April 01, 2016

Berplagiatlah kepada Cina

7 Pelajaran Kewirausahaan dari Karakter Orang China

Sebagai bangsa Indonesia yang terbuka dan demokratis, tentu kita juga sebaiknya

belajar banyak tentang hal-hal positif dari bangsa lain, termasuk bangsa China,

khususnya yang berkaitan dengan kewirausahaan. Apa saja pelajaran yang bisa petik

dari pengusaha-pengusaha sukses asal China atau keturunan China? Inilah sekilas

rangkumannya!

1. Pintar Melihat dan Menemukan Peluang Usaha

Orang-orang China dikenal pintar dan jeli dalam melihat sebuah peluang usaha.

Bahkan di tempat merantau pun, mereka bisa mengubah sesuatu yang awalnya

dianggap tidak menghasilkan uang menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.

2. Rajin dan Disiplin

Selain jeli dalam membangun bisnis, mereka juga terkenal ulet dan disiplin. Pepatah

nasihat para leluhurnya sering menginspirasi mereka untuk bangun pagi lebih awal dan

tidur setelah pekerjaan beres.

3. Pandai Menyesuaikan Diri

Sebagian orang China dikenal suka merantau demi memuwujudkan kesuksesan

hidupnya. Dalam proses migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, mereka pandai

melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan dan budaya setempat, serta juga

menyesuaikan diri terhadap kondisi ekonomi mereka.

4. Teliti dalam Pembukuan

Bagi para pengusaha China, catat-mencatat transaksi bisnis adalah sesuatu yang wajib

bagi mereka untuk mengetahui dan memantau perkembangan bisnisnya, meskipun

dalam konsep yang sederhana. Mereka dikenal sebagai akuntan yang rapi dan teliti.

5. Cermat dan Hemat Mengelola Keuangan

Dalam urusan keuangan, wirausahawan China selulau berusaha cermat dan hemat.

Mereka lebih mengutamakan mengeluarkan dana untuk membesarkan bisnisnya,

ketimbang untuk keperluan lain yang tidak penting.

6. Berani Memulai Usaha dan Kompetitif

Dalam membangun sebuah bisnis khususnya di tempat perantauan, orang-orang China

selalu yakin dan berani memulainya meskipun dengan modal seadanya. Bahkan

mereka berani berkompetisi dengan pelaku usaha yang telah lebih dulu eksis. Tak

jarang mereka bersedia menawarkan harga yang lebih murah dan kompetitif. Meskipun

keuntungan kecil, tapi jika pangsa pasarnya besar, maka keuntungan juga melimpah.  

7. Tidak Gengsian

Jika anda berniat memulai berwirausaha, maka singkirkan rasa gengsi anda. Banyak

pengusaha China dan keturunan China yang telah sukses meraih mimpinya diawali

dengan modal yang pas-pasan bahkan dengan sarana yang tidak layak, seperti sepeda

motor butut, gerobak, atau toko klontong kecil yang bagi sebagian orang malu (gengsi)

menggunakannya.

Rahasia Sukses Orang Tionghoa Dalam Memulai Usaha

1. Usaha keras, berani mencoba & tak takut gagal, mulai dengan apa

adanya.

2. Mengumpulkan informasi dan belajar.

3. Melakukan perencanaan.

4. Membina relasi.

5. Kemampuan administratif dan inventory control.

6. Kemampuan pemasaran.

7. Mendelegasikan.

8. mendiversifikasi.

9. Mengolah keuangan.

Renungan Dan Motivasi

1. Kesederhanaan

Kesederhanaan dan keprihatinan orang Cina bukan karena mereka tidak

mempunyai uang, tapi mereka memang menggunakan uang begitu sangat disiplin

dan perhitungan. Orientasi mereka bukan untuk sesaat tetapi berfikir panjang dan

jauh.

Dalam mengelola keuangan, orang Cina lebih hati-hati dan terkesan pelit, karena

mereka sangat malu bila harus hutang uang pada orang lain kalau kepepet, jadi

akibatnya mereka selalu berusaha menabung untuk cadangan, karena sikap inilah

mereka jarang konsumtif, dan akibatnya bisa melipatkan modalnya.

2. Pekerja Keras dan Cerdas

Orang Cina itu pekerja keras dan cerdas. Orang Cina; kalau ayahnya jualan kacang

buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang.

Jadi, untuk faktor entrepreneurship, mungkin Cina nomor satu di dunia.

Orang Cina karena telah digemleng dalam kesusahan dalam kehidupannya, maka

alami berusaha sekuat tenaga dan memeras otak untuk survive. Persis jika orang

tercebur di air maka akan meronta-ronta supaya kepalanya tetap di atas air untuk

bernafas dan tetap hidup.

Di Cina, sebulan umumnya bekerja 60 jam, enam hari seminggu. Meski sekitar 20

jam di antaranya terhitung lembur, tapi mereka tidak mendapat upah tambahan dari

kerja ekstra itu. Umumnya, kaum pekerja keras itu mengaku tak punya pilihan

kecuali lembur dan menganggap hal itu memang sudah menjadi tugas mereka,

sehingga memang tidak perlu upah tambahan. Disebutkan bahwa sedikitnya di tiga

kota Cina, 51 persen orang yang lembur selama hari kerja tak mendapatkan upah

tambahan.

3. Fleksible

Orang Cina adalah bangsa yang fleksible, mudah berubah dan menyesuaikan diri

dengan keadaan yang bagaimanapun. Mereka akan dapat hidup dan mencari

makan di mana pun mereka berada. Inilah salah satu kepandaian orang Cina.

Orang Cina biasa berdagang di mana saja termasuk di kawasan yang paling tidak

produktif sekalipun. Hal ini diungkapkan bahwa “Orang Cina biasa berdagang di

kampong Melayu, tetapi orang Melayu belum tentu bisa berdagang di kawasan

orang Cina.”

4. Tahan Banting

Prinsip bisnis orang Cina, yakni agresif, jangan melepas peluang, berani

mengambil resiko, tahan banting, tidak menyerah pada nasib, dan semangat juang.

pedagang Cina dikatakan agresif dalam berbisbis karena mereka tidak mau

kompromi, terutama menyangkut kualitas barang, untung, dan rugi. Pedagang

harus bisa membedakan antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Mereka juga

sangat tegas dalam megurus keuangannya. Hasil keuntungan harus digunakan

untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan lagi. Uang harus menjadi uang.

Jangan melepaskan peluang. Sekali terlepas peluang itu sulit mengejarnya

kembali, karena peluang hanya datang dalam sekali. Pedagang harus cepat

bertindak, lebih lama menunggu lebih banyak yang terbuang, membiarkannya

berarti membuang keuntungan serta menolak kekayaan.

5. Berani Mengambil Resiko

Berani mengambil resiko termasuk resiko gagal, rugi ataupun jatuh usaha

dagangnya. Berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko dan tidak ada

jaminan dengan berdagang orang akan untung, oleh karena itu setiap kegiatan

perdagangan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan dilakukan sambil

lalu. Orang yang berani maka harus berani mencoba, membuka dan memajukan

perdagangannya. Musuh utama para pedagang adalah takut bersaing dan takut

gagal.

6. Kalender dan Jam

Coba perhatikan kalau Anda masuk ke sebuah toko orang Cina, entah itu lestoran,

toko bangunan, atau toko apapun. Perhatikan dinding-dindingnya, pasti akan

banyak menemukan kalender lebih dari satu. Selain sebagai hiasan dinding,

ruangan tersebut kalender yang berfungsi sebagai petunjuk tanggal dan hari

menyimbolkan orang Cina sangat menghargai hari-hari yang sudah dan akan

berlalu. Bagi mereka setiap hari haruslah bermakna dan menghasilkan jangan

membuang waktu sia-sia dengan hal yang tidak berguna.

Begitupun dengan jam dinding. Mereka sangat menghargai waktu yang berlalu

setiap harinya. Waktu bagi mereka sangatlah berharga setiap detik adalah kerja

keras yang harus ditempuh. Orang Cina sangat menghargai waktu dalam berbisnis,

mereka memulai usahanya akan lebih awal dari orang lain. Begitupun dengan

menutup usaha atau toko mereka akan lebih akhir dari orang lain. Orang Cina

mempunyai prinsip kalau perlu bekerja rodi dari pagi subuh hingga malam. Bagi

orang Cina, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan

besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasannya.

SUMBER:

http://www.erepublik.com/id/article/renungan-dan-motivasi-

prinsip-berdagang-untuk-masa-depan--1622645/1/20

http://id.netlog.com/irvandpoetra/blog/blogid=141140

http://www.kerjausaha.com/2014/04/7-pelajaran-

kewirausahaan-dari-karakter.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar