Oktober 30, 2022

MARKETING DI ERA DIGITAL

 (@V40-RAHMAT)    


Di era yang serba digital sekarang ini, pemasaran digital (digital marketing) menjadi metode baru yang sangat berperan penting dalam memasarkan suatu bisnis, terutama bisnis seperti jual beli online (online shop). Digital marketing dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan reputasi suatu bisnis secara online, pada semua platform digital. 

Dengan semakin mudahnya akses internet saat ini, jumlah pengguna internet pun semakin meningkat setiap harinya. Orang-orang lebih sering menghabiskan waktu di internet. Kegiatan berbelanja juga saat ini lebih banyak dilakukan secara online, ini berarti pemasaran offline tidak seefektif dulu. 

Digital marketing membantu suatu bisnis menjangkau lebih banyak audiens daripada melalui metode konvensional. Selain dapat menjangkau lebih banyak audiens, digital marketing juga lebih hemat biaya dan terukur. 

Menyadari hal itu, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar seminar online, yang ditujukan untuk mahasiswa semester 5 dengan  tema “Digital Marketing (Optimalisasi Digital Marketing Dalam Menunjang Bisnis)”. Kegiatan berlangsung secara daring, melalui zoom, pada Rabu (15/12) silam. 

Nurvi Oktiani, selaku Kaprodi Manajemen (S1) Universitas BSI menyampaikan, hampir semua kehidupan kita tidak terlepas dari teknologi. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam era saat ini dan kedepanya adalah digital marketing yang sangat luar biasa pesat dalam perkembangannya, apalagi di era pandemi seperti ini. 

“Dengan adanya digital marketing, maka para penggiat usaha bisa lebih kreatif dan bertahan apalagi, pandemi Covid-19 membawa dampak yang besar bagi perkembangan pelaku usaha dan generasi muda yang memulai bisnis, harus mencari strategi yang tepat agar tetap bertahan. Salah satu strategi di masa pandemi ialah digital marketing yang memungkinkan pelaku usaha dan bisnis dapat memasarkan produknya tanpa terkendala kebijakan-kebijakan selama pandemi,” ucap Nurvi. 

Nurvi juga menyampaikan, tujuan seminar online ini agar mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru tentang digital marketing, yang dapat menunjang Ilmu Manajemen yang telah diperoleh di bangku kuliah, untuk siap bersaing dimasa yang akan datang. “Mahasiswa juga harus paham hal-hal lain di luar keilmuan Manajemen, yang tentunya akan saling berkaitan satu sama lain, semisal pengetahuan digital marketing ini dalam manajemen yang memiliki peran sangat besar,” lanjut Nurvi.

Sementara itu, Radius Arianto, selaku narasumber, yang merupakan Digital Marketing Lead-GoWork menyampaikan, upaya digitalisasi dianggap hanya sekadar gaya atau mengikuti tren tanpa adanya kaitan dengan konteks strategi bisnis ataupun marketing. Namun, sebetulnya penting sekali bagi perusahaan untuk memahami tujuan umum yang bisa dicapai, dengan digital marketing. Apalagi digital marketing ini sudah ada jauh, sebelum pandemi Covid-19. 

“Strategi bisnis, mengatur segala aspek mulai dari keuangan, sumber daya, sampai ke layanan konsumen. Digital marketing masuk ke dalam salah satu bagian strategi bisnis, yaitu strategi marketing. Fungsi utamanya adalah bagaimana menyebarkan produk perusahaan ke konsumen. Produk disini bisa berarti produk dalam harfiah, atau edukasi, media, dan lain sebagainya,” jelas Radius.

Radius juga menambahkan konsep GoWork dalam optimalisasi digital marketing, sangat menunjang bisnis di era digital. Juga sangat memudahkan para pekerja, dalam melaksanakan pekerjaanya karena didukung dengan konsep-konsep yang sesuai dengan harapan yang diinginkan. 

“Digital marketing memiliki tiga bagian yaitu Earn Media (Recommendation, Reviews, Reffer, dan Word of mout). Kemudian ada Paid Media (Paid Promotions Influencer PPC) serta Own Media (Website, Social Media Account, Mobile Apps dan Google My Business). Kemudian ada yang namanaya marketing Activity yaitu ada brand dengan konsep layanan, produk, hingga jasa kepada sebuah target market,” ujarnya.

Strategi Baru Marketing 4.0 di Era Digitalisas

Oleh : Indah setyawati (V10-SETYAWATI)



 

Abstrak

Dalam artikel ini membahas tentang Marketing 4.0 di era digitalisasi yang sangat penting dalam marketing. Dunia pemasaran terus berkembang. Bila Anda dulu mengenal era marketing 1.0 yang berorientasi pada produk, kini dunia pemasaran sudah berkembang hingga era marketing 4.0. Marketing 4.0 adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi contoh digital. Buku Marketing 4.0 oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan menjadi acuan untuk memahami pendekatan pemasaran terbaru ini. Marketing 4.0 merupakan sebuah pendekatan pemasaran yang memadukan interaksi online dan offline yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan. Mengapa strategi tersebut bisa terbentuk? Sebab, di era modern ini, pemasaran tidak cukup kalau hanya dilakukan secara online. Perusahaan juga membutuhkan pemasaran offline untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Kata kunci : Marketing 4.0,Perusahaan , Digital

 

Pembahasan

Marketing 4.0 adalah salah satu cara pemasaran yang menggunakan fasilitas internet, menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) hasil survei Data Statistik Pengguna Internet Indonesia dan perilaku pengguna internet pada tahun 2016 adalah sebagai berikut: Jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta. Pengguna internet terbanyak ada di pulau Jawa dengan total pengguna 86.339.350 user atau sekitar 65% dari total penggunan Internet. Pada saat ini, Marketing 4.0 atau digital marketing tidak benar-benar menggantikan pemasaran tradisional, keduanya hadir bersama (coexist). Customer path (perjalanan pelanggan) telah berubah, dulu dikenal dengan 4A, yakni Aware, Attitude, Act, dan Act Again, sekarang menjadi 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Marketing 4.0 menjadi pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi online dan offline yang tujuan utamanya adalah memenangkan advokasi konsumen.

Pada marketing 4.0 ini kita harus mencapai titik WOW pada usahanya. WOW adalah ungkapan yang diucapkan seorang pelanggan kala mengalami kegembiraan luar biasa.kita juga menjadi tahu bahwa WOW mencakup tiga karakteristik.

  1.  WOW itu mengejutkan. Bila seseorang mempunyai harapan tertentu tetapi mendapatkan jauh lebih banyak, itulah momen WOW. Penyimpangan terhadap hasil yang diharapkan adalah yang menciptakan WOW.
  2. WOW itu bersifat pribadi dan dapat dipicu hanya oleh orang yang merasakannya. Kegelisahan tersembunyi yang terpenuhi akan memicu momen WOW. Sayangnya, tidak semua pelanggan mengatakan secara eksplisit apa yang mereka inginkan. Akhirnya, WOW itu menular.
  3. WOW itu menular. Seseorang yang merasakan momen WOW akan menganjurkan dan menyebarkan beritanya ke banyak orang lain. Di dunia marketing 4.0 di mana produk hebat dan layanan hebat adalah komoditas, faktor WOW adalah apa yang membedakan sebuah merek dari pesaingnya. Perusahaan dan merek tidak boleh membiarkan momen WOW berlalu secara kebetulan. Perusahaan harus merancang strategi, membangun infrastruktur, proses, dan melatih prang melaksakan WOW di sepanjang lima A.

Customer path

1. Aware

Tahap pertama pada prinsip 5A adalah aware. Pada tahap ini, audiens mulai mengenal produk yang dijual melalui iklan berbagai media seperti brosur, iklan, atau spanduk. Ini juga merupakan tahapan awal yang akan membuat impresi terhadap brand dari audiens. Tahap ini bisa disebut sebagai tahap “audience know”.

2. Appeal

Pada tahapan ini audiens mulai merasa tertarik dengan produk yang dijual. Audiens juga berpikir apakah mereka harus membeli produk tersebut atau tidak? Apakah audiens benar-benar membutuhkan produk tersebut? Pelanggan secara perlahan mengetahui kebutuhan mereka akan produk tersebut.Tahap ini bisa disebut dengan tahap “audience like”.

3. Ask

Tahapan ask adalah tahapan lanjutan setelah mereka berpikir akan kebutuhan terhadap produk tersebut. Audiens akan mulai melakukan pencarian informasi tentang produk yang sudah mereka pikirkan. Audiens dapat mencari informasi dari internet maupun menanyakan teman yang sudah pernah membeli produk tersebut. Tahapan ini yang akan meyakinkan pembeli terhadap produk yang dijual. Tahapan ini biasa disebut dengan “audience convinced”.

4. Act

Audiens yang sudah mencari informasi tentang produk tersebut akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.Tahapan sudah memasuki fase “audience buy”.

5. Advocate

Audiens yang puas dengan produk tersebut akan melakukan tahapan advocate yaitu merekomendasikan produk tersebut ke calon audiens lain. Audiens akan memberikan feedback, ulasan baik secara online maupun offline.Ulasan ini dapat menjadi acuan untuk calon audiens lainnya untuk memilih produk yang dijual. Dengan kata lain, tahapan ini dapat dikatakan sebagai tahapan “audience recommend”.

Big Data Analysis

big data merupakan informasi terstruktur yang dapat diakses, dianalisis, dan digunakan dalam proses mengambil keputusan.

fungsi utamanya:

  1. meningkatkan pandangan pelanggan
  2. mempertajam keamanan digital
  3. menganalisis operasi yang fokus dalam data mesin
  4. modernisasi gudang data

Dalam big data, ada 5 dimensi data yang dapat diambil. Di antaranya adalah: volume, velocity, variety, variability, dan juga complexity. Dengan adanya 5 dimensi data dan juga kegunaan dari big data analysis, dapat disimpulkan bahwa ia sangatlah penting bagi kesuksesan strategi marketing. Data-data yang didapatkan di dalamnya dapat dieksplor lebih jauh untuk menghasilkan informasi lanjutan, Hal itu seperti kebiasaan berbelanja para customer, karakteristik, bahkan selera masing masing customer.

Kesimpulan

Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul Marketing 4.0 yang memberikan cara baru kepada perusahaan untuk melakukan pendekatan ke konsumen. Didukung dengan teknologi yang semakin canggih dan analisis big data, perusahaan dapat menjangkau konsumen dengan lebih manusiawi. Perusahaan semakin mudah mengenali siapa konsumennya, dan interaksi antara perusahaan dan konsumen menjadi sesuatu yang sangat personal.

Referensi

Hidayat, Atep Afia. (2022). Modul 9 Kewirausahaan 3: Marketing Development, Advertisement, Digitalization and Modernization (Utilizing relevant software and tool inline with productivity). Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Jessica Chrissila , 2021. Mengenal marketing 4.0. glints.com

Jurnal entrepreneur. menaklukkan pemasaran digital dehgan marketing 4.0. (diakses 28/10/2022)

 

 

Berkomunikasi Dalam Konteks Hubungan Masyarakat


@V35-Kamaludin

Abstrak

        Public Relations (PR) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi atau perusahaan, baik komersial maupun non komersial. Melibatkan pengelolaan hubungan eksternal dan internal dalam organisasi. Hubungan eksternal atau internal yang terkait bisa berupa kerjasama antar perusahaan atau organisasi dengan tujuan untuk sama-sama saling menguntungkan atau nilai positif. Peran humas atau lebih dikenal dengan istilah humas tentunya sangat penting bagi seluruh organisasi dan humas memiliki peran yang besar dalam membangun citra perusahaan atau organisasi. Mengkomunikasikan segala bentuk informasi tentang perusahaan kepada publik, pelanggan atau investor. Dapat dikatakan bahwa insan Humas adalah wajah dari organisasi itu sendiri. Ia harus mengetahui seluk beluk segala informasi yang berkaitan dengan organisasi secara detail. Lebih jauh lagi, ia membawa citra sebuah organisasi, sehingga ini harus tercermin dalam penampilan dan tata bahasa aturan.

Kata kunci : Public Relations (PR), Komunikasi dua arah.

Pendahuluan

        Public Relations atau PR adalah istilah berkomunkasi dengan dua arah antara yang satu dengan yang lainnya. Humas merupakan gambaran wajah seseorang yang memiliki cara komunikasi yang baik antara kedua belah pihak atau bisa disebut narahubung. Menurut Onong, Humas atau Public relations juga merupakan kegiatan komunikasi dua arah secara timbal-balik antara suatu organisasi dengan publik lainnya, publik internal maupun eksternal baik, dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen organisasi tersebut, dengan meningkatkan pembinaan kerjasama dan memenuhi kepentingan bersama, yang dilandasi atas asas saling pengertian dan saling mempercayai. 

Pembahasan

    Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 168), "Hubungan masyarakat (public relation-PR) adalah membangun hubungan baik dengan berbagai masyarakat perusahaan dengan memperoleh publisitas yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menghadapi rumor, cerita, dan kejadian tak menyenangkan. Humas sendiri mempunyai peran, tugas dan tekniknya, yaitu ;

Peran Humas
        Dikutip dari buku Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsep dan Aplikasi (2005) oleh Rosady Ruslan, menyebutkan beberapa peran dari humas sebagai berikut: 
  1. Sebagai communicator, yaitu penghubung antara organisasi atau perusahaannya dengan publiknya
  2. Membina relationship, artinya berupaya membina hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan publiknya
  3. Berperan sebagai back up management, yaitu sebagai peundukung dalam fungsi manajemen dalam organisasi atau perusahaannya 
  4. Membentuk corporate image, yakni menciptakan citra yang baik bagi organisasi atau perusahaannya
Tugas Humas
    Manajemen Public Relations (2008) oleh Morissan, pekerjaan atau tugas humas mencakup hal-hal sebagai berikut: 
  1. Humas memiliki kaitan erat dengan opini publik
    Humas berupaya untuk memengaruhi publik agar memberikan opini positif kepada organisasi. humas juga berupaya mengumpulkan informasi dari publik.
  2. Humas memiliki kaitan erat dengan komunikasi
    Seorang humas harus bertanggung jawab pada kepentingan organisasi atau perusahaan karena humas menjadi wajah dari orang banyak dan khalayak.
  3. Humas merupakan fungsi manajemen
    Humas membantu manajemen dalam meetapkan tujuan yang ingin dicapai dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah.
Teknik-Teknik dalam Humas
  1. Jurnalistik
    Bidang jurnalistik. Setidaknya, para praktisi public relation bisa menguasai beberapa materi mengenai teknik menulis reportase dan juga berita, fitur dan tips penulisan artikel, teknik wawancara, bahasa jurnalistik, dan hal lain yang berhubungan dengan jurnalistik atau keterampilan penulis untuk mendukung kegiatan institusional seperti halnya advertorial, menulis siaran pers, buletin, profil perusahaan, dan majalah internal.
  2. Komunikasi Visual
    Selain perlu menguasai kemampuan menulis, seorang public relation juga harus bisa menyajikan informasi secara akurat dan meyakinkan untuk publik, media, dan anggota internal perusahaan ataupun organisasi.
  3. Relasi
    Karena media bisa menggiring opini publik, sehingga bisa menciptakan sentimen positif hingga sentimen negatif tentang suatu perusahaan atau organisasi. Itulah sebabnya praktisi public relation dituntut untuk bisa membangun dan mempunyai relasi yang bagus dengan awak media.
  4. Manajemen Publik
    Publik sendiri akan mempengaruhi pertumbuhan dan juga kekuatan bersaing suatu perusahaan ataupun organisasi. Oleh karena itu, kemampuan manajemen publik yang baik bisa memudahkan penetrasi bisnis ke berbagai segmen.
  5. Interpersonal
    Masih berkaitan dengan membangun relasi dengan publik dan media, membangun relasi dengan pihak tersebut pastikan akan membutuhkan kemampuan interpersonal yang baik. Supaya tidak terjadi ketersinggungan antara internal perusahaan dan juga pihak luar.

Kesimpulan

        Tujuan sentral Public Relations iniadalah mengacu kepada kepentingan pencapaian sasaran (target) tersendiri atau tujuan untuk menciptakan suatu citra dan reputasi postitif pada suatu lembaga. Peran humas atau lebih dikenal dengan istilah humas tentunya sangat penting bagi seluruh organisasi dan humas memiliki peran yang besar dalam membangun citra perusahaan atau organisasi. sOleh karena itu Humas sebagai suatu usaha yang dilakukan secara terus menerus dan secara sengaja untuk membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara perusahaan dan masyarakat secara umum.

Daftar Pustaka

Musyarrofah, Mifrohatul. (2018, Juni 1). PERAN HUMAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI. Probolinggo : Universitas Nurul Jadid. Jurnal Idarah Vol.2, No.1.

Afia Hidayat, Atep. (2022). Modul 9 Kewirausahaan : Marketing Development, Advertisement, Digitalization and Modernization (Utilizing relevant software and tool inline with productivity). Jakarta: Universitas Mercu Buana Jakarta.

Umam. Pengertian Public Relation: Tugas, Tantangan, Tujuan dan Teknik. Gramedia.com. Di akses oleh : https://www.gramedia.com/literasi/public-relation-adalah/

Priyatna Darmawan, Aditya. (2022, Maret 18). Hubungan Masyarakat: Pengertian, Tugas, Peran, dan Tujuannya. Kompas.com. Diakses oleh : https://www.kompas.com/skola/read/2022/03/18/130000869/hubungan-masyarakat--pengertian-tugas-peran-dan-tujuannya?page=all






MENINGKATKAN KUNTUNGAN PENJUALANAN DENGAN MELAKUKAN PROMOSI

 

Ryan Setya Rama (@V17-RYAN)

ABSTRAK

Promosi adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu produk kepada pasar sasaran, untuk memberi informasi tentang keistimewaan, kegunaan dan yang paling penting adalah tentang keberadaannya, untuk mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang untuk bertindak dalam membeli suatu produk. Dalam artikel ini membahas, promosi berpengaruh positif dan signifikan sangat kuat terhadap peningkatan penjualan. Hal ini menujukan bahwa dengan dilakukannya promosi yang tepat maka peningkatan penjualan. Korelasi hubungan variabel promosi dengan peningkatan penjualan dapat diasumsikan secara kualitatif bahwa korelasi antara promosi dengan peningkatan penjualan berada pada kategori positif sangat kuat.

Kata kunci: Keuntungan, Peningkatan, Promosi.

 

PENDAHULUAN

Semakin banyaknya pesaing dalam dunia usaha yang sama membuat konsumen mempunyai banyak pilihan yang diberikan oleh perusahaan, sehingga konsumen akan lebih selektif dalam menentukan pilihan produk yang diinginkannya. Hal ini menyebabkan semakin pentingnya bagian pemasaran bagi perusahaan. Biasanya, bagian pemasaran mengkoordinir tugas-tugas pada bagian lain dalam perusahaan secara informal.

Promosi merupakan kegiatan yang penting untuk dilaksanakan perusahaan dalam memasarkan produk maupun jasa yang ditawarkan perusahaan. Sedangkan promosi sendiri dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengendalikan seseorang/organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran (Swastha, 2010). Kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan meliputi: periklanan, promosi penjualan, personal selling dan publisitas. Keseluruhan kegiatan promosi harus dibuat sedemikian rupa agar mempunyai dampak komunikasi yang maksimum bagi perusahaan.

Tujuan utama dari promosi yang dilakukan oleh perusahaan secara mendasar adalah memberikan informasi untuk menarik perhatian dan selanjutnya memberi pengaruh pada meningkatnya penjualan (Alma, 2013). Kegiatan promosi juga harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikan untuk mengembangkan laju perusahaan (Mukodim, 2015). Pada umumnya tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba, besar kecilnya laba yang dapat dicapai merupakan ukuran kesuksesan manajemen dalam mengelola perusahaannya.

 

PERMASALAHAN

Berdasarkan uraian di atas, perusahaan harus melakukan strategi yang tepat untuk meningkatkan keuntungan karena tujuan perusahaan pada dasarnya adalah untuk memperoleh laba, berapa pun laba yang didapat merupakan sebuah pencapaian yang baik bagi manajemen dalam mengelolanya. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan laba adalah melakukan promosi. Saat ini, straregi promosi yang menarik sangat diperlukan karena sudah banyak perusahaan yang memiliki bisnis yang sama. Oleh karena itu, bagaimanakah pengaruh promosi dalam meningkatkan laba penjualanan perusahaan?

 

PEMBAHASAN

  • Promosi
    Promosi merupakan komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, meyakinkan. Promosi menimbulkan keuntungan terhadap merek. Promosi bukan saja meningkatkan penjualan tapi juga dapat menstabilkan produksi. Oleh karena itu produk tersebut haruslah diperkenalkan kepada konsumen. Upaya untuk memperkenalkan produk itu kepada konsumen merupakan awal dari kegiatan promosi. Upaya tersebut bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Seringkali kita menjumpai suatu produk yang sebenarnya sangat kita butuhkan akan tetapi baru saja kita melihatnya secara kebetulan di sebuah toko. Hal ini membuktikan bahwa usaha promosi untuk memperkenalkan produk tersebut tidak atau kurang berhasil.
Machfoedz (2010 : 103) mengemukakan bahwa Promosi adalah merupakan salah satu dari unsur bauran komunikasi pemasaran yang dapat dilakukan oleh pemasar, unsur yang lain adalah personal selling, pemasaran langsung, periklanan dan hubungan masyarakat. Karena sifatnya yang unik, promosi dapat memenuhi. tujuan komunikasi tertentu yang tidak dapat dicapai dengan tehnik lain. Pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa promosi merupakan cara berkomunikasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong atau menarik calon konsumen agar membeli produk atau jasa yang di pasarkan. Atau dapat juga disimpulkan, bahwa promosi merupakan suatu alat komunikasi yang bersifat membujuk, agar konsumen mau membeli produk yang ditawarkan.
  • Peningkatan Penjualan
    Penjualan merupakan tujuan utama dilakukannya kegiatan perusahaan. Perusahaan, dalam menghasilkan barang/jasa, mempunyai tujuan akhir yaitu menjual barang/jasa yersebut kepada masyarakat. Oleh karena itu, penjualan memegang peranan penting bagi perusahaan agar produk agar produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terjual dan memberikan penghasilan bagi perusahaan. Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk menjual barang/jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan untuk menutup semua ongkos guna memperoleh laba. Ada definisi lain tentang penjualan yang dikemukakan oleh William G. Nickels yang menyebutnya dengan istilah penjualan tatap muka (Basu Swastha, 2010: 10). Penjualan tatap muka adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
    Jadi, penjualan tatap muka merupakan komunikasi orang secara individual yang dapat dilakukan untuk mencapai seluruh usaha pemasaran pada umumnya, yaitu meningkatkan penjualan yang dapat menghasilkan laba dengan menawarkan kebutuhan yang memuaskan kepada pasar dalam jangka panjang. Dalam hal ini perusahaan memerlukan tenaga-tenaga penjualan atau wiraniaga untuk melakukannya. Tugas-tugas yang mereka lakukan cukup luwes karena secara langsung dapat mengetahui keinginan, motivasi dan perilaku konsumen dan sekaligus dapat melihat reaksi konsumen sehingga mereka langsung dapat mengadakan penyesuaian seperlunya.

·       Hubungan Promosi dan Peningkatan Penjualan

Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, pemasaran langsung ataupun yang lainya. Apabila penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap, biasanya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahankannya. Akan tetapi seringkali terjadi penurunan penjualan sewaktu perusahaan menghentikan atau mengurangi kegiatan promosi. Hal ini disebabkan karena beberapa kemungkinan, misalnya konsumen kehilangan daya tarik, produk mulai terlupakan dan tergeser oleh produk pesaing yang masih gencar melakukan promosi dan lain-lainya.

Promosi memang sangat erat hubunganya dengan penjualan, semakin baik promosi yang dilakukan maka peningkatan penjualan juga semakin besar. Salah satu tujuan dari diadakannya promosi adalah untuk meningkatkan penjualan sehingga sudah tentu keduanya ada hubungan.

 

KESIMPULAN

Promosi merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam perusahaan karena promosi apabila dilaksanakan dengan tepat, maka akan dapat menigkatkan peningkatan penjualan. Promosi menimbulkan keuntungan terhadap merek. Promosi bukan saja meningkatkan penjualan tapi juga dapat menstabilkan produksi. Oleh karena itu produk tersebut haruslah diperkenalkan kepada konsumen. Upaya untuk memperkenalkan produk itu kepada konsumen merupakan awal dari kegiatan promosi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. (2022). Modul 9 Kewirausahaan 3: Marketing Development, Advertisement, Digitalization and Modernization (Utilizing relevant software and tool inline with productivity). Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Paputungan, D. (2017). Pengaruh Promosi Terhadap Peningkatan Penjualan Pada Pt. Columbia Kotamobagu. Jurnal Administrasi Bisnis UNSRAT. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jab/article/view/17519

 

DAMPAK PEMASARAN LANGSUNG TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK

Oleh : Nur Qalby Nabila Haswadi (@V30-NABILA)

ABSTRAK

Tujuan dari dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh Direct Marketing(Pemasaran Langsung) dan Sales Promotion (Promosi Penjualan) terhadap keputusan pembelian sebuah produk. Keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen, prosesnya diawali dengan tahap menaruh perhatian terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Pemasaran langsung yang efektif dimulai dengan database pelanggan yang baik, Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap produk merupakan konsep penting yang perlu dipahami pemasar, karena dapat mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Kepuasan konsumen merupakan hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan karena kepuasan konsumen mempunyai konstribusi yang besar terhadap aspek-aspek penting dalam perusahaan. Terdapat pengaruh yang  cukup signifikan dari direct marketing, sales promotion dan product quality secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian sebuah produk.


Kata kunci : Direct Marketing, keputusan pembeli, promosi 


PENDAHULUAN

Suatu perusahaan di haruskan membuat kebijakan-kebijakan strategis baru dalam menjual produk dan jasa mereka dalam kaitanya menghadapi persaingan yang ketat dengan kompetitior yang dapat memberikan value kepada konsumen. Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor,memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu, dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan perilaku konsumennya.

Suatu perusahaan pada umumnya menginginkan agar pelanggan yang diciptakannya dapat terus dipertahankan. Penting bagi suatu perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, salah satu cara dengan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap produk merupakan konsep penting yang perlu dipahami pemasar, karena dapat mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Kepuasan konsumen merupakan hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan karena kepuasan konsumen mempunyai konstribusi yang besar terhadap aspek-aspek penting dalam perusahaan.

Keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Strategi yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan pembelian adalah promosi. Promosi merupakan kegiatan penting dalam proses memasarkan suatu barang atau jasa yang bertujuan untuk berkomunikasi serta mengetahui minat konsumen.

PEMBAHASAN

Menurut Hurriyati, (2015:61) Direct Marketing atau pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi . Dalam direct marketing, komunikasi promosi di tujukan langsung kepada komsumen individual, dan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggai 14 konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pos atau dengan datang langsung ke tempat pemasar . Teknik ini berkembang sebagai respon terhadap demasifikasi (pengeditan) pasar, dimana semakin banyak ceruk pasar (market niche) dengan kebutuhan serta pilihan yang sangat individual.


Menurut Hasan (2013:610) Karakteristik direct marketing sebagai berikut: 

a) Non-public: pessannya ditujukan kepada pelanggan atau calon pelanggan tertentu (one-to-one customer) 

b) Cutomized: pesan disiapkan sesuai yang untuk menarik pelanggan atau calon pelanggan tertentu 

c) Up-to-date: pesan disiapkan dengan sangat cepat untuk diberikan kepada pelanggan atau calon pelanggan tertentu 

d) Interactive: pesan dapat dirubah tergantung tanggapan calon pelanggan atau pelanggan


Pemasaran langsung yang efektif dimulai dengan database pelanggan yang baik. Database pelanggan (customer database) adalah kumpulan data komperhensif terorganisasi dengan pelanggan individual atau prospek, meliputi data geografis, demografis, psikografis dan perilaku. Database pelanggan yang baik bisa menjadi alat membangun hubungan yang potensial. (Kotler dan Amstrong, 2008:225) .

Kotler dan Armstrong (dalam Somad & Priansa, 2014, p.100), mengatakan bahwa bagi pelanggan sebenarnya pembelian bukanlah hanya merupakan satu tindakan saja, melainkan terdiri dari beberapa tindakan yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Proses pengambilan keputusan pembelian merupakan suatu proses kegiatan pembelian yang tampak hanya satu tahap saja dari keseluruhan proses pengambilan keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 184) proses keputusan pembeli terdiri dari lima tahap yaitu:

1) Pengenalan Kebutuhan 

Tahap pembelian dimulai dengan pengenalan kebutuhan (need recognition), pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang seperti rasa lapar, haus, dan lain sebagainya. 

2) Pencarian Informasi 

Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen ingin mencari informasi lebih banyak, konsumen mungkin hanya memperbesar perhatian atau melakukan pencarian informasi secara aktif. Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau mungkin tidak. 

3) Evaluasi Alternatif 

Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan. Kita telah melihat cara konsumen menggunakan informasi untuk sampai pada sejumlah pilihan merek akhir.

4) Keputusan Pembelian 

Keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli. Dalam tahap evaluasi, konsumen menentukan peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Pada umumnya, keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian, faktor pertama adalah sikap orang lain dan faktor yang kedua adalah faktor situasional yang tidak diharapkan.

5) Perilaku setelah pembelian  

Tahap proses keputusan pembelian dimana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan mereka. Pekerjaan pemasar tidak berakhir ketika produk telah dibeli. Setelah membeli produk konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan terlibat dalam perilaku pascapembelian (postpurchase behavior) yang harus diperhatikan oleh pemasar.


KESIMPULAN 

Terdapat pengaruh yang  cukup signifikan dari direct marketing, sales promotion dan product quality secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian sebuah produk. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan dalam pembahasan, dapat dijelaskan bahwa pemasaran langsung adalah salah satu alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan secara langsung dengan pelanggan secara individual untuk mendapat respon, komunikasi antara marketer dengan konsumen, dan pesan dapat diubah tergantung respon yang diterima dari konsumen.


DAFTAR PUSTAKA 

Hurriyati, Ratih. 2015. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta.

Hasan, Ali. 2013. Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. Yogyakarta: CAPS

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2008 . Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi 2012. Jilid 2. Jakarta : Erlangga.


 

PERAN MARKETING 4.0 DALAM PERKEMBANGAN DAN KEBERLANGSUNGAN SUATU USAHA

Oleh : Meli Restiana (@V33 – Meli)







ABSTRAK

Dalam Marketing 4.0 memungkinkan suatu usaha bisnis menjangkau konsumen lebih luas dan lebih menyeluruh di semua daerah. Marketing 4.0 ini memanfaatkan teknologi atau media sosial sebagai alat untuk melakukan promosi. Pendekatan marketing 4.0, menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi melalui kecanggihan teknologi.

Kata Kunci : Marketing 4.0 , Usaha , Bisnis, Teknologi.

PENDAHULUAN

Zaman semakin modern. Semuanya pun mengalami perkembangan. Begitu juga dengan pemasaran alias marketing. Saat ini, dunia marketing sudah berkembang. Dari yang dulu marketing 1.0 yang berfokus pada penjualan produk, kini telah menjadi marketing 4.0 . Marketing 4.0 memungkinkan suatu konsumen dapat terhubung dengan panjual baik itu untuk transaksi pembelian maupun untuk sekedar promosi penjualan tanpa pertemuan dan hanya lewat media sosial. Dalam marketing 4.0 ini membuat jangkauan konsumen lebih besar dan meluas, tanpa mengenal jarak dan waktu. Perkembangan marketing dari 1.0 hingga marketing 4.0 ini memudahkan penjual dan beli dalam melakukan proses jual beli serta lebih mengefisienkan waktu. Dengan perkembangan marketing 4.0 ini membuat persaingan di dunia usaha semakin ketat. Semua pelaku usaha secara tidak langsung dituntut untuk bersaing dalam menyempurnakan usahanya masing-masing.

PERMASALAHAN

Dengan adanya perkembangan marketing 4.0 pada zaman sekarang ini, maka :

1.      Apa itu Marketing 4.0 yang sedang berkembang sekarang ini?

2.      Apa saja perbedan Marketing 1.0 dengan Marketing 4.0?

3.      Bagaimana cara menerapkan Marketing 4.0 dalam usaha bisnis agar berjalan efektif?

4.      Apa saja dampak Marketing 4.0 dalam usaha bisnis?


PEMBAHASAN

1.      MARKETING 4.0

Pengertian marketing 4.0 secara harfiah adalah suatu pendekatan marketing yang menggabungkan interaksi online dan offline yang terjadi antar pengusaha dan pelanggannya. Pada era seperti saat ini, kegiatan marketing tidak cukup dilakukan secara online saja. Namun juga dibutuhkan upaya pemasaran offline agar bisa memastikan bahwa konsumen benar-benar telah mendapatkan pelayanan yang memuaskan atas jasa atau produknya.

Pada dasarnya, pasar online tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan pasar offline, karena dalam marketing 4.0, keduanya malah mempunyai perannya masing-masing, dan peran tersebut sangat penting untuk melengkapi strategi markering 4.0.

Dilansir dari laman  Marketeers, marketing 4.0 tidak hanya menggabungkan toko offline dan online, namun juga memadukan style dan substace yang ada di baliknya. Sederhananya, selain suatu brand harus menerapkan strategi digital marketing yang bagus, mereka juga harus bisa menciptakan konten yang relevan, menarik dan terkini untuk para pelanggannya.

Oleh karena itu, proses pembuatan konten tersebut harus menggunakan sentuhan manusia dalam proses menciptakannya. Walaupun Machine-to-machine dan juga artificial intelligence (kecerdasan buatan) telah dikembangkan guna meningkatkan kemajuan marketing 4.0, namun peran penting manusia memang tetap diperlukan untuk memperkuat atau meningkatkan engagement. Jadi, adanya perpaduan itulah yang disebut dengan marketing 4.0

 

2.      PERBEDAAN MARKETING 1.0 DENGAN MARKETING 4.0

Menurut Kotler, Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan dalam buku Marketing 4.0, era pemasaran diawali dengan marketing 1.0 yang berorientasi pada produk. Pada era tersebut, fokus penjual adalah untuk menjual produk sebanyak mungkin tanpa memikirkan apa yang dibutuhkan konsumen. Sedangkan marketing 2.0 berorientasi pada konsumen. Di sini penjual sudah mulai berupaya untuk menyentuh hati konsumen, namun mereka hanya dianggap sebagai objek pasif.

Kemudian berkembanglah marketing 3.0 yang berorientasi pada manusia. Pada era pemasaran ini penjual tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga punya visi, misi, dan value yang sejalan dengan konsumen. Meskipun begitu, para penjual merasa bahwa model pemasaran tersebut masih perlu dikembangkan lagi.Sebab perkembangan teknologi yang pesat dianggap dapat mendorong pemasaran berjalan lebih efektif.

Hal tersebutlah yang adalah menjadi cikal bakal munculnya marketing 4.0. Pendekatan marketing 4.0, menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi melalui kecanggihan teknologi.


3.      CARA MENERAPKAN MARKETING 4.0 DALAM USAHA BISNIS AGAR  BERJALAN EFEKTIF

·         Gunakan Berbagai Saluran Pemasaran

Banyaknya saluran yang digunakan sebagai fungsi marketing ditujukan agar tercipta pengalaman konsumen yang mulus dan konsisten.Dengan menggunakan banyak saluran, konsumen bisa dengan mudah mengenal dan mengakses informasi produk atau jasa. Gunakanlah saluran online dan offline. Sebab marketing 4.0 mengintegrasikan style dan substance.Artinya, tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga menawarkan konten yang relevan dengan konsumen dengan menyuguhkan konten yang bagus dan up-to-date.

·         Memberi Solusi

Konsumen sudah jemu dengan strategi pemasaran berupa iklan yang mereka temui di mana-mana. Marketing 4.0 hadir sebagai contoh solusi pemasaran yang menengahi antara kebutuhan bisnis dan konsumen. Oleh karenanya pesan yang Anda sampaikan janganlah hanya berfokus pada penjualan, tapi juga memberikan solusi bagi apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Penjual perlu mengidentifikasi titik frustasi (pain point) pelanggan, terutama saat menggunakan produk atau jasa sebuah layanan. Dari titik frustasi itu, pemasar harus memikirkan bagaimana aplikasi produk yang ditawarkan dapat membantu mengatasi masalah konsumen.

·         Mempraktikkan Antropologi Digital

Poin ini menitikberatkan pada pengertian marketing 4.0 yang menggabungkan antara sentuhan kepada konsumen secara manusiawi dengan kecanggihan teknologi contoh digital. Dalam antropologi digital, teknologi menyelidiki cara manusia berinteraksi antarmuka secara digital. Pada proses ini akan dilihat bagaimana konsumen berperilaku dalam konteks teknologi, dan bagaimana teknologi digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Salah satu praktiknya adalah social listening, yakni proses proaktif memantau percakapan tentang sebuah media di internet, khususnya di media sosial dan komunitas online.

Sebagai salah satu pelaku bisnis, persiapkan bisnis Anda agar mampu mengoptimalkan marketing 4.0 yang digadang-gadang dapat meningkatkan daya saing. Tidak hanya dalam dunia pemasaran Anda pun harus menyadari bahwa pengelolaan bisnis khususnya bagian administrasi dan keuangan merupakan hal lain yang membuat bisnis Anda bertahan.

4.      DAMPAK MARKETING 4.0 DALAM USAHA BISNIS

Berikut ini adalah perubahan yang terjadi di dunia pemasaran sebagai akibat maupun adaptasi dari Revolusi Industri 4.0:

1.      Pemasaran digital menjadi strategi utama pemasaran

Kalau pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0, pemasaran digital masih menjadi alat dan strategi pendukung saja, maka pada masa Industri 4.0 ini, digital marketing telah menjadi alat dan strategi utama yang diterapkan perusahaan–perusahaan di seluruh dunia.

Gaya hidup umat manusia di seluruh dunia pun mengalami perubahan drastis di masa Industri 4.0 ini. Kalau dahulu banyak orang di dunia ini hanya memanfaatkan komputer dan internet untuk berkomunikasi saja, kini di masa Industri 4.0 komputer dan internet telah menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan manusia sehari – hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hiburan, dan lain sebagainya. Perubahan – perubahan yang diakibatkan Industri 4.0 pada dunia industri dan perubahan perilaku konsumen telah memaksa terjadinya perubahan pada dunia pemasaran juga.

2.      Banyak perusahaan manufaktur yang menjangkau produknya secara langsung dengan pemasaran digital

Mata rantai distribusi barang–barang hasil produksi manufaktur di seluruh dunia yang dulunya panjang, kini dipangkas menjadi semakin pendek. Karena, perusahaan–perusahaan manufaktur di seluruh dunia sudah banyak yang mulai menjangkau end user produknya lewat pemasaran digital. Kini, semakin banyak perusahaan manufaktur di dunia ini yang membuka toko online sendiri atau memanfaatkan situs seperti Global Sources dan Alibaba untuk memperpendek mata rantai distribusinya atau bahkan menjangkau end user produknya secara langsung.

Dan dengan semakin banyaknya perusahaan manufaktur yang menjangkau end user secara langsung melalui pemasaran digital, membuat kedua belah pihak tersebut diuntungkan. Alasannya, perusahaan manufaktur bisa mengurangi biaya dan waktu distribusi produknya, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan profit mereka. Sementara, end user bisa menikmati produk dengan harga lebih murah dan cepat.

3.      Potensi Pertumbuhan Penjualan yang Sangat Besar

Pemanfaatan pemasaran digital pada dunia industri juga memberikan potensi pertumbuhan penjualan yang sangat besar. Sebab, digital marketing membuat perusahaan manufaktur di seluruh dunia mampu menjangkau pasar global dengan mudah, efisien, dan efektif. Dengan semakin mudah dan efisien dalam menjangkau end user, maka semakin mudah pula bagi industri manufaktur untuk meningkatkan penjualan dan profit-nya. Kalau dahulu pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0 pertumbuhan penjualan industri manufaktur sangat bergantung dan ditentukan oleh mata rantai distribusi yang kompleks dan berbiaya tinggi, kini pada masa Industri 4.0, distribusi menjadi lebih simpel dan murah.

4.      Data Menjadi Sangat Penting

Dalam Industri 4.0, data yang detail menjadi sangat mudah diakuisi oleh para industri manufaktur, baik itu mengenai pengadaan bahan baku dari para supplier, pada saaat proses produksi, sampai pengiriman produk kepada end user. Data mengenai perilaku end user industri manufaktur pun menjadi lebih mudah didapatkan.  Data–data yang sangat detail tersebut akan sangat diperlukan dalam membuat dan melaksanakan strategi pemasaran digital. “Marketing without data is like driving with your eyes closed” (Dan Zarella

 

KESIMPULAN

Dalam proses perkembangan zaman yang semakin canggih ini, pemanfaatan teknologi di semua sektor terutama di sektor usaha bisnis harus dimanfaatkan dengan benar. Misalnya dalam marketing 4.0 ini yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk melakukan promosi secara online. Hal ini tentu membuat biaya dan waktu lebih efisien. Selain itu jangkauan konsumen yang didapat pun lebih luas dan tidak mengenal batas negara dan waktu.

DAFTAR PUSTAKA

https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/dampak-revolusi-industri-4-0-pada-pemasaran-digital

https://www.jurnal.id/id/blog/menaklukkan-pemasaran-digital-dengan-marketing-4-0/#:~:text=Marketing%204.0%20adalah%20pendekatan%20pemasaran,offline%20dibutuhkan%20untuk%20saling%20melengkapi.

https://accurate.id/marketing-manajemen/marketing-4-0-pengertian-dan-penerapannya-dalam-bisnis/

https://qwords.com/blog/apa-itu-marketing-4-0/