Oleh:
Talitha Sabrina Riaguza (44223010005)
Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Public Relations
Universitas Mercu Buana
ABSTRAK
Penerapan
metode Lean Canvas sebagai alat yang efektif dalam perencanaan bisnis untuk
Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lean Canvas merupakan versi yang disesuaikan
dari Business Model Canvas, yang menawarkan pendekatan lebih sederhana dan
fokus pada aspek-aspek penting dalam pengembangan bisnis. Tujuan artikel ini
adalah untuk menemukan cara-cara yang dapat mengoptimalkan penggunaan Lean
Canvas agar sesuai dengan karakteristik serta keterbatasan yang dihadapi oleh
UKM di Indonesia.
Dengan
melakukan analisis menyeluruh terhadap penerapan Lean Canvas di berbagai UKM,
ini mengidentifikasi beberapa modifikasi dan penyesuaian yang dapat
meningkatkan efektivitas penggunaannya. Temuan menunjukkan bahwa metode yang
disederhanakan, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen penting seperti
proposisi nilai unik, segmen pelanggan, dan struktur biaya, dapat membantu
pelaku UKM dalam merancang strategi bisnis yang lebih terarah dan terukur.
Artikel ini
memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan model bisnis UKM dan
menyajikan kerangka kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari
sektor usaha kecil dan menengah. Juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan
kemudahan penggunaan dalam penerapan Lean Canvas untuk mendukung pertumbuhan
yang berkelanjutan bagi UKM.
Kata
Kunci: Lean Canvas, UKM, model bisnis, optimalisasi, strategi
bisnis.
PENDAHULUAN
Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian
Indonesia, menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di negara ini. Namun, di tengah
persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamis, UKM menghadapi berbagai
tantangan dalam mengembangkan dan mempertahankan keberlanjutan usaha mereka.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dalam perencanaan
dan pengembangan model bisnis yang sistematis dan terukur.
Lean Canvas,
yang dikembangkan oleh Ash Maurya sebagai versi adaptasi dari Business Model
Canvas, muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan
tersebut. Ini menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan terfokus
dibandingkan dengan model bisnis tradisional, sehingga memiliki potensi untuk
diterapkan dalam konteks UKM. Namun, penerapan Lean Canvas dalam bentuk aslinya
sering kali masih dianggap terlalu kompleks bagi banyak pelaku UKM, yang
umumnya memiliki keterbatasan dalam sumber daya dan pengetahuan manajemen
bisnis formal.
Arikel ini
berlandaskan pada kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan Lean Canvas agar
lebih sesuai dengan karakteristik dan kapabilitas UKM di Indonesia. Fokus utama
dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci Lean Canvas
yang paling relevan bagi UKM, serta mengembangkan modifikasi yang dapat
meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas penggunaannya. Hal ini sangat
penting mengingat kebutuhan UKM akan alat perencanaan bisnis yang praktis dan
mudah diterapkan.
Juga mempertimbangkan
konteks lokal dan regional yang mempengaruhi operasional UKM di Indonesia,
termasuk faktor-faktor seperti budaya bisnis, tingkat literasi digital, dan
dinamika pasar lokal. Dengan memahami konteks ini, bertujuan untuk menghasilkan
kerangka kerja Lean Canvas yang telah dioptimalkan dan dapat memberikan manfaat
nyata bagi pengembangan UKM di Indonesia.
PERMASALAHAN
Penerapan Lean
Canvas seringkali menimbulkan tantangan bagi pelaku UKM karena beberapa alasan:
1.
Kurangnya pemahaman tentang keterkaitan antar komponen
dalam kanvas
2.
Kendala finansial dalam mengimplementasikan perubahan
3.
Perbedaan karakteristik pasar lokal dengan pasar global
4.
Variasi tingkat kesiapan digital antar wilayah
PEMBAHASAN
Agar pelaku UKM
dapat lebih mudah untuk memahami atau mengimplementasikan nya Model Lean Canvas
dapat menggunakan:
1.
Menggunaan bahasa dan terminologi yang lebih sederhana, membuat
panduan praktis untuk setiap komponen untuk memudahkan pemahaman, penambahan
contoh konkret yang relevan dengan konteks lokal, pengembangan template yang lebih ringkas dan
mudah digunakan
2.
Elemen Business Model Canvas ini meliputi hal-hal seperti
biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya produksi, biaya kemasan dan
distribusi, serta gaji pegawai. Ketika keuangan dan pembiayaan usaha dikelola
dengan strategi yang baik, usaha bisa berjalan dengan lebih hemat, efisien,
bahkan minim risiko kerugian. Laporan keuangan yang tepat untuk bisa menghitung
biaya yang dibutuhkan secara akurat. Dengan kehadiran teknologi saat ini, kita
bisa dengan mudah melakukannya menggunakan berbagai aplikasi, salah satunya
point of sales Qasir. Hanya dalam satu aplikasi, kita bisa mencatat penjualan,
mengelola produk, mengawasi stok, bahkan memantau laporan transaksi yang
terjadi dalam usaha.
3.
Saluran (channels) adalah cara kita sebagai pelaku usaha
bisa menjangkau pasar serta menyampaikan produk secara tepat sasaran. Dengan
saluran yang tepat, kita bisa menyampaikan nilai manfaat produk UKM yang
ditawarkan kepada segmen pasar yang dituju. Elemen Business Model Canvas ini
juga sangat penting dan tidak hanya terbatas pada distribusi produk, tapi juga
setiap proses yang berperan dalam pertemuan antara usaha kita dan para
pelanggan. Apakah kita akan menjual produk di toko secara langsung, menggunakan
media sosial dan e-commerce
4. Kerjasama menunjukkan siapa saja rekan yang akan mendukung usaha kita supaya bisa bersaing dan menjalankan aktivitas usaha secara efektif. Tujuannya bisa macam-macam, bisa untuk mengurangi risiko dalam persaingan di pasar, atau mengupayakan sumber daya dan melakukan kegiatan usaha secara lebih optimal. Bentuk kerjasamanya juga bisa beragam, misalnya kerjasama sebatas pembeli dan penjual, dengan usaha yang tidak sejenis, atau juga kerjasama untuk membentuk usaha baru. Misalnya, kita bekerja sama dengan penyedia bahan baku untuk keperluan produksi atau pemilik toko barang-barang serupa yang lebih besar. Intinya, hubungan baik dengan berbagai pihak selalu berguna untuk menciptakan proses usaha yang baik dan sesuai harapan.
KESIMPULAN
Implementasi
Lean Canvas dalam konteks UKM memerlukan penyesuaian signifikan untuk
mengakomodasi karakteristik dan keterbatasan usaha kecil dan menengah di
Indonesia. Adaptasi ini mencakup penyederhanaan komponen, penggunaan bahasa
yang lebih mudah dipahami, dan integrasi dengan praktik bisnis lokal. Optimalisasi
Lean Canvas untuk UKM terbukti dapat meningkatkan efektivitas perencanaan
bisnis melalui:
- Pendekatan yang lebih terstruktur dalam pengambilan
keputusan
- Fokus pada kebutuhan
pelanggan
- Efisiensi dalam penggunaan sumber daya
- Peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar
SARAN
· Mengikuti
pelatihan dan pendampingan implementasi Lean Canvas
· Membangun jaringan dengan komunitas
praktisi Lean Canvas
· Memfasilitasi
akses terhadap sumber daya dan informasi
· Memfasilitasi sharing knowledge dan
resources
· Membangun
kemitraan strategis antar stakeholder
DAFTAR PUSTAKA
Nurhasanah, S., & Pratama, B. (2023). "Evaluasi Penggunaan Lean Canvas dalam Pengembangan UMKM Digital." Jurnal Riset Manajemen, 12(1), 45-62.
Sari, R., & Widodo, A. (2023). "Pengembangan Framework Lean Canvas untuk UMKM Indonesia." Jurnal Inovasi Bisnis.
Prasetyo, H., & Sutopo, W. (2022). "Optimalisasi Model Bisnis UMKM di Era Digital: Pendekatan Lean Canvas." Jurnal Teknologi dan Manajemen.
Anggia, P.
(2020). Menerapkan Business Model Canvas untuk UMKM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar