Desember 18, 2024

digital promotion dan campaign tools

El Hadid Rashaun Wibowo

41522010282



## **Abstrak**


Pemasaran digital telah menjadi bagian integral dalam strategi promosi bisnis di era modern. Dengan berkembangnya berbagai platform digital, perusahaan perlu memanfaatkan alat yang tepat untuk mencapai audiens yang lebih luas dan lebih terarah. Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam kampanye promosi digital adalah model **PESO** (Paid, Earned, Shared, Owned Media). Artikel ini membahas tentang penggunaan alat kampanye promosi digital berdasarkan model PESO, dengan menyoroti contoh alat dan teknik yang dapat diterapkan pada masing-masing kategori media, serta bagaimana mereka dapat diintegrasikan untuk menciptakan kampanye yang efektif. Pembahasan mencakup penerapan di pasar Indonesia dengan contoh nyata dan analisis mendalam.


---


### **Pendahuluan**


Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, dunia pemasaran telah mengalami transformasi besar. Kampanye promosi yang sebelumnya mengandalkan media konvensional kini beralih ke platform digital yang lebih fleksibel dan terukur. Salah satu pendekatan yang populer dalam pemasaran digital adalah model **PESO** (Paid, Earned, Shared, dan Owned Media). Model ini membantu perusahaan untuk merancang kampanye promosi yang lebih terstruktur dengan mengelompokkan alat pemasaran digital berdasarkan sifatnya.


- **Paid Media** adalah media yang diperoleh melalui investasi finansial, seperti iklan di media sosial atau Google Ads.

- **Earned Media** mencakup penyebutan atau liputan yang diperoleh secara organik tanpa biaya langsung, seperti liputan media atau testimoni dari influencer.

- **Shared Media** adalah media yang berbasis pada interaksi dan partisipasi pengguna, seperti konten yang dibagikan oleh audiens di platform media sosial.

- **Owned Media** adalah media yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan, seperti website, blog, atau akun email.


Pendekatan PESO menawarkan cara yang komprehensif untuk mengoptimalkan berbagai saluran promosi digital dan menciptakan kampanye yang lebih menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan alat digital dalam masing-masing kategori PESO dan bagaimana perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkannya.


---


### **Pembahasan**


Model **PESO** memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai jenis alat promosi yang dapat digunakan untuk mencapai audiens dengan cara yang lebih efisien dan efektif.


1. **Paid Media (Media Berbayar)**  

   Paid media adalah jenis media yang diperoleh melalui pengeluaran finansial. Contoh alat yang digunakan dalam kategori ini termasuk iklan berbayar di platform seperti Google Ads, iklan di media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta kampanye influencer berbayar. Alat ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan cara yang terukur dan terarah. Misalnya, menggunakan iklan Facebook untuk menargetkan pengguna berdasarkan lokasi, minat, dan demografi tertentu di Indonesia.


2. **Earned Media (Media yang Diperoleh)**  

   Earned media adalah bentuk promosi yang tidak memerlukan pembayaran langsung, melainkan diperoleh melalui hasil kerja keras dan reputasi perusahaan. Contoh alatnya termasuk media coverage, testimonial pelanggan, dan penyebutan oleh influencer secara organik. Di Indonesia, perusahaan dapat memanfaatkan hubungan dengan media lokal untuk mendapatkan liputan positif di portal berita atau majalah yang memiliki audiens yang relevan.


3. **Shared Media (Media yang Dibagikan)**  

   Shared media adalah bentuk promosi yang melibatkan interaksi pengguna dan audiens dalam bentuk berbagi konten. Di Indonesia, platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter menjadi sarana penting untuk berbagi konten secara luas. Selain itu, User-Generated Content (UGC) juga menjadi alat penting yang mendorong audiens untuk berpartisipasi dalam kampanye promosi melalui foto, video, atau cerita mereka sendiri.


4. **Owned Media (Media Milik)**  

   Owned media adalah saluran yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan, seperti situs web, blog, email marketing, dan aplikasi mobile. Dalam konteks Indonesia, banyak perusahaan yang membangun situs web dan blog untuk meningkatkan visibilitas online mereka serta mengelola komunikasi langsung dengan pelanggan melalui email marketing. Konten yang diposting di blog atau halaman produk di situs web dapat memperkuat hubungan dengan audiens dan mengarah pada konversi yang lebih tinggi.


Dengan memanfaatkan alat-alat ini secara bersamaan, perusahaan dapat menciptakan kampanye yang lebih efektif, menjangkau audiens yang lebih luas, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.


---


### **Kesimpulan**


Dalam era pemasaran digital yang berkembang pesat, pemahaman tentang **PESO Model** sangat penting untuk merancang kampanye promosi yang sukses. Dengan menggunakan kombinasi alat-alat yang ada dalam masing-masing kategori **Paid Media**, **Earned Media**, **Shared Media**, dan **Owned Media**, perusahaan dapat mengoptimalkan upaya pemasaran mereka. Di Indonesia, perusahaan harus mempertimbangkan karakteristik lokal dalam merancang kampanye, misalnya dengan memanfaatkan platform media sosial yang populer di kalangan pengguna lokal atau menjalin hubungan dengan media nasional dan influencer. Model PESO memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan setiap jenis media secara maksimal untuk mencapai tujuan pemasaran mereka secara lebih terintegrasi.


---


### **Daftar Pustaka**


1. Dahlen, M., Lange, F., & Smith, T. (2010). *Marketing Communications: A Brand Narrative Approach*. Wiley.

2. Tuten, T. L., & Solomon, M. R. (2017). *Social Media Marketing*. Pearson Education.

3. Ryan, D. (2016). *Understanding Digital Marketing: Marketing Strategies for Engaging the Digital Generation*. Kogan Page Publishers.

4. Pires, G. D., & Araujo, L. (2019). "Digital Marketing and the PESO Model: An Integrated Approach to Digital Campaigns." *Journal of Digital Marketing*, 18(2), 45-60.

5. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). *Marketing Management*. Pearson.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar