
Pemilik rumah makan ini bernama Ibu Aya yang kebetulan ibu Aya adalah tante dari saya sendiri. Sebelum membuka rumah makan khas betawi ini, ibu Aya ikut dengan suami nya ke Qatar, karena suami nya bekerja di Kedutaan Besar di Qatar. Karena kehobbian dia memasak, ibu Aya membuat pesanan makanan untuk teman-teman kantor suaminya.
Pada bulan April 2006 Pak Suslilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Kedutaan Besar di Qatar. Untuk menjamu Pak SBY dan rekan-rekan nya ibu Aya menjadi salah satu dari yang memasak untuk makan siangnya. Setelah ikut dengan suami nya ke Qatar ibu Aya balik lagi ke Indonesia dan membuka warung makan khas betawi tersebut. Pertama kali dibuka rumah makan tersebut ibu Aya agak susah untuk mempromosikan nya.
Sudah sebulan dibuka rumah makan tersebut ibu Aya sempat putus asa karena rumah makan nya sepi dari pelanggan, dan sempat seminggu warung rumah makan tersebut sempat tutup sementara waktu. Karena mendapatkan semangat dan motivasi dari suami dan orang-orang terdekatnya, ibu Aya bangkit kembali dan meneruskan untuk membuka rumah makan tersebut. Dengan ikhitiar dan berdoa Alhamdulillah rumah makan khas betawi ini ramai pengunjung dan selau habis. Sampai saat ini rumah makan khas betawi ini selalu ramai ketika weekend.
Rumah makan khas betawi ini setiap hari buka kecuali hari Jum’at. Rumah makan ini bisa menerima pesanan untuk acara dan rumah makan ini telah memiliki 4 (empat) orang karyawan. Makanan yang yang laku adalah soto daging dan pecak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar