MOTIVASI
MENJADI PENGUSAHA SUKSES
Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan
membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya pada mitos-mitos terkait
kewirausahaan. Berikut ini beberapa mitos yang selalu kita dengar di tengah
masyarakat :
Wirausaha merupakan bakan & keturunan
Pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir
Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk
Pengusaha adalah selalu sebagai investor
Pengusaha membutuhkan keberuntungan
Pengusaha harus selalu sukses dan tidak boleh gagal
Pengusaha adalah sama seperti penjudi
Mengubah Pola Pikir
Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan tidak mudah.
Perubahan bukanlah kata yang menakutkan dan membahayakan. Mengubah pola pikir
memerlukan keberanian dan kerelaan.
Menurut McGrath dan MacMillan (2000) ada lima karakteristik
yang umumnya dimiliki oleh pengusaha :
Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari
peluang-peluang baru
Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat
Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan
menghindari mengejar peluang laun yang belum jelas
Pengusaha berfokus pada pelaksanaan
Pengusaha mengikutsertakan energy setiap orang yang berbeda
dalam jangkauan mereka
Memotivasi Berprestasi
Semakin seseoang meyakini bahwa dirinya dapat mengelolah
berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat
mewujudkan satu prestasi. Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
Berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi
dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuan
Dapatmendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan
mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada
Mempunyai perilaku yang agresif dalam mengejar tujuan atau
berorientasi pada tujuan dan hasil
Mau belajar dari pengalaman
Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara
terus-menerus
Seseorang menat berwirausaha karena adanya sesuatu motif,
yaitu motif berprestasi. David C. McClelland mengelompokan motivasi menjadi
tiga motif social yaitu: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan
kebutuhan akan afisiliasi.
Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bahwa Sadar
Apa saja yang kita dapatkan hari ini, baik disadari maupun
tidak, sebenarnya merupakan hasil dari proses kekuatan alam bahwa sadar.
Yakinlah apa yang kia dapatkan hari ini sebenarnya sudah pernah kita bayangkan
sebelumnya atau pernah terlintas dalam otak, imajinasi, atau bahkan dalam mimpi
walau hanya sesaat.
Proses mental bahwa sadar dapat membantu kita melaksanakan
kegiatan sehari-hari. Menggunakan kekuatan yang terfokus pada keiginan untuk
merasakan suatu kesenangan atau kesengsaraan mampu menimbulkan energy dasyat
dalam hidup.
Pikiran manusia dapat dikelompokan menjadi dua yaitu pikiran
sadar dan tidak sadar. Pikiran bahwa sadar mampu mengontrol tindakan secara
otomatis. Beberapa factor atau kondisi yang mendorong semakin produktifitasnya
pikiran bawah sadar yaitu :
Sikap ragu-ragu
Sikap berani
Bermacam-macam pengalaman, memori, dan ketertarikan
Persiapan yang sempurna dan sungguh-sungguh
Menyerah sementara
Istirahat / santai
Menulis
Berukar pikiran
Bebas dari kebingungan atau kekacauan
Batas waktu (deadlines)
Tensi (tension)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar