Tampilkan postingan dengan label @AA37-Anisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @AA37-Anisa. Tampilkan semua postingan

Juni 19, 2023

Elemen Pitch Deck KUIS 11

 Anisa Tri Yanuaty 


Pitch deck adalah presentasi yang digunakan oleh para wirausaha untuk meyakinkan investor tentang potensi bisnis mereka dan mendapatkan pendanaan. Presentasi ini berfokus pada menjelaskan visi, model bisnis, pertumbuhan, dan rencana bisnis masa depan perusahaan. Berikut ini adalah pembahasan rinci tentang elemen-elemen yang umumnya ada dalam pitch deck:

1. Pendahuluan: Pitch deck biasanya dimulai dengan pendahuluan yang memperkenalkan tim pendiri dan memberikan gambaran singkat tentang latar belakang mereka serta visi perusahaan. Pendahuluan ini penting untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan keahlian tim.

2. Masalah yang ingin dipecahkan: Pitch deck harus menjelaskan masalah spesifik yang ingin dipecahkan oleh perusahaan. Ini melibatkan mengidentifikasi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi atau masalah yang dihadapi oleh konsumen.

3. Solusi: Setelah memperkenalkan masalah, pitch deck harus menguraikan solusi yang ditawarkan oleh perusahaan. Ini melibatkan menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan dan bagaimana solusi tersebut memecahkan masalah yang diidentifikasi.

4. Model bisnis: Pitch deck harus menjelaskan model bisnis yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Ini meliputi penjelasan tentang sumber pendapatan, struktur biaya, dan strategi monetisasi.

5. Pasar dan pertumbuhan: Pitch deck harus memberikan analisis pasar yang mendalam, termasuk ukuran pasar, tren, dan potensi pertumbuhan. Ini membantu meyakinkan investor tentang potensi pasar yang besar untuk produk atau layanan perusahaan.

6. Keunggulan bersaing: Pitch deck harus menjelaskan keunggulan perusahaan dibandingkan dengan pesaing. Ini melibatkan menggambarkan faktor yang membedakan, seperti teknologi yang unik, keahlian tim, atau keunggulan operasional.

7. Rencana bisnis: Pitch deck harus mencakup rencana bisnis masa depan perusahaan, termasuk strategi pertumbuhan, ekspansi, dan skenario keuangan. Ini membantu menunjukkan visi jangka panjang dan potensi keberhasilan perusahaan.

Selain elemen-elemen di atas, pitch deck juga harus mencakup desain visual yang menarik, grafik, dan data yang mendukung klaim yang diajukan. Presentasi harus singkat, jelas, dan memikat agar dapat mengkomunikasikan pesan dengan efektif kepada investor.

Pembahasan di atas memberikan gambaran umum tentang elemen-elemen yang terdapat dalam pitch deck. Namun, setiap perusahaan dapat memiliki struktur dan penekanan yang sedikit berbeda tergantung pada tujuan dan kebutuhan mereka. Penting untuk menyusun pitch deck yang sesuai dengan konteks dan target audiens yang dituju.

 


 

Mengenal Bisnis Model Canvas: Alat Perencanaan Strategi yang Efektif KUIS 11

 Anisa Tri Yanuaty


Dalam mengembangkan bisnis, perencanaan strategi yang baik menjadi kunci keberhasilan. Salah satu alat yang efektif untuk merancang strategi bisnis adalah Bisnis Model Canvas (BMC). BMC membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengintegrasikan elemen-elemen kunci dari model bisnis mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi setiap blok BMC secara mendalam dan memahami pentingnya masing-masing elemen tersebut.

1. Segmentasi Pelanggan:

Dalam blok pertama BMC, kita mempelajari pentingnya mengidentifikasi dan memahami segmen pasar atau pelanggan yang akan ditargetkan. Melalui informasi demografis, geografis, perilaku pembelian, dan preferensi pelanggan, perusahaan dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk menarik dan memenuhi kebutuhan mereka.

2. Penawaran Nilai:

Blok kedua BMC berkaitan dengan nilai unik yang ditawarkan oleh produk atau layanan perusahaan kepada pelanggan. Menjelaskan manfaat, keunggulan, dan solusi yang ditawarkan adalah langkah penting dalam memahami bagaimana produk atau layanan tersebut berbeda dan bernilai bagi pelanggan.

3. Saluran Distribusi:

Blok saluran distribusi mencakup berbagai saluran yang digunakan perusahaan untuk mengirimkan produk atau layanan kepada pelanggan. Dalam era digital, penting untuk memilih saluran yang efektif, termasuk saluran online dan offline, untuk mencapai pelanggan target dengan pengalaman yang baik.

4. Hubungan Pelanggan:

Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan adalah kunci keberhasilan bisnis jangka panjang. Dalam blok hubungan pelanggan, perusahaan perlu memikirkan jenis hubungan yang ingin mereka bangun, baik itu jangka panjang, satu kali transaksi, atau hubungan personal atau otomatis.

5. Sumber Pendapatan:

Blok sumber pendapatan membahas berbagai sumber pendapatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Ini termasuk penjualan langsung produk atau layanan, langganan, iklan, atau model pendapatan lainnya. Penting untuk memahami bagaimana perusahaan akan menghasilkan uang dan mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sumber yang tersedia.

6. Sumber Daya Kunci:

Identifikasi sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis adalah fokus blok ini. Ini meliputi aset fisik, keahlian karyawan, teknologi, infrastruktur, dan modal yang diperlukan. Pengelolaan dan alokasi sumber daya dengan efisien adalah kunci untuk mencapai tujuan bisnis.

7. Aktivitas Kunci:

Blok aktivitas kunci mencakup aktivitas utama yang harus dilakukan dalam menjalankan bisnis. Ini termasuk penelitian dan pengembangan, produksi, pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, dan aktivitas penting lainnya. Mengidentifikasi dan mengoptimalkan aktivitas-aktivitas ini adalah langkah penting dalam menciptakan nilai tambah dan keunggulan kompetitif.

8. Kemitraan Kunci:

Membangun kemitraan yang strategis dapat membantu perusahaan meningkatkan operasi bisnis mereka. Mitra pemasok, mitra distribusi, mitra teknologi, dan mitra lainnya dapat memberikan keahlian, sumber daya, atau akses ke pasar yang diperlukan. Kemitraan yang kuat dapat memperbaiki efisiensi, mencapai skala ekonomi, dan membuka peluang baru.

9. Struktur Biaya:

Terakhir BMC adalah struktur biaya, yang mencakup semua biaya yang terkait dengan menjalankan bisnis. Ini mencakup biaya produksi, pemasaran, distribusi, operasional, dan lainnya. Mengelola biaya dengan hati-hati adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.


Kesimpulan:

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat yang berguna dalam merencanakan strategi bisnis. Dengan mengidentifikasi dan menggambarkan setiap elemen kunci dalam BMC, perusahaan dapat mengembangkan strategi yang kokoh dan terarah. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, pemahaman yang holistik tentang model bisnis menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Pentingnya Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan KUIS 6

 Anisa Tri Yanuaty


Kreativitas bukanlah sekadar kebiasaan berpikir di luar kotak, tetapi juga merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang segar melalui proses berpikir kreatif. Untuk meningkatkan kreativitas dalam konteks kewirausahaan, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

Pertama, motivasi yang tinggi merupakan kunci utama. Motivasi yang kuat akan mendorong Anda untuk terus mencoba hal-hal baru, mengatasi tantangan, dan menjaga semangat dalam mengembangkan bisnis. Apa yang memotivasi Anda? Adakah lingkungan sekitar, faktor sosial, atau ketersediaan sumber daya yang mempengaruhi semangat Anda? Mengidentifikasi faktor-faktor ini akan membantu Anda menggunakan motivasi sebagai pendorong dalam menciptakan ide-ide kreatif yang luar biasa.

Selanjutnya, belajar dari pengalaman adalah hal penting dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi. Melalui refleksi terhadap pengalaman masa lalu, baik itu keberhasilan maupun kegagalan, Anda dapat memperoleh wawasan berharga yang akan memperkaya pengetahuan dan ide-ide Anda. Tetap berada dalam lingkungan yang positif dan mendukung juga dapat memberikan inspirasi dan dorongan untuk berkreasi. Terlibatlah dalam interaksi dengan orang-orang yang memiliki pandangan dan latar belakang yang berbeda, karena ini dapat membuka wawasan baru dan memicu ide-ide kreatif yang segar.

Tak hanya itu, mengintegrasikan hobi dan keahlian Anda dalam usaha bisnis juga bisa menjadi sumber ide-ide kreatif yang menarik. Dengan menjual produk atau layanan yang berhubungan dengan hobi atau keahlian Anda sendiri, Anda dapat menghadirkan inovasi yang unik dan menarik bagi pasar. Pengalaman dan pengetahuan yang Anda miliki dalam bidang tersebut akan memberikan keunggulan kompetitif dalam menciptakan sesuatu yang baru dan menarik.

Sebagai seorang wirausaha, Anda harus berani mengambil risiko. Inovasi seringkali melibatkan eksperimen dan penjelajahan di luar zona nyaman. Dengan memiliki keberanian untuk mengambil risiko, Anda akan membuka peluang baru dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak signifikan. Namun, ingatlah untuk tetap melakukan evaluasi risiko dengan bijaksana dan memiliki strategi yang matang dalam menghadapinya.

Tidak kalah penting, karakteristik seperti konsistensi, ketekunan, dan keuletan juga memegang peran penting dalam mempertahankan kreativitas dan inovasi. Kewirausahaan adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan hambatan. Kemauan untuk terus maju dan tidak menyerah dalam menghadapinya adalah kunci kesuksesan. Selain itu, penting juga untuk memiliki kemampuan mengorganisir dan mengelola sumber daya dengan efektif. Dengan begitu, ide-ide kreatif yang Anda miliki dapat diimplementasikan secara efisien.

 


 

Eksploitasi Imajinasi dan Intuisi dalam Kewirausahaan untuk Sukses yang Lebih Besar kuis 6

 Anisa Tri Yanuaty


Imajinasi adalah daya khayal kita untuk membayangkan sesuatu yang belum ada. Ini bukan sekadar berkhayal, tetapi kemampuan untuk menghasilkan gambaran baru dan segar yang dapat membawa perubahan positif dalam dunia bisnis. Imajinasi yang produktif memungkinkan kita untuk melihat peluang-peluang baru dan menciptakan ide-ide inovatif yang membedakan bisnis kita dari yang lain. Dengan mengembangkan imajinasi kita, kita dapat membentuk citra mental yang kuat dan mewujudkan ide-ide tersebut dalam tindakan nyata.

Selanjutnya, intuisi adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan sesuatu tanpa melalui proses berpikir yang rasional dan logis. Intuisi memungkinkan kita untuk mengambil keputusan dengan cepat dan percaya diri dalam situasi yang kompleks dan sulit diprediksi. Keberhasilan dalam dunia bisnis sering kali melibatkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Dengan mengembangkan intuisi kita, kita dapat mengandalkan naluri dan pengalaman kita untuk menghadapi tantangan yang muncul dalam perjalanan bisnis.

Mental bawah sadar kita memiliki peran yang besar dalam pengembangan imajinasi dan intuisi. Banyak ide-ide brilian yang muncul dari proses mental bawah sadar kita. Untuk memanfaatkan potensi mental bawah sadar, kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung, menjaga sikap berani dan terbuka terhadap keraguan yang konstruktif, melibatkan diri dalam berbagai pengalaman, berdiskusi dengan orang lain, membebaskan diri dari kebingungan, dan menetapkan batas waktu yang jelas untuk diri kita sendiri.

Dalam mengembangkan imajinasi dan intuisi dalam kewirausahaan, perlu ada strategi yang matang. Strategi ini melibatkan pengetahuan tentang masa depan, perilaku, nilai-nilai, struktur sosial, dan keuangan. Dengan memahami hal-hal ini, kita dapat membangun langkah-langkah yang konkrit dan progresif untuk mencapai tujuan bisnis kita. Komitmen yang kuat, keseriusan, dan pengelolaan waktu yang bijaksana juga merupakan faktor penting dalam mengembangkan imajinasi dan intuisi kita.

Dalam kesimpulannya, memanfaatkan imajinasi dan intuisi dalam kewirausahaan adalah langkah yang penting untuk menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif yang membawa kesuksesan yang lebih besar. Imajinasi memungkinkan kita untuk melihat peluang-peluang baru, sementara intuisi membantu kita mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dengan menggabungkan keduanya, serta melengkapi dengan strategi yang matang, komitmen yang kuat, dan manajemen waktu yang bijak, kita dapat membangun bisnis yang sukses dan menghadapi tantangan dengan percaya diri.

Mengungkap Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan dalam Berwirausaha KUIS 6

 Anisa Tri Yanuaty


Dalam artikel kali ini, kita akan membahas faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan dalam berwirausaha

1. Motivasi yang Kuat sebagai Pendorong Keberhasilan: 

Salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan dalam berwirausaha adalah memiliki motivasi yang kuat. Motivasi ini dapat muncul dari berbagai faktor, seperti pengaruh lingkungan sekitar, dorongan sosial, ketersediaan sumber daya, dan motivasi internal pribadi. Ketika seseorang berada di lingkungan yang mendukung, didukung oleh jaringan sosial yang baik, dan memiliki sumber daya yang memadai, hal ini dapat memicu motivasi untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses.

2. Karakteristik Wirausaha yang Berkualitas:

Seorang wirausaha yang sukses memiliki karakteristik yang membedakannya. Mereka memiliki komitmen yang tinggi terhadap tujuan yang ingin dicapai, ketekunan yang tak kenal lelah untuk terus belajar dan berkembang, kreativitas yang tidak terbatas dalam mencari solusi inovatif, keberanian dalam mengambil risiko yang terukur, serta kemampuan yang handal dalam mengorganisir dan mengelola bisnis. Selain itu, kepercayaan diri yang kuat, memiliki orientasi masa depan yang jelas, serta tanggung jawab penuh terhadap keputusan yang diambil juga merupakan faktor penting dalam mencapai keberhasilan.

3. Manfaat yang Dirasakan oleh Wirausaha:

Berwirausaha juga memberikan manfaat yang signifikan bagi individu. Melalui bisnis yang sukses, seorang wirausaha dapat menciptakan peluang kerja bagi orang lain, memperluas wawasan dan keterampilan pribadi, meraih kebebasan dalam mengelola keuangan, serta membangun jaringan yang luas dengan berbagai kalangan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perjalanan berwirausaha, ada juga faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan. Beberapa di antaranya termasuk kurangnya perencanaan yang matang, ketidakmampuan dalam mengelola risiko dengan bijak, kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis, serta kegagalan dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik.

Kesimpulannya, keberhasilan atau kegagalan dalam berwirausaha dipengaruhi oleh motivasi yang kuat, karakteristik wirausaha yang berkualitas, serta manfaat yang dirasakan dari kesuksesan tersebut. Namun, sangat penting untuk waspada terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam bisnis. Dengan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor ini, seseorang dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam menjalani perjalanan kewirausahaan.

 


 

Menentukan Bidang Usaha Yang akan Di Kembangkan.

 Anisa Tri Yanuaty


Istilah kewirausahaan berasal dari Wira artinya pendekar, guru, panutan, berbudi luhur, pemberani dan berakhlak mulia. Usaha adalah amal, bekerja dan melakukan sesuatu. Kewirausahaan adalah proses mendefinisikan, mengembangkan, dan mewujudkan visi. Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda pada ahli atau referensi yang berbeda karena kepentingan dan bobot yang berbeda.

Jadi, kewirausahaan adalah suatu gaya usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, berdasarkan kemampuan seseorang, memanfaatkan seluruh potensi diri, untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Pengusaha memiliki karakteristik.

hal tersebut tercermin dalam sikap atau perilaku wirausahawan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut karakteristik wirausahawan:

  1. Desire for responsibility, artinya orang yang merasa bertanggung jawab atas usahanya sendiri. 
  2. Preference for moderate risk, Preferensi risiko yaitu penghindaran risiko rendah, dan risiko tinggi. 
  3. Confidence, yaitu Keyakinan akan kemampuan untuk berhasil. 
  4. Desire for immediate feedback, menginginkan umpan balik instan, karena pemberi kerja selalu menginginkan umpan balik sesegera mungkin. 
  5. High level of energy, penuh energi dan semangat, dan bekerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik. 
  6. Future orientation, selalu berwawasan ke depan dan memiliki perspektif,   
  7. Skill at organizing, yaitu kemampuan mengorganisasi sumber daya untuk menciptakan nilai rendah. 
  8. Value achievement over money, artinya selalu menggunakan uang untuk mengevaluasi kinerja.
Konsep Dasar Kewirausahaan 
  1. Peluang, kewirausahaan yang terbuka bagi semua pemikir kreatif. Jika diberi kesempatan, pengusaha tentu saja dapat melakukan berbagai jenis kegiatan kewirausahaan. Orang dapat menggunakan peluang bisnis untuk mencapai tujuan dengan menjalankan bisnis yang akan menggunakan berbagai jenis sumber daya milik mereka. 
  2. Kemampuan Menanggapi Peluang,  Kewirausahaan berkaitan erat dengan kemampuan atau kesanggupan dalam menanggapi peluang usaha.Responsivitas peluang individu mengacu pada kemampuan individu untuk merespons peluang bisnis saat ini dan merespons dengan serangkaian tindakan.Tindakan tersebut akan menghasilkan penciptaan karya baru yang produktif, inovatif dan tanggap terhadap peluang usaha yang ada.
Kewirausahaan diwujudkan dalam kegiatan ekonomi, perilaku dan kegiatan wirausaha, formal dan informal, yang menghasilkan kekayaan bagi wirausaha itu sendiri dan bagi mereka yang berpartisipasi dalam kegiatannya. Kewirausahaan berkontribusi pada pembangunan ekonomi dengan mengembangkan bisnis dan mengoperasikannya sebagai sumber pendapatan dan menciptakan lapangan kerja bagi penduduk. Kewirausahaan sering dianggap sebagai spesialisasi. Kewirausahaan mengembangkan teori penelitian yang dapat berasal dari penelitian ilmiah, penalaran khusus, trial and error, konsep penalaran sejarah, dll. Ilmu Kewirausahaan bertujuan untuk membekali para akademisi dan mahasiswa dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran kewirausahaan. Kewirausahaan adalah hasil dari sistem dan proses ilmiah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan dan peluang

bagi pemula yang ingin menjalankan bisnis, mereka perlu mengetahui bisnis seperti apa yang ingin mereka kembangkan. Banyak orang ingin memulai bisnis, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus diperhatikan saat memulai bisnis. 
Penting untuk memilih bisnis ini agar kita dapat memahami pro dan kontra bisnis untuk mengelolanya. Pemilihan bidang kegiatan ini harus sesuai dengan minat atau bakat Anda, karena minat dan bakat merupakan faktor penentu dalam menjalankan bisnis.

Selain faktor minat dan bakat, modal merupakan faktor penentu lainnya. Setiap industri membutuhkan modal, dan jumlah modal tergantung pada bisnisnya. Faktor modal dapat dicari dari berbagai sumber, seperti dana pribadi, keluarga, kolega atau pinjaman. Namun, untuk usaha baru, memperoleh pembiayaan pinjaman relatif lebih sulit karena bank jarang mau membiayai usaha baru. 

Faktor lainnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan. Beberapa perusahaan memiliki siklus laba yang relatif pendek, sedang, dan panjang. Pekerjaan jangka pendek mengacu pada waktu yang dibutuhkan kurang dari setahun, pekerjaan jangka menengah adalah 1 sampai 3 tahun, dan pekerjaan jangka panjang lebih dari 3 tahun. 

Lalu ada faktor keuntungan. Faktor-faktor yang dapat mewujudkan besarnya keuntungan dapat dijadikan acuan. Ada bisnis yang menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat, namun ada juga bisnis yang membutuhkan waktu lama. Dengan kata lain, Anda harus menutup investasi Anda sebelum Anda bisa mendapatkan hasilnya. 

Pengalaman khusus lapangan berguna bagi pengusaha saat memilih bisnis yang akan dikembangkan. Selain itu, pengalaman bisa didapat dari pengalaman orang lain di bidang yang dibutuhkan.
 
Jadi, untuk menentukan bidang usaha yang akan dijalani tergantung dari 5 faktor sebagai berikut.

  1. Minat dan Bakat, Minat atau Bakat ada dan dapat timbul dari dalam diri seseorang. Artinya minat terhadap suatu bidang berakar pada bidang tersebut. Minat juga akan meningkat setelah belajar. Namun seseorang dengan minat inti atau bakat bawaan akan beradaptasi dengan perkembangan perusahaan dengan lebih mudah dan cepat.
  2. Modal, dapat dipahami sebagai uang. Memulai bisnis membutuhkan modal dalam jumlah tertentu. Dalam arti sempit, modal dapat dikatakan sebagai keahlian seseorang. Dengan keahlian tertentu, Anda bisa bergabung dengan mereka yang memiliki modal untuk menjalankan bisnis tersebut. 
  3. waktu, adalah waktu untuk menikmati hasil usaha Anda. Setiap bisnis memiliki jangka waktu yang berbeda, ada yang jangka pendek, ada yang jangka menengah atau panjang.
  4. Laba, Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat keuntungan yang diinginkan. Juga, mengenai keuntungan, yang harus diperhatikan adalah jangka waktu terjadinya keuntungan. Margin keuntungan berarti jumlah keuntungan yang akan Anda hasilkan (dengan persentase tertentu), sedangkan jangka waktu menunjukkan apakah Anda akan mendapat keuntungan, baik sementara atau terus menerus. 
  5. Pengalaman, mengacu pada pengalaman pribadi pengusaha atau pengalaman bisnis sukses lainnya.

 


 

 

Mereview 3 video youtube kuis 6

 ANISA TRI YANUATY


Kewirausahaan adalah suatu usaha atau ilmu baru tentang bagaimana mengembangkan semangat kreativitas untuk menciptakan dan menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif. Sebagai wirausahawan harus berani menanggung resiko untuk kedepannya. Indonesia butuh 4 juta wirausaha baru untuk meningkatkan struktur ekonomi.

Tujuan Kewirausahaan yaitu : menciptakan produk yang berkualitas, bukan hanya kuantitas, mampu untuk lebih mensejahterakan masyarakat, membudayakan semangat dalam sikap, perilaku, sehingga mempunyai kemampuan, kehandalan, keunggulan, dan kesadaran secara nasional.

Faktor motivasi berwirausaha yaitu ada faktor lingkungan, sosiologis, ketersediaan sumber daya, personal dan adversity quotient yang menjelaskan faktor motivasi dalam berwirausaha adalah faktor yang cukup penting, harus di kelola dengan baik sehingga maksimal dalam memotivasi berwirausaha.

Karakteristik wirausaha, harus ada komitmen yang tinggi dalam berwirausaha karena akan memulai dan menghadapi berbagaai ujian dan cobaan.

Sifat wirausaha, yaitu harus percaya diri, tetapi tidak berlebihan dalam percaya diri karena akan menimbulkan kesombongan, originalitas, komitmen, berorientasi hasil kerja, berorientasi masa depan, berani mengambil resiko.

Keuntungan wiraussaha adalah membuka kesempatan bekerja, wawasan dan relasi yang luas, mendapat kesempatan dalam mengelola keuangan.

Faktor penyebab keberhasilan wirausaha :

1.     Faktor peluang

2.     Faktor sumber daya manusia

3.     Faktor keuangan

4.     Faktor organisasional

5.     Faktor perencanaan

6.     Faktor pemasaran dan penjualan

7.     Faktor administrasi

Kerugian wirausaha adalah resiko dan beban tanggung jawab lebih luas, bagaimana cara kita atau kemampuan dalam memimpin, menghandle dan mengelola kewirausahaan, pendapatan tidak stabil, dan jam kerja yang tidak menentu.

Faktor penyebab kegagalan wirausaha adalah tidak konsisten, tidak kompeten dalam memanajemen, kurang dalam mengelola keuangan, sikap yang kurang Tangguh dalam berusaha, ketidak mampuan dalam melakukan transisi Kewirausahaan, dan kurangnya pengalaman atau belajar.

Tahapan berwirausaha :

1.     1. Memulai usaha

2.     2. Melaksanakan usaha

3.     3. Mempertahankan usaha

4.     Mengembangkan usaha

 


 

PERTEMUAN MATERI 1-5 KELAS KEWIRAUSAHAAN I

 Nama : Anisa Tri Yanuaty


Pertemuan 1

Tugas pada pertemuan  pertama yaitu membuat artikel bisnis di web blog, saya membuat tugas ini dengan judul

"Pengaruh Kreativitas, Edukasi Dan Efikasi Diri Terhadap Intensi Berwirausaha Dalam Generasi Z"


Pertemuan 2

Pada pertemuan kedua membuat tugas start-up yang diberikan pada kolom top start-up sesuai dengan nomer/ kode bisnis masing-masing. Saya membuat artikel start-up di blog dengan membahas start up Jenius.


Pertemuan 3

Tugas pada pertemuan ketiga saya membuat video tentang usaha bisnis buket bunga Dreamflorist.


Pertemuan 4

Tugas pada pertemuan kelima ini membuat artikel bisnis tentang salah satu pengusaha sukses yang ada di Indonesia, saya membahas tentang Wiliam Tanuwijaya dan aplikasi belanja Online yang ia dirikan yaitu Tokopedia.


Pertemuan 5

Tugas pada pertemuan kelima adalah membuat rangkuman atau review dari pembelajaran materi Kewirausahaan 1 ini selama pertemuan 1-5.

Mei 20, 2023

Mereview video KUIS 10

    EKSPLOITASI IMAJINASI DAN INTUISI UNTUK PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN


Imajinasi merupakan sebuah gambar atau objek angan yang dapat membayangkan atau khayalan. Imajinasi ini lah secara umum akan memberi kekuatan untuk memproses hasil citra mental dan ide yang kita pikirkan.

 

Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Intuisi juga merupakan bentuk perkiraan yang samar-samar, sering setengah disadari, tanpa diringi proses berpikir yang cermat scbelumnya, namun kemudian dapat menuntun pada satu keyakinan, yaitu secara tiba-tiba dan pasti memunculkan satu keyakinan  yang tepat.

 

Strategi Mengejar Imajinasi konsep Hammel dan Prahalad yaitu strategi mengejar imajinasi (visi) disebutnya sebagai Strategic Intent. Penyusunan strategi ini dikembangkan secara bertahap serta konsisten. Dalam strategi mengejar imajinasi ini, masa depan bukan hanya dibayangkan, tetapi harus dibangun.

 

 






                      PENTINGNYA KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM KEWIRAUSAHAAN 

 


 

                PENYEBAB KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM BERWIRAUSAHA

 Kewirausahaan adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang pengembangan dan pembangunan semangat kreativitas serta berani menanggung resiko terhadap pekerjaan yang di lakukan demi mewujudkan hasil karya. kewirausahaan juga merupakan suatu usaha untuk menciptakan dan mengelola sesuatu yang baru secara inovatif dan kreatif untuk menentukan peluang.