7 Pelajaran Kewirausahaan dari Karakter Orang China
Sebagai bangsa Indonesia yang terbuka dan demokratis, tentu kita juga sebaiknya
belajar banyak tentang hal-hal positif dari bangsa lain, termasuk bangsa China,
khususnya yang berkaitan dengan kewirausahaan. Apa saja pelajaran yang bisa petik
dari pengusaha-pengusaha sukses asal China atau keturunan China? Inilah sekilas
rangkumannya!
1. Pintar Melihat dan Menemukan Peluang Usaha
Orang-orang China dikenal pintar dan jeli dalam melihat sebuah peluang usaha.
Bahkan di tempat merantau pun, mereka bisa mengubah sesuatu yang awalnya
dianggap tidak menghasilkan uang menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.
2. Rajin dan Disiplin
Selain jeli dalam membangun bisnis, mereka juga terkenal ulet dan disiplin. Pepatah
nasihat para leluhurnya sering menginspirasi mereka untuk bangun pagi lebih awal dan
tidur setelah pekerjaan beres.
3. Pandai Menyesuaikan Diri
Sebagian orang China dikenal suka merantau demi memuwujudkan kesuksesan
hidupnya. Dalam proses migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, mereka pandai
melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan dan budaya setempat, serta juga
menyesuaikan diri terhadap kondisi ekonomi mereka.
4. Teliti dalam Pembukuan
Bagi para pengusaha China, catat-mencatat transaksi bisnis adalah sesuatu yang wajib
bagi mereka untuk mengetahui dan memantau perkembangan bisnisnya, meskipun
dalam konsep yang sederhana. Mereka dikenal sebagai akuntan yang rapi dan teliti.
5. Cermat dan Hemat Mengelola Keuangan
Dalam urusan keuangan, wirausahawan China selulau berusaha cermat dan hemat.
Mereka lebih mengutamakan mengeluarkan dana untuk membesarkan bisnisnya,
ketimbang untuk keperluan lain yang tidak penting.
6. Berani Memulai Usaha dan Kompetitif
Dalam membangun sebuah bisnis khususnya di tempat perantauan, orang-orang China
selalu yakin dan berani memulainya meskipun dengan modal seadanya. Bahkan
mereka berani berkompetisi dengan pelaku usaha yang telah lebih dulu eksis. Tak
jarang mereka bersedia menawarkan harga yang lebih murah dan kompetitif. Meskipun
keuntungan kecil, tapi jika pangsa pasarnya besar, maka keuntungan juga melimpah.
7. Tidak Gengsian
Jika anda berniat memulai berwirausaha, maka singkirkan rasa gengsi anda. Banyak
pengusaha China dan keturunan China yang telah sukses meraih mimpinya diawali
dengan modal yang pas-pasan bahkan dengan sarana yang tidak layak, seperti sepeda
motor butut, gerobak, atau toko klontong kecil yang bagi sebagian orang malu (gengsi)
menggunakannya.
Rahasia Sukses Orang Tionghoa Dalam Memulai Usaha
1. Usaha keras, berani mencoba & tak takut gagal, mulai dengan apa
adanya.
2. Mengumpulkan informasi dan belajar.
3. Melakukan perencanaan.
4. Membina relasi.
5. Kemampuan administratif dan inventory control.
6. Kemampuan pemasaran.
7. Mendelegasikan.
8. mendiversifikasi.
9. Mengolah keuangan.
Renungan Dan Motivasi
1. Kesederhanaan
Kesederhanaan dan keprihatinan orang Cina bukan karena mereka tidak
mempunyai uang, tapi mereka memang menggunakan uang begitu sangat disiplin
dan perhitungan. Orientasi mereka bukan untuk sesaat tetapi berfikir panjang dan
jauh.
Dalam mengelola keuangan, orang Cina lebih hati-hati dan terkesan pelit, karena
mereka sangat malu bila harus hutang uang pada orang lain kalau kepepet, jadi
akibatnya mereka selalu berusaha menabung untuk cadangan, karena sikap inilah
mereka jarang konsumtif, dan akibatnya bisa melipatkan modalnya.
2. Pekerja Keras dan Cerdas
Orang Cina itu pekerja keras dan cerdas. Orang Cina; kalau ayahnya jualan kacang
buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang.
Jadi, untuk faktor entrepreneurship, mungkin Cina nomor satu di dunia.
Orang Cina karena telah digemleng dalam kesusahan dalam kehidupannya, maka
alami berusaha sekuat tenaga dan memeras otak untuk survive. Persis jika orang
tercebur di air maka akan meronta-ronta supaya kepalanya tetap di atas air untuk
bernafas dan tetap hidup.
Di Cina, sebulan umumnya bekerja 60 jam, enam hari seminggu. Meski sekitar 20
jam di antaranya terhitung lembur, tapi mereka tidak mendapat upah tambahan dari
kerja ekstra itu. Umumnya, kaum pekerja keras itu mengaku tak punya pilihan
kecuali lembur dan menganggap hal itu memang sudah menjadi tugas mereka,
sehingga memang tidak perlu upah tambahan. Disebutkan bahwa sedikitnya di tiga
kota Cina, 51 persen orang yang lembur selama hari kerja tak mendapatkan upah
tambahan.
3. Fleksible
Orang Cina adalah bangsa yang fleksible, mudah berubah dan menyesuaikan diri
dengan keadaan yang bagaimanapun. Mereka akan dapat hidup dan mencari
makan di mana pun mereka berada. Inilah salah satu kepandaian orang Cina.
Orang Cina biasa berdagang di mana saja termasuk di kawasan yang paling tidak
produktif sekalipun. Hal ini diungkapkan bahwa “Orang Cina biasa berdagang di
kampong Melayu, tetapi orang Melayu belum tentu bisa berdagang di kawasan
orang Cina.”
4. Tahan Banting
Prinsip bisnis orang Cina, yakni agresif, jangan melepas peluang, berani
mengambil resiko, tahan banting, tidak menyerah pada nasib, dan semangat juang.
pedagang Cina dikatakan agresif dalam berbisbis karena mereka tidak mau
kompromi, terutama menyangkut kualitas barang, untung, dan rugi. Pedagang
harus bisa membedakan antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Mereka juga
sangat tegas dalam megurus keuangannya. Hasil keuntungan harus digunakan
untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan lagi. Uang harus menjadi uang.
Jangan melepaskan peluang. Sekali terlepas peluang itu sulit mengejarnya
kembali, karena peluang hanya datang dalam sekali. Pedagang harus cepat
bertindak, lebih lama menunggu lebih banyak yang terbuang, membiarkannya
berarti membuang keuntungan serta menolak kekayaan.
5. Berani Mengambil Resiko
Berani mengambil resiko termasuk resiko gagal, rugi ataupun jatuh usaha
dagangnya. Berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko dan tidak ada
jaminan dengan berdagang orang akan untung, oleh karena itu setiap kegiatan
perdagangan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan dilakukan sambil
lalu. Orang yang berani maka harus berani mencoba, membuka dan memajukan
perdagangannya. Musuh utama para pedagang adalah takut bersaing dan takut
gagal.
6. Kalender dan Jam
Coba perhatikan kalau Anda masuk ke sebuah toko orang Cina, entah itu lestoran,
toko bangunan, atau toko apapun. Perhatikan dinding-dindingnya, pasti akan
banyak menemukan kalender lebih dari satu. Selain sebagai hiasan dinding,
ruangan tersebut kalender yang berfungsi sebagai petunjuk tanggal dan hari
menyimbolkan orang Cina sangat menghargai hari-hari yang sudah dan akan
berlalu. Bagi mereka setiap hari haruslah bermakna dan menghasilkan jangan
membuang waktu sia-sia dengan hal yang tidak berguna.
Begitupun dengan jam dinding. Mereka sangat menghargai waktu yang berlalu
setiap harinya. Waktu bagi mereka sangatlah berharga setiap detik adalah kerja
keras yang harus ditempuh. Orang Cina sangat menghargai waktu dalam berbisnis,
mereka memulai usahanya akan lebih awal dari orang lain. Begitupun dengan
menutup usaha atau toko mereka akan lebih akhir dari orang lain. Orang Cina
mempunyai prinsip kalau perlu bekerja rodi dari pagi subuh hingga malam. Bagi
orang Cina, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan
besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasannya.
SUMBER:
http://www.erepublik.com/id/article/renungan-dan-motivasi-
prinsip-berdagang-untuk-masa-depan--1622645/1/20
http://id.netlog.com/irvandpoetra/blog/blogid=141140
http://www.kerjausaha.com/2014/04/7-pelajaran-
kewirausahaan-dari-karakter.html
Sebagai bangsa Indonesia yang terbuka dan demokratis, tentu kita juga sebaiknya
belajar banyak tentang hal-hal positif dari bangsa lain, termasuk bangsa China,
khususnya yang berkaitan dengan kewirausahaan. Apa saja pelajaran yang bisa petik
dari pengusaha-pengusaha sukses asal China atau keturunan China? Inilah sekilas
rangkumannya!
1. Pintar Melihat dan Menemukan Peluang Usaha
Orang-orang China dikenal pintar dan jeli dalam melihat sebuah peluang usaha.
Bahkan di tempat merantau pun, mereka bisa mengubah sesuatu yang awalnya
dianggap tidak menghasilkan uang menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.
2. Rajin dan Disiplin
Selain jeli dalam membangun bisnis, mereka juga terkenal ulet dan disiplin. Pepatah
nasihat para leluhurnya sering menginspirasi mereka untuk bangun pagi lebih awal dan
tidur setelah pekerjaan beres.
3. Pandai Menyesuaikan Diri
Sebagian orang China dikenal suka merantau demi memuwujudkan kesuksesan
hidupnya. Dalam proses migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, mereka pandai
melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan dan budaya setempat, serta juga
menyesuaikan diri terhadap kondisi ekonomi mereka.
4. Teliti dalam Pembukuan
Bagi para pengusaha China, catat-mencatat transaksi bisnis adalah sesuatu yang wajib
bagi mereka untuk mengetahui dan memantau perkembangan bisnisnya, meskipun
dalam konsep yang sederhana. Mereka dikenal sebagai akuntan yang rapi dan teliti.
5. Cermat dan Hemat Mengelola Keuangan
Dalam urusan keuangan, wirausahawan China selulau berusaha cermat dan hemat.
Mereka lebih mengutamakan mengeluarkan dana untuk membesarkan bisnisnya,
ketimbang untuk keperluan lain yang tidak penting.
6. Berani Memulai Usaha dan Kompetitif
Dalam membangun sebuah bisnis khususnya di tempat perantauan, orang-orang China
selalu yakin dan berani memulainya meskipun dengan modal seadanya. Bahkan
mereka berani berkompetisi dengan pelaku usaha yang telah lebih dulu eksis. Tak
jarang mereka bersedia menawarkan harga yang lebih murah dan kompetitif. Meskipun
keuntungan kecil, tapi jika pangsa pasarnya besar, maka keuntungan juga melimpah.
7. Tidak Gengsian
Jika anda berniat memulai berwirausaha, maka singkirkan rasa gengsi anda. Banyak
pengusaha China dan keturunan China yang telah sukses meraih mimpinya diawali
dengan modal yang pas-pasan bahkan dengan sarana yang tidak layak, seperti sepeda
motor butut, gerobak, atau toko klontong kecil yang bagi sebagian orang malu (gengsi)
menggunakannya.
Rahasia Sukses Orang Tionghoa Dalam Memulai Usaha
1. Usaha keras, berani mencoba & tak takut gagal, mulai dengan apa
adanya.
2. Mengumpulkan informasi dan belajar.
3. Melakukan perencanaan.
4. Membina relasi.
5. Kemampuan administratif dan inventory control.
6. Kemampuan pemasaran.
7. Mendelegasikan.
8. mendiversifikasi.
9. Mengolah keuangan.
Renungan Dan Motivasi
1. Kesederhanaan
Kesederhanaan dan keprihatinan orang Cina bukan karena mereka tidak
mempunyai uang, tapi mereka memang menggunakan uang begitu sangat disiplin
dan perhitungan. Orientasi mereka bukan untuk sesaat tetapi berfikir panjang dan
jauh.
Dalam mengelola keuangan, orang Cina lebih hati-hati dan terkesan pelit, karena
mereka sangat malu bila harus hutang uang pada orang lain kalau kepepet, jadi
akibatnya mereka selalu berusaha menabung untuk cadangan, karena sikap inilah
mereka jarang konsumtif, dan akibatnya bisa melipatkan modalnya.
2. Pekerja Keras dan Cerdas
Orang Cina itu pekerja keras dan cerdas. Orang Cina; kalau ayahnya jualan kacang
buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang.
Jadi, untuk faktor entrepreneurship, mungkin Cina nomor satu di dunia.
Orang Cina karena telah digemleng dalam kesusahan dalam kehidupannya, maka
alami berusaha sekuat tenaga dan memeras otak untuk survive. Persis jika orang
tercebur di air maka akan meronta-ronta supaya kepalanya tetap di atas air untuk
bernafas dan tetap hidup.
Di Cina, sebulan umumnya bekerja 60 jam, enam hari seminggu. Meski sekitar 20
jam di antaranya terhitung lembur, tapi mereka tidak mendapat upah tambahan dari
kerja ekstra itu. Umumnya, kaum pekerja keras itu mengaku tak punya pilihan
kecuali lembur dan menganggap hal itu memang sudah menjadi tugas mereka,
sehingga memang tidak perlu upah tambahan. Disebutkan bahwa sedikitnya di tiga
kota Cina, 51 persen orang yang lembur selama hari kerja tak mendapatkan upah
tambahan.
3. Fleksible
Orang Cina adalah bangsa yang fleksible, mudah berubah dan menyesuaikan diri
dengan keadaan yang bagaimanapun. Mereka akan dapat hidup dan mencari
makan di mana pun mereka berada. Inilah salah satu kepandaian orang Cina.
Orang Cina biasa berdagang di mana saja termasuk di kawasan yang paling tidak
produktif sekalipun. Hal ini diungkapkan bahwa “Orang Cina biasa berdagang di
kampong Melayu, tetapi orang Melayu belum tentu bisa berdagang di kawasan
orang Cina.”
4. Tahan Banting
Prinsip bisnis orang Cina, yakni agresif, jangan melepas peluang, berani
mengambil resiko, tahan banting, tidak menyerah pada nasib, dan semangat juang.
pedagang Cina dikatakan agresif dalam berbisbis karena mereka tidak mau
kompromi, terutama menyangkut kualitas barang, untung, dan rugi. Pedagang
harus bisa membedakan antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Mereka juga
sangat tegas dalam megurus keuangannya. Hasil keuntungan harus digunakan
untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan lagi. Uang harus menjadi uang.
Jangan melepaskan peluang. Sekali terlepas peluang itu sulit mengejarnya
kembali, karena peluang hanya datang dalam sekali. Pedagang harus cepat
bertindak, lebih lama menunggu lebih banyak yang terbuang, membiarkannya
berarti membuang keuntungan serta menolak kekayaan.
5. Berani Mengambil Resiko
Berani mengambil resiko termasuk resiko gagal, rugi ataupun jatuh usaha
dagangnya. Berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko dan tidak ada
jaminan dengan berdagang orang akan untung, oleh karena itu setiap kegiatan
perdagangan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan dilakukan sambil
lalu. Orang yang berani maka harus berani mencoba, membuka dan memajukan
perdagangannya. Musuh utama para pedagang adalah takut bersaing dan takut
gagal.
6. Kalender dan Jam
Coba perhatikan kalau Anda masuk ke sebuah toko orang Cina, entah itu lestoran,
toko bangunan, atau toko apapun. Perhatikan dinding-dindingnya, pasti akan
banyak menemukan kalender lebih dari satu. Selain sebagai hiasan dinding,
ruangan tersebut kalender yang berfungsi sebagai petunjuk tanggal dan hari
menyimbolkan orang Cina sangat menghargai hari-hari yang sudah dan akan
berlalu. Bagi mereka setiap hari haruslah bermakna dan menghasilkan jangan
membuang waktu sia-sia dengan hal yang tidak berguna.
Begitupun dengan jam dinding. Mereka sangat menghargai waktu yang berlalu
setiap harinya. Waktu bagi mereka sangatlah berharga setiap detik adalah kerja
keras yang harus ditempuh. Orang Cina sangat menghargai waktu dalam berbisnis,
mereka memulai usahanya akan lebih awal dari orang lain. Begitupun dengan
menutup usaha atau toko mereka akan lebih akhir dari orang lain. Orang Cina
mempunyai prinsip kalau perlu bekerja rodi dari pagi subuh hingga malam. Bagi
orang Cina, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan
besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasannya.
SUMBER:
http://www.erepublik.com/id/article/renungan-dan-motivasi-
prinsip-berdagang-untuk-masa-depan--1622645/1/20
http://id.netlog.com/irvandpoetra/blog/blogid=141140
http://www.kerjausaha.com/2014/04/7-pelajaran-
kewirausahaan-dari-karakter.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar