Dalam menjalankan
usaha, orang cina mempunyai tata cara yang tidak formal dan tidak birokratis.
Mereka menjadikan perdagamgan semudahmungkin. Hal ini yang menjadikan budaya
pragmatis dalam perdaangan orang cina. Sebagai contoh, transaksi/order yang
bernilai miliaran di medan cukup dilakukan dengan secarik kertas, sehingga
prosesnya tidak rumit, namun atas kepercayaan menjadi dasar penting dalam
berusaha. Ada ungkapan dalam bahasa cina,yang dapat diartikan “jika dahulu
bapaknya berjualan air dipinggir jalan, anaknya akan membuka restoran, daan
barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memroduksi air dalam kemasan”.
Kalimat menunnjukkan bahwadalam budayacina terdapat prinsip generasi mendatang
haus lebih baik daari generasi sebelumnya. Prinsip tersebut saat ini dikenal
dengan istilah perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), dimana dalam
setiap kegiatan harus dilakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus.
Berikut ini adalah budayabisnis orang cina :
1. Orang
cina rela bangun pagi dan terrus bekerja sampai malam hari untuk mencapai
keberhasilan
2. Apabila
orang cina mengatakan akan berdagang, mereka biasanya tidak akan berpikir
panjang untuk melakukannya
3. Kegagalan
pertama tidak dapat melunturkan semangat. Sebaliknya, akan membuatlebih gigih
4. Apabila
melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan untuk
mendapatkan keuntungan jangka panjang
5. Budaya
dagang cina mengutamakan hal penting “siapa cepat dia dapat”
Contoh pengusaha cina
yang berhassil adalah Hary jap. Pria berusia 37 tahun ini menjadi generasi muda
yang sukses di bidang property. Sebelum lulus sarjana teknik sipil pada
tahun1994, Hary jap sudah bekerja pada sinar mas group. Beberapa waktu kemudian
ia diangkat menjjadi professional pada perusahaan kontraktor gedung bertingkat
dan pada tahun 1998 bergabung marketing associate Ray white di kelapa gading.
Hanya dalam waktu 1 tahun ia sudah mencapai posisi peraih komisi yang
tertinggi. Hanya dalam waktu 1 tahun Hary jap behasil membangun kantor sendiri
di pluit. “saya bukan penganut ada gula ada semut, makanya saya buka kantor
yang belum ada pesaingnya dan mematikan usaha teman sendiri”. Hary juga membuka
pemasaran melalui internet melalui www.indoproperty.com
dan berkat usaha keras hanya dalam waktu 35 bulan(3 tahun) perusahaan sudah
balik modal, bahkan pada 2001 dapat
mengakuisisi Ray white pondok indah. Karena merasa tidak puas dengan merek
asing. Hary membuka merek sendiri yang terus berkembang sampai saat ini.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar