Oktober 27, 2024

Mengoptimalkan Lean Canvas untuk Bisnis Skala Kecil dan Menengah

 

Oleh:

Talitha Sabrina Riaguza (44223010005)

Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Public Relations

Universitas Mercu Buana


ABSTRAK

Penerapan metode Lean Canvas sebagai alat yang efektif dalam perencanaan bisnis untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lean Canvas merupakan versi yang disesuaikan dari Business Model Canvas, yang menawarkan pendekatan lebih sederhana dan fokus pada aspek-aspek penting dalam pengembangan bisnis. Tujuan artikel ini adalah untuk menemukan cara-cara yang dapat mengoptimalkan penggunaan Lean Canvas agar sesuai dengan karakteristik serta keterbatasan yang dihadapi oleh UKM di Indonesia.

Dengan melakukan analisis menyeluruh terhadap penerapan Lean Canvas di berbagai UKM, ini mengidentifikasi beberapa modifikasi dan penyesuaian yang dapat meningkatkan efektivitas penggunaannya. Temuan menunjukkan bahwa metode yang disederhanakan, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen penting seperti proposisi nilai unik, segmen pelanggan, dan struktur biaya, dapat membantu pelaku UKM dalam merancang strategi bisnis yang lebih terarah dan terukur.

Artikel ini memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan model bisnis UKM dan menyajikan kerangka kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari sektor usaha kecil dan menengah. Juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan kemudahan penggunaan dalam penerapan Lean Canvas untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan bagi UKM.

Kata Kunci: Lean Canvas, UKM, model bisnis, optimalisasi, strategi bisnis.

 

PENDAHULUAN

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di negara ini. Namun, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamis, UKM menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan dan mempertahankan keberlanjutan usaha mereka. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dalam perencanaan dan pengembangan model bisnis yang sistematis dan terukur.

Lean Canvas, yang dikembangkan oleh Ash Maurya sebagai versi adaptasi dari Business Model Canvas, muncul sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Ini menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan terfokus dibandingkan dengan model bisnis tradisional, sehingga memiliki potensi untuk diterapkan dalam konteks UKM. Namun, penerapan Lean Canvas dalam bentuk aslinya sering kali masih dianggap terlalu kompleks bagi banyak pelaku UKM, yang umumnya memiliki keterbatasan dalam sumber daya dan pengetahuan manajemen bisnis formal.

Arikel ini berlandaskan pada kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan Lean Canvas agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kapabilitas UKM di Indonesia. Fokus utama dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci Lean Canvas yang paling relevan bagi UKM, serta mengembangkan modifikasi yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas penggunaannya. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan UKM akan alat perencanaan bisnis yang praktis dan mudah diterapkan.

Juga mempertimbangkan konteks lokal dan regional yang mempengaruhi operasional UKM di Indonesia, termasuk faktor-faktor seperti budaya bisnis, tingkat literasi digital, dan dinamika pasar lokal. Dengan memahami konteks ini, bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja Lean Canvas yang telah dioptimalkan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan UKM di Indonesia.


PERMASALAHAN

Penerapan Lean Canvas seringkali menimbulkan tantangan bagi pelaku UKM karena beberapa alasan:

1.     Kurangnya pemahaman tentang keterkaitan antar komponen dalam kanvas

2.     Kendala finansial dalam mengimplementasikan perubahan

3.     Perbedaan karakteristik pasar lokal dengan pasar global

4.     Variasi tingkat kesiapan digital antar wilayah


PEMBAHASAN

Agar pelaku UKM dapat lebih mudah untuk memahami atau mengimplementasikan nya Model Lean Canvas dapat menggunakan:

1.     Menggunaan bahasa dan terminologi yang lebih sederhana, membuat panduan praktis untuk setiap komponen untuk memudahkan pemahaman, penambahan contoh konkret yang relevan dengan konteks lokal,  pengembangan template yang lebih ringkas dan mudah digunakan

2.     Elemen Business Model Canvas ini meliputi hal-hal seperti biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya produksi, biaya kemasan dan distribusi, serta gaji pegawai. Ketika keuangan dan pembiayaan usaha dikelola dengan strategi yang baik, usaha bisa berjalan dengan lebih hemat, efisien, bahkan minim risiko kerugian. Laporan keuangan yang tepat untuk bisa menghitung biaya yang dibutuhkan secara akurat. Dengan kehadiran teknologi saat ini, kita bisa dengan mudah melakukannya menggunakan berbagai aplikasi, salah satunya point of sales Qasir. Hanya dalam satu aplikasi, kita bisa mencatat penjualan, mengelola produk, mengawasi stok, bahkan memantau laporan transaksi yang terjadi dalam usaha.

3.     Saluran (channels) adalah cara kita sebagai pelaku usaha bisa menjangkau pasar serta menyampaikan produk secara tepat sasaran. Dengan saluran yang tepat, kita bisa menyampaikan nilai manfaat produk UKM yang ditawarkan kepada segmen pasar yang dituju. Elemen Business Model Canvas ini juga sangat penting dan tidak hanya terbatas pada distribusi produk, tapi juga setiap proses yang berperan dalam pertemuan antara usaha kita dan para pelanggan. Apakah kita akan menjual produk di toko secara langsung, menggunakan media sosial dan e-commerce

4.     Kerjasama menunjukkan siapa saja rekan yang akan mendukung usaha kita supaya bisa bersaing dan menjalankan aktivitas usaha secara efektif. Tujuannya bisa macam-macam, bisa untuk mengurangi risiko dalam persaingan di pasar, atau mengupayakan sumber daya dan melakukan kegiatan usaha secara lebih optimal. Bentuk kerjasamanya juga bisa beragam, misalnya kerjasama sebatas pembeli dan penjual, dengan usaha yang tidak sejenis, atau juga kerjasama untuk membentuk usaha baru. Misalnya, kita bekerja sama dengan penyedia bahan baku untuk keperluan produksi atau pemilik toko barang-barang serupa yang lebih besar. Intinya, hubungan baik dengan berbagai pihak selalu berguna untuk menciptakan proses usaha yang baik dan sesuai harapan. 


KESIMPULAN

Implementasi Lean Canvas dalam konteks UKM memerlukan penyesuaian signifikan untuk mengakomodasi karakteristik dan keterbatasan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Adaptasi ini mencakup penyederhanaan komponen, penggunaan bahasa yang lebih mudah dipahami, dan integrasi dengan praktik bisnis lokal. Optimalisasi Lean Canvas untuk UKM terbukti dapat meningkatkan efektivitas perencanaan bisnis melalui:

  • Pendekatan yang lebih terstruktur dalam pengambilan keputusan
  • Fokus pada kebutuhan pelanggan
  • Efisiensi dalam penggunaan sumber daya
  • Peningkatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar

SARAN

·       Mengikuti pelatihan dan pendampingan implementasi Lean Canvas

·       Membangun jaringan dengan komunitas praktisi Lean Canvas

·       Memfasilitasi akses terhadap sumber daya dan informasi

·       Memfasilitasi sharing knowledge dan resources

·       Membangun kemitraan strategis antar stakeholder

 

DAFTAR PUSTAKA

Nurhasanah, S., & Pratama, B. (2023). "Evaluasi Penggunaan Lean Canvas dalam Pengembangan UMKM Digital." Jurnal Riset Manajemen, 12(1), 45-62.

Sari, R., & Widodo, A. (2023). "Pengembangan Framework Lean Canvas untuk UMKM Indonesia." Jurnal Inovasi Bisnis.

Prasetyo, H., & Sutopo, W. (2022). "Optimalisasi Model Bisnis UMKM di Era Digital: Pendekatan Lean Canvas." Jurnal Teknologi dan Manajemen.

Anggia, P. (2020). Menerapkan Business Model Canvas untuk UMKM.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar