
Perencanaan bisnis sangat penting bagi Anda yang
baru memulai usaha, Anda ingin memiliki usaha yang bertahan lama, bukan?
Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda harus membuat perencanaan bisnis yang
baik:
Trend Masyarakat yang Berubah
Semakin berkembangnya zaman, trend masyarakat pun
ikut berkembang. Pada era 70 hingga 80-an musik disco menjadi musik kegemaran
masyarakat dan motif vintage menjadi motif yang sering digunakan. Berbeda
dengan abad ke-21 dimana fashion dan musik Korea menjadi kegemaran masyarakat.
Agar produk atau jasa Anda terus berinovasi, Anda perlu membuat perencanaan
yang up to date dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rencana bisnis akan
membantu Anda mempelajari lebih banyak tentang industri, pasar, dan kompetitor
perusahaan Anda.
Menghindari Kesalahan Fatal
Kesalahan merupakan hal yang wajar terjadi dalam
menjalankan bisnis. Tapi tidak dengan kesalahan besar. Anda tentu tidak mau
menderita kerugian besar, bukan? Sebelum mengalami penyesalaan, sebaiknya Anda
membuat perencanaan yang mendetail dengan pertimbangan yang jelas. Membuat
perencanaan yang detail akan menghindarkan Anda dari risiko kerugian dan
kegagalan usaha.
Meningkatkan Modal Anda
Rencana bisnis sangat diperlukan ketika Anda ingin
menarik investor. Investor yang cerdas tidak akan berinvestasi pada perusahaan
yang tidak memiliki rencana bisnis karena akan berujung pada penggunaan modal
yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Anda harus membuat
perencanaan bisnis yang kreatif, jelas, dan menarik. Investor yang tertarik
dengan rencana bisnis Anda akan dengan senang hati berinvestasi pada perusahaan
Anda.
Mengontrol Usaha Anda dan Menentukan Prioritas Anda
Rencana bisnis akan membantu Anda dalam menentukan
apa yang tidak dapat dan dapat dilakukan sehingga Anda dapat menentukan
prioritas dalam pelaksanaan bisnis. Dengan membuat rencana bisnis, Anda dapat
mengontrol jalannya bisnis sesuai dengan tujuan.
Kapan Saat yang Tepat Untuk Membuat Rencana Bisnis?
Seperti kegiatan-kegiatan pada umumnya, perencanaan
bisnis harus dibuat sebelum Anda memulai bisnis. Membuat perencanaan akan
memberikan Anda waktu untuk mengumpulkan semua data dan fakta yang berkaitan
dengan industri yang akan Anda geluti. Fakta dan data ini akan membuat Anda
semakin percaya diri untuk menjalankan bisnis.
Namun, tidak menutup kemungkinan jika harus mengubah
atau memperbaiki rencana bisnis Anda ketika pelaksanaan rencana yang sudah
dibuat sebelumnya mengalami kegagalan. Segera teliti penyebabnya dan buatlah
perencanaan yang baru dan lebih baik sehingga bisnis Anda tidak terganggu.
Karakteristik dari Rencana bisnis yang baik
Realistis
Rencana yang baik adalah rencana yang dapat
diimplementasikan. Rencana yang realistis dan sesuai dengan target akan bermanfaat
bagi kesiapan bisnis Anda. Contohnya, jika Anda ingin mempromosikan produk Anda
di desa-desa terpencil, Anda harus meneliti kehidupan masyarakat disana dan
menemukan strategi bisnis yang sesuai. Anda tidak mungkin menggunakan internet
ebagai sarana promosi Anda, bukan? Sebaliknya, Anda akan menggunakan media yang
lebih umum digunakan masyarakat pedesaan. Bahkan Anda mungkin akan pergi dan
mengadakan demo produk di desa-desa terpencil.
Spesifik
Dalam membuat perencanaan, Anda harus menetapkan
tugas-tugas, deadline, prediksi, anggaran, dan indikator. Hal-hal tersebut
merupakan alat pengukur kesuksesan rencana bisnis Anda. Rencana Anda harus
dapat mendeskripsikan dengan jelas setiap hal tersebut.
Contohnya saat Anda ingin menjual produk kecantikan,
Anda harus mendefiniskan dengan jelas tanggung jawab setiap orang dan tugas
yang dilakukan (seperti manager, sales, marketing, research, dll), membuat
kalendarisasi untuk perusahaan (kapan produk selesai, launching produk
distribusi produk, dll), menentukan indikator kesuksesan rencana yang
dijalankan (misalnya melalui jumlah produk yang dibeli, jumlah subscriber
website, dll), serta anggaran total yang dibutuhkan untuk keseluruhan rencana.
Komunikatif
Rencana bisnis yang baik harus dapat dimengerti oleh
seluruh anggota dalam tim. Anda dapat membuat rencana yang kreatif, tapi belum
tentu rencana Anda dapat dimengerti oleh tim. Jika pegawai atau tim tidak
mengerti, bagaimana mereka dapat menjalankan rencana Anda?
Membuat rencana yang komunikatif sangat penting bagi
pelaksanaan bisnis Anda. Ingatlah bahwa rencana Anda hanya dapat dimengerti
oleh tim saja. Buatlah poin-poin rahasia yang hanya dapat dimengerti oleh
anggota tim. Dengan demikian, Anda dapat mengkomunikasikan rencana Anda dengan
tetap menjaga kerahasiaannya.
Fleksibel
Rencana bisnis yang baik harus bersifat fleksibel,
dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Dengan demikian, usaha Anda dapat terus berkembang dan bisnis Anda dapat diterima
dengan baik oleh masyarakat.
Membuat Rencana Bisnis yang Efektif
Efektif atau tidaknya rencana bisnis Anda akan
mempengaruhi pelaksanaan bisnis. Setelah mengetahui karakteristik rencana
bisnis yang baik, berikut ini adalah 5 langkah praktis yang dapat Anda lakukan
dalam perencanaan bisnis Anda:
- Tentukan
visi dan misi
- Analisa
target pasar Anda dengan menggunakan metode seperti SWOT (Strenghts,
Weaknesses, Opportunities, Threats) atau STEEPLE (Social, Technological,
Economical, Enviromental, Political, Legal, Ethical).
- Bangun
rencana dengan maksimal
- Segera buat
anggaran / budgeting
- Tuliskan
dan buat rencana bisnis Anda menjadi dokumen. Simpan dan lakukan koreksi
secara berkala apabila ada perubahan yang perlu dilakukan pada rencana
tersebut.
Beberapa perencanaan kegiatan
operasional perlu diselenggarakan melalui aktifitas anggota satuan pengaman,
berdasarkan sistem manajemen, perencanaan kegiatan operasional ditentukan pertama
: bentuk tanggungjawab, wewenang dan komunikasi sehingga terjadi pelaksanaan
sistem manajemen yang efektif. Kedua : pengelolaan sumber daya dalam
organisasi yang menentukan penyediaan sumber daya manusia, kompetensi, sarana
dan lingkungan kerja yang dapat diimplementasikan manajemen operasional dalam
kegiatan :
- Membuat
Standart Operasional Prosedur (SOP) yang baku, selanjutnya akan
dilakukan revisi dengan memberikan pengurangan dan penambahan isi SOP
didasarkan kepada situasi, kondisi dan kebutuhan manajemen pengguna jasa.
Setelah melaksanakan survey oleh manajemen operasional dan pengalaman
terhadap praktek pengamanan dilapangan serta koordinasi dengan manajemen
pengguna jasa maka SOP dapat dibuat dan dijadikan pedoman pelaksanaan
pengamanan yang disepakati bersama.
- Manajemen
operasional melakukan survey terhadap target lokasi yang akan dijaga untuk
keperluan seperti persiapan pembuatan tender, disini-lah manajemen
operasional dituntut untuk melakukan analisa perencanaan kegiatan
pengamanan dilokasi, berdasarkan luas area pengamanan, aktifitas berbagai
dilokasi pengamanan sehingga dapat menentukan jumlah kebutuhan dan
menentukan kapasitas setiap anggota satuan pengaman yang akan ditempatkan
sesuai dengan kebutuhan.
- Ikut
menentukan dalam menganalisa kebutuhan sarana prasarana dan sistem
administrasi dilokasi pengamanan seperti penyediaan tongkat, borgol, buku
mutasi dan sarana pendukung lainnya yang menunjang sistem pengamanan.
Perencanaan operasional adalah perencanaan yang
memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pendek) dan terutama
berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi.
Perencanaan operasional merupakan kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Perencanaan operasional merupakan kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Adapun bentuk perencanaaan operasional terdiri dari
1. Rencana sekali pakai (single-use
plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana
ini telah selesai dilaksanakan. Contoh : program, proyek
2. Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi. Contoh : kebijakan, peraturan
2. Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi. Contoh : kebijakan, peraturan
Rencana
kegiatan operasional adalah cara spesifik yang akan ditempuh untuk mencapai
sasaran kegiatan. Rencana
kegiatan ini dapat memiliki bentuk sebagai berikut:
1.
Rangkaian
sasaran yang lebih spesifik dengan jangka waktu yang lebih pendek.
2.
Rangkaian
kegiatan yang saling terkait akibat dipilihnya suatu alternatif intervensi.
3.
Rencana
kegiatan operasional memiliki jangka waktu spesifik, kebutuhan sumber daya yang
spesifik dan akontabilitas untuk setiap tahapannya.
Secara umum rencana kegiatan operasional
mengandung unsur –unsur :
1.
Tahapan atau rencana kegiatan spesifik yang harus dilakukan.
2.
Adanya orang yang bertanggung jawab agar setiap tahap atau tindakan dapat
diselesaikan dengan baik.
3.
Jadwal untuk menjalankan setiap tahapan atau tindakan
4.
Sumber daya yang perlu dialokasikan agar tahapan atau tindakan tersebut dapat
diselesaikan dengan baik
5.
Adanya mekanisme umpan balik untuk memantau setiap tahapan atau tindakan.
Sekian
artikel dari saya, semoga bermanfaat.....
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar