adanya potensi yang ada menyebabkan banyak orang yang ingin memulai usaha. Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis tidak hanya bersaing dengan pengusaha lokal tetapi juga international yang tentu saja mereka memiliki sumber daya serta teknologi yang lebih canggih. Penggunaan teknologi yang canggih maka dapat meningkatkan efisiensi dalam bisnis, seperti proses produksi akan lebih cepat, sumber daya dapat optimal, memberikan pelayanan kepada pelanggan lebih cepat, serta memberikan kualitas produk yang baik. Sehingga dengan adanya teknologi maka pengusaha dapat mencapai tujuan bisnisnya.

 

Pendahuluan

Wirausaha merupakan seorang individu yang mendirikan, mengelola dan mengembangkan bisnisnya dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dan mendapatkan keuntungan dengan segala risiko yang ada. Sedangkan wirausaha digital yaitu fenomena yang muncul ketika terjadi perkembangan teknologi, dimana penjualan produk atau jasa dilakukan melalui jejaring elektronik dengan teknologi internet (Guthrie, 2014). Secara sederhana bahwa usaha yang berjalan tradisional kemudian didigitalisasikan baik dari segi komunikasi maupun distribusi. Dengan perkembangan teknologi tentu saja seorang wirausaha dituntut untuk dapat menciptakan produk yang inovatif, distribusi yang tepat dan cepat, tempat kerja yang memiliki akses internet, serta dapat mencapai peluang pangsa pasar yang luas. Oleh karena itu pengusaha harus dapat terus memperbaharui serta meningkatkan teknologi yang dimiliki agar dapat terus bertahan dan bersaing di pasar.

Pembahasan

Kewirausahaan memiliki peran yang penting dalam kondisi perekonomian negara agar menjadi lebih baik. Masyarakat yang memiliki sebuah usaha dapat membuka peluang kerja bagi orang lain. Seperti yang dibahas pada modul menurut Suprapto bahwa kewirausahaan memiliki empat manfaat sosial,  antara lain dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dapat menciptakan teknologi, inovasi jasa dan produk, serta meremajakan pasar.

Perkembangan Bisnis Digital berjalan sangat cepat, oleh karena itu pengusaha juga harus bisa mengikutinya agar tetap dapat berkembang. Potensi untuk mengembangkan usaha meningkat, dengan digitalisasi usaha dari usaha offline menjadi online yang dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan teknologi khususnya internet maka dapat memudahkan siapapun untuk memulai berwirausaha dengan menawarkan barang atau jasanya langsung kepada customer.

Menurut Suprapto, terdapat beberapa peranan teknologi dalam kewirausahaan, antara lain:

  1. Munculnya beberapa profesi baru yang belum ada sebelumnya, seperti Host Live Streaming, Content Creator, Marketplace Specialist, dll
  2. Munculnya beberapa perusahaan yang berbasis digital, seperti Gojek, Grab, Shopee
  3. Hadirnya Artificial Intelligence (AI) yang dianggap kecerdasan yang dibuat oleh manusia
  4. Banyaknya peluang usaha baru bagi individu yang ingin memulai wirausaha
  5.  Hadirnya internet dapat menjangkau pasar yang lebih luas
  6. Permintaan tenaga kerja IT mengalami peningkatan
  7. Standar baru untuk para pekerja dimana harus paham mengenai teknologi

Hingga tahun 2023, dengan perkembangan teknologi sukses memanfaatkannya di era digital hingga menjadi perusahaan unicorn, seperti GoTo, Bukalapak, Kopi Kenangan, J&T, Dana, dll (Nurul, 2023). Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan contoh mendapatkan keberhasilannya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi di era digital ini.

 

Kesimpulan dan Saran

Era modern ini wirausaha tidak dapat dipisahkan dengan teknologi. Penggunaan teknologi sangat mempengaruhi bagaimana kesuksesan dalam wirausaha. Penggunaan teknologi yang tepat dapat mengembangkan sebuah bisnis hingga mencapai kesuksesannya. Sehingga bisnis akan dapat terus bersaing dan dapat bertahan di era digital yang tentu saja kedepannya akan semakin berkembang.

Saran untuk para wirausaha harus melek teknologi, segera beralih dari bisnis konvensional atau tradisional menjadi bisnis yang berbasis teknologi agar dapat terus berkembang dan bertahan di pasar.

Daftar Pustaka

Guthrie, C. (2014), “The digital factory: a hands-on learning projectdigital entrepreneurship”, Journal of Entrepreneurship Education, Vol. 17 No. 1, pp. 115-133.

Nurul Aini. (2023), Pengembangan Kewirausahaan Digital di Indonesia, Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 14 No.2, 2023 – 243.

Suprapto. Entrepreneurship and Future of Tech, Modul Pembelajaran Kuliah, Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU Universitas Mercu Buana.

Zulkifli. Kesuksesan Wirausaha di Era Digital dari Perspektif Orientasi Kewirausahaan (Study Literature), Sanskara Ekonomi dan Kewirausahaan, Vol. 01, No. 02, Februari, pp. 81-96.

Februari 07, 2024

PASAR LOKAL DI ERA PASAR GLOBAL

 

PASAR LOKAL DI ERA PERSAINGAN GLOBAL

 

 


Abstrak

Globalisasi menjadi tantangan baru bagi para pengusaha dalam menerapkan strategi pemasaran. Perusahaan lokal dituntut untuk dapat bersaingan dengan perusahaan global kelas dunia yang memiliki modal serta produk berkualitas. Fenomena ini tidak bisa dihindari karena saat ini sangat mudah dalam mengakses dan menjangkau pasar global dengan adanya kemajuan teknologi. Tetapi sebagai pelaku bisnis yang berada di pasar lokal harus menjadikan hal tersebut sebagai tantangan tersendiri, meyakini bahwa sebagai pebisnis lokal dapat tetap bersaing dengan para pelaku bisnis global. 

Kata Kunci: Globalisasi, Pasar Lokal, Pasar Global

Pendahuluan

Globalisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian khususnya di Indonesia. Salah satu dampak dari globalisasi yaitu banyaknya pelaku bisnis global yang masuk ke pasar Indonesia. Dampak positifnya masing-masing pebisnis dapat memperkenalkan produk dari masing-masing daerahnya kepada pasar global. Menurut Budiarto dan Tjiptono, pasar global merupakan pemasaran yang menerima adanya kesamaan pasar dunia (bersifat geosentris) yang kompleks melalui integrasi aktivitas-aktivitas pemasaran domestik, luar negeri, maupun international yang menimbulkan sinergi dengan tetap mempertahankan tujuan strategis organisasi dan keunggulan bersaing sebagai kekuatan atas usaha-usaha pemasaran global. Kemajuan teknologi dan transportasi yang semakin canggih mendukung keberadaan pasar global, jarak dan waktu tidak menjadi masalah karena dapat teratasi dengan baik.

Pembahasan

Fenomena saat ini persaingan pasar lokal dan global sudah beralih dari perebutan pangsa pasar (market share) menuju perebutan pangsa peluang (opportunity share). Adanya globalisasi, perusahaan dituntut untuk dapat menerapkan strategi pemasaran global yang akan berdampak pada keunggulan dibandingkan pasar lokal.

Strategi memasuki pasar global dengan Ekspor dan Impor. Ekspor yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan cara penjualan barang dari dalam negeri lalu dikirimkan ke negara lain. Sedangkan Impor adalah pembelian barang atau jasa dari suati negara yang dikirim ke negara lain. Keduanya tersebut tentu saja memiliki aturan-aturan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh para pelaku bisnis.

Tujuan kegiatan Ekspor

a.      Membuka perdagangan di luar negeri

b.     Menambah harga jual yang tinggi

c.      Menambah pendapatan devisa

Tujuan kegiatan Impor:

a.      Kebutuhan masyarakat terpenuhi

b.     Kebutuhan barang produksi yang tidak ada dapat diperoleh dari luar negeri

c.      Kebutuhan barang dapat diperoleh dan dijangkau masyarakat

d.     Memberi manfaat bagi negara maupun msyarakat

Viswanathan dan Dickson (2006) mengungkapkan bahwa strategi pemasaran global meliputi dua pendekatan yaitu strategi pemasaran standar dan strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kondisi negara tempat bisnis perusahaan dipasarkan. Perusahaan multinasional yang memiliki pasar global akan lebih kompetitif apabila dapat menawarkan produk global yang standar secara fungsional, dapat diandalkan serta memiliki biaya yang rendah (Levit, 1983).

Biasanya pemilihan negara tujuan untuk melakukan pemasaran yaitu cara melakukan operasi, mengenai ketentuan ekspor, kesepakatan waralaba atau lisensi, membentuk usaha patungan serta melakukan investasi langsung di negara lain.

Berikut merupakan beberapa strategi untuk masuk ke pasar global (Budiarto dan Tjiptono, 1997)

  1. Tujuan perusahaan yang mencakup aspek volume bisnis yang diharapkan, lingkup geografis serta jangka waktu
  2. Ukuran atau volume penjualan dan aset perusahaan
  3. Lini produk dan sifat produk yang dihasilkan perusahaan
  4. Persaingan pasar luar negeri

Kesimpulan

Dewasa ini globalisasi menjadi tantangan tersediri untuk para pelaku bisnis. Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut para pelaku bisnis untuk terus melakukan inovasi serta pelayanan yang maksimal kepada pelanggan, bagaimana dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan. Banyak peluang pebisnis lokal yang dapat bersaing di pasar global. Meskipun terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi tetapi jika dapat berhasil maka memberikan dampak yang baik untuk pengusaha maupun negara.

Daftar Pustaka

Budiarto T. dan F. Tjiptono, Pemasaran Internasional, BPFE, Yogyakarta, 1997.

Levitt, T. (1983). The Globalization of Markets. Harvard Business Review, (May-June), pp. 92-102.

Suprapto & P. Lestari Soeryoowati. Pasar Lokal dan Global. Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU. http://pbael,mercubuana.ac.id/

Viswanathan, N.K. and Dickson, P.R. (2006). The Fundamental of Standardizing Global Marketing Strategies. International Marketing Review. Vol 24, No.1, pp. 46-63.