![]() |
Reporter : Anna, Yuliani, Kharisma dan Rizky |
Dunia universitas adalah dunianya anak bangsa untuk berkreasi.
Penulis - ingin berbagi pengalaman dalam acara / event yang diselenggarakan
oleh IYIA yang bertema Colouring the Word
in Innovation ‘Differen Nation, One Vision’. di kampus Universitas Mercu Buana, Meruya
Selatan pada Jumat, 22 September 2017 lalu.
Tidak teralu banyak yang kami kunjungi, namun hampir
semua stand yang ada disana sangat
menarik. Peserta yang berkompstisi dalam acara tersebut mulai dari anak usia SD
hingga perguruan tinggi. Kemudian pesertanya juga tidak hanya dari Negara kita,
ada yang berasal dari India, Negara eropa, dan lain-lain. Namun karena ingin
lebih menggali informasi dengan leluasa kami mencari peserta yang
berkewarganegaraan Indonesia juga, dan kami pun menemukannya.

Eco-Diesel adalah biodiesel yang berasal dari minyak
bekas pakai atau minyak jelantah yang melalui proses pemurnian dan proses
Transesferifikasi proses. Namun didalam prosesnya juga ditambahkan methanol. Kelebihan pembuatan Eco-Diesel yaitu:
-
tidak
menggunakan bahan kimia berbahaya sebagai penyaring limbah minyak goreng.
-
Dapat mengurangi
kebutuhan sawit setiap tahunnya.
-
Peralatanya
mudah digunakan, murah dan ramah lingkungan.
Proses
Terdapat dua proses
yang harus dilalui yang pertama adalah proses penyaringan dan yang kedua proses
pembuatan minyak goreng yang sudah disaring untuk diubah menjadi biodiesel1. Proses Pertama (penyaringan)
- pertama, isi minyak
goreng bekas ke kotak no 1 (berbentuk seperti aquarium)
- kemudian aquarium yang dihubungkan dengan
selang bening yang terdapat katup atau keran antara aquarim dan selang menuju
pipa titrasi (umumnya dipakai pada uji asam-basa).
- di dalam pipa diberi
1/3 karbon aktif yang terbuat dari serabut kelapa.
- kemudian keluaran nya
berupa minyak jernih.
Dalam hal transesterifikasi, kita tidak mengetahui lebih banyak karena alatnya tidak dibawa oleh peserta. Namun sesuai ilustrasi gambar diatas, minyak dimasukkan kedalam botol yang kemudian diberi kondensor dan diletakkan thermometer untuk suhunya dan kemudian botol tersebut dimasukkan kedalam kotak pemanas ultrasonic yang berisi air. Prosesnya berlangsung selama 3 jam hingga kemudian berubah menjadi biodiesel.
kenang kenangan dari kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar