Oktober 15, 2019

teknik awal memulai usaha

adi wahyono (@N06-ADI)

Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan. Tulisan ini mencoba mengupas tentang business plan, dengan harapan dapat digunakan sebagai pengetahuan ataupun menyiapkan langkah awal bagaimana untuk menggali, menumbuhkan ataupun menjaring ide-ide atau gagasan bisnis dan sekaligus menuangkannya dalam sebuah rencana usaha/bisnis.

     Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak ide/gagasan-gagasan bisnis hebat dan ide-ide orisinil yang justru lahir dari para kawula muda. Tentunya kalau peluang atau kemampuan ini dikemas dengan baik dan mampu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikemas sebagai rencana usaha/bisnis yang layak dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil, tentunya akan banyak memberi manfaat bagi para kawula muda sendiri dan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya. Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah membuat sebuah perencanaan usaha/bisnis yang matang dan realistis.
    
     Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan. Tulisan ini mencoba menguraikan selangkah demi selangkah bagaimana membuat perencanaan usaha/bisnis. Perencanaan usaha/bisnis sangat berguna untuk menilai apakah usaha/bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable dan berjangka panjang/berprospek. Dengan perencanaan usaha/bisnis yang matang, juga sangat berguna apabila kita ingin mengajak mitra bisnis, investor ataupun calon kreditor untuk merealisasi impian kita agar jadi kenyataan.
Prinsip Business Plan

Adapun prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha itu sebagai berikut:

  • Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.
  • Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.
  • Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha.
  • Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien

Kegiatan Business Plan Perencanaan usaha adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial. Jadi, perencanaan usaha merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh seorang wirausaha yang mengembangkan dan menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal untuk memulai suatu usaha. Di sini seorang wirausaha diharapkan mampu menggarap perencanaan usaha jangka pendek dan dapat merumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuannya. Perencanaan usaha itu harus mencakup berbagai jenis kegiatan, di antaranya:

  • Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha.
  • Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha.
  • Membuat program kerja dan perhitungan usaha.
  • Menentukan prosedur kerja di dalam usaha.
  • Menentukan rencana anggaran usaha.
  • Membuat kebijaksanaan usaha.


Bagaimana Membuat Perencanaan Bisnis Yang Baik?

1. Perencanaan yang baik adalah sebuah proses, bukan hanya sekedar perencanaan. Perencanaan yang baik indikatornya antara lain:

  • Sederhana, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan (mengandung kemudahan dan kepraktisan)
  • Spesifik, perencanaan yang baik adalah yang konkret, terukur, spesifik dalam waktu, personalianya dan anggarannya.
  • Realistik, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang realistik dalam tujuan, anggaran maupun target pencapaian waktunya.
  • Komplit atau lengkap, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang lengkap semua elemennya.

2. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal, seperti:

  • Mendefinisikan dan menetapkan tujuan
  • Menciptakan laporan bisnis secara reguler
  • Mendefinisikan bisnis-bisnis baru
  • Mensupport aplikasi pinjaman
  • Mendifinisikan berbagai perjanjian dengan partner
  • Serangkaian nilai untuk pencapaian tujuan secara legal
  • Untuk mengevaluasi masalah produk-produk, promosi maupun ekspansi


Kesimpulan

       Dalam dunia praktek sehari-hari, ternyata banyak kendala yang ditemui baik dalam membuat business plan maupun implementasinya. Kendala yang sering ditemui dalam membuat business plan adalah sulitnya menemukan ide-ide yang dapat dijadikan proyek bisnis yang menguntungkan. Kendala lahirnya ide-ide kreatif yang punyai nilai ekonomis ini banyak terjadi karena kita sendiri sering kali kurang menyadari bahwa ide adalah hasil proses alam bawah sadar sehingga ide tidak akan hadir berkali-kali. Di sisi lain kita juga sering kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, padahal ide-ide kreatif, inovatif dan bernilai ekonomis justru sering lahir dari kepekaan kita terhadap lingkungan dan kemampuan kita merubah tantangan menjadi peluang. Setelah kita mampu membuat business plan-pun seringkali tidak bisa diimplementasikan, alasan utama adalah kendala modal.

        Kadangkala modal tidak menjadi masalah tetapi keberanian untuk memulai yang belum ada atau nyaris tidak ada. Banyak faktor yang menyebabkan semua ini terjadi, ada faktor di luar ekonomi, misalnya kultur di Indonesia yang masih menganggap profesi wirausaha sebagai profesi kurang terhormat, sehingga banyak orang tua yang lebih menginginkan anakanaknya berprofesi sebagai PNS, ABRI atau Pegawai Swasta. Faktor lain adanya anggapan bahwa berwirausaha selalu faktor modal yang utama, padahal banyak bukti pengusaha/entrepreneur sukses justru memulai usaha dari nol alias tanpa modal. Banyak entrepreneur sukses menganggap dalam memulai bisnis modal utamanya adalah ide-ide cemerlang, relasi ataupun impian-impian yang tinggi yang kadang menurut orang lain tidak masuk akal, tapi dengan sedikit kecerdikan dan keberanian mengambil risiko (ciri seorang entrepreneur) mampu melahirkan pengusahapengusaha yang handal dan sukses.


Pemanfaatan Sampah Plastik

                                  Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk Kreatif

Oleh: Andi Narwanto (@N21) 41617110060

Abstrak
Sumber  sampah  terbanyak  adalah  berasal  dari  pemukiman,  komposisinya  berupa  75%  terdiri  dari sampah organik dan hanya 25% sampah anorganik. Sampah organik telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan  pembuatan  kompos,  briket  serta  biogas,  tetapi  sampah anorganik  masih  sangat minimpengelolaannya. Sampah anorganik sangat sulit didegradasi bahkan tidak dapat didegradasi sama sekali oleh alam, oleh karena itu diperlukan suatu lahan yang sangat luas untuk mengimbangi produksi sampah jenis ini. Sampah anorganik yang paling banyak dijumpai di masyarakat adalah sampah plastik. Pada tahun  2008  produksi  sampah  plastik  untuk  kemasan  mencapai  925.000  ton  dan  sekitar  80%nya berpotensi menjadi sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Karena potensinya yang cukup besar, alangkah lebih baik untuk   memanfaatkan sampah plastik ini menjadi produk dan jasa kreatif dalam rangka mengelola sampah plastik dengan baik, sehingga plastik benar-benar mendukung kehidupan kita. Sebagai produk kreatif, karya kreasi sampah plastik memiliki nilai komersial yang menjanjikan. Produk ini memiliki daya jual yang dapat menghasilkan keuntungan. Secara umum, bisnis ini terbagi dalam dua jenis, yaitu produk dan jasa.


Jika ada yang bertanya, material apakah yang membawa manfaat bagi kehidupan sekaligus membahayakan pada saat yang sama, selain api dan air, plastik adalah jawabannya. Plastik telah menjadi sabahat manusia selama hampir satu abad, ia terus diproduksi dan dimanfaatkan sampai saat ini. Sebagai material yang sulit diurai secara alami, idealnya tidak boleh ada plastik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ketika produk dari plastik telah habis masa pakainya, ia dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

Plastik merupakan material yang baru, secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20, tepatnya pada tahun 1975 diperkenalkan oleh Montgomery Ward, Sears, J.C. Penny, Jodan Marsh dan toko-toko retail besar lainnya (Marpaung, 2009). Plastik berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Saat ini hampir tidak ada supermarket, toko atau warung di Indonesia yang tidak menyediakan kantung plastik (Anonim, 2009).

Bisnis daur ulang sampah telah berlangsung sejak lama dan merupakan bisnis besar yang dijalankan secara sistematis.  Meskipun  menguntungkan,  tidak semua  orang tertarik  mendalami  bisnis  ini. Untuk menjadi pebisnis daur ulang plastik, seorang perlu membangun sistem pengumpulan sampah yang baik, menjalin kerjasama dengan pemulung, memiliki fasilitas pengolahan sampah, serta mengenal   pangsa   pasar   produk   daur   ulang   plastik   yang   diproduksinya.   Meskipun   tetap menggunakan  plastik  sebagai  bahan  baku  utama,  bisnis  kreasi  sampah  plastik  yang  penulis tawarkan tidak sekompleks bisnis daur ulang plastik yang bercorak industrial dan bisnis ini dapat dilakukan secara mandiri.

Sebagai produk kreatif, karya kreasi sampah plastik memiliki nilai komersial yang menjanjikan. Produk ini memiliki daya jual yang dapat menghasilkan keuntungan. Secara umum, bisnis ini terbagi dalam dua jenis, yaitu produk dan jasa. Dalam konteks bisnis kreasi sampah plastik, kedua jenis bisnis tadi dapat dilakukan. Dari sisi produk, bisnis ini menghasilkan produk-produk yang menjanjikan secara finansial. Dari sisi jasa, ide usaha dan produk yang dihasilkan ini dapat dikemas menjadi jasa workshop/pelatihan/seminar yang menguntungkan.

Sampah plastik dapat dikreasikan menjadi karya kerajinan bernilai jual tinggi tanpa melakukan peleburan  terlebih  dahulu.  Pengolahan  dilakukan  dengan  menggabungkan  lembaran-lembaran plastik menjadi bahan dasar, baik dengan menjahitnya atau menempelkannya pada material lain.
Bungkus plastik beralumunium foil sebagai bahan baku produksi kerajinan memiliki beberapa kelebihan antara lain:

1.      Kuat. Plastik kemasan didesain oleh produsen makanan/minuman instan sebagai pembungkus produk yang cukup kuat melindungi produk di dalamnya. Disamping itu, plastik baru dapat terurai sempurna dalam waktu 80 sampai 300 tahun.

2.      Anti air. Plastik kemasan tentu dirancang untuk melindungi produk di dalmnya dari air dan udara.

3.      Desain yang bagus. Setiap produsen ketika melempar produknya ke pasaran, tentu akan mengemasnya semenarik mungkin agar produknya digemari dan dibeli konsumen. Alasannya, karena pandangan pertama ketika berbelanja biasanya pembeli tertuju ke kemasan yang apik dan mencolok. Kemasan yang tertata apik dilihat dari paduan warna, huruf, dan gambar tentu dirancang sedemikian rupa oleh tenaga ahli khusus (Hermono, 2009).

4.      Murah.  Sampah  plastik  adalah  barang  buangan  dari  produk  sekali  pakai.  Oleh  karena  itu seringkali dianggap tidak punya nilai lagi. Sampah plastik diperoleh secara gratis apabila kita pandaai menyusun strategi pengumpulannya.

5.      Murah.  Sampah  plastik  adalah  barang  buangan  dari  produk  sekali  pakai.  Oleh  karena  itu seringkali dianggap tidak punya nilai lagi. Sampah plastik diperoleh secara gratis apabila kita pandaai menyusun strategi pengumpulannya.

Kelebihan plastik berlapis alumunium foil ini membuatnya fleksibel untuk dikreasikan. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa lembaran plastik dapat diposisikan seperti pengganti kain untuk kerajinan. Lembaran plastik dapat diolah dengan cara yang tidak jauh berbeda dengan kain. Anda dapat  menjahitnya,  memotong  dan  menyambungnya  kembali,  melipat,  menjepitnya  dengan aksesoris dari metal, dan megkombinasikannya dengan material lain.

Mainkanlah imaji anda dengan lembaran-lembaran plastik yang dapat menggantikan kain atau lembaran plastik jadi. Kalau lembaran kain batik dapat dimanfaatkan menjadi tas laptop, lembaran plastik pun bisa. Anggaplah bahwa lembaran plastik sama sekali seperti kain tebal, hanya sedikit kaku dan berisik. Eksplorasikanlah segala kemungkinan yang muncul dan kaitkan dengan keunikan yang ditimbulkan jika plastik kemasan beraneka warna menjadi bahan bakunya.

Beberapa contoh produk yang telah beredar di pasaran, dan penjelasan ciri khas masing-masing produk antara lain:
1. Dompet tangan. Keunggulan produk adalah ringan, harga terjangkau.
2. Tempat Sampah. Keunggulan ringan dan tahan air.

Daftar Pustaka


Anonim. (2009). Plastik. didownload dari http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik


Anonim.   (2009).   Sampah   Plastik   Jadi   Limbah.   didownload   dari   http://cetak.kompas.com/
read/xml/2008/08/06/00444748/80.persen.sampah.plastik.jadi.limbah






Kunci Sukses Pengembangan Produk Baru


Oleh : Nia Kurnia Asih (@N16-NIA)


Pengembangan produk merupakan salah satu bentuk dari manajemen pemasaran. Dengan dilakukannya pengembangan terhadap produk yang sudah dihasilkan perusahaan mengharapkan mampu untuk menaikkan minat pasar seiring waktu berjalan dan dengan kondisi produk yang terus berkembang.

Perusahaan penting mengembangkan produk baru karena untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan dan keunggulan perusahaan dan mengganti produk lama. Kenapa perlu adanya pengembangan produk, hal ini salah satu strategi untuk memperpanjang daur hidup produk (life cycle product) sehingga produk tidak mengalami tahap decline. Pengembangan produk ini diperlukan jika produk sudah memasuki tahap maturity yaitu, dimana produk perusahaan mengalami titik jenuh, ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu. Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun.

Sebagian besar pelaku usaha pastinya berusaha untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Strategi ini memang cukup efektif, sehingga produk yang diciptakan memiliki daya saing yang cukup kuat dan mampu bertahan di tengah padatnya persaingan pasar. Selain menciptakan produk baru, juga bisa mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa. 

Dalam hal ini bisa meningkatkan kualitasnya, memperbaharui bentuknya, atau mempercantik kemasan produknya





Saat ini product life cycle begitu pendek, serangan produk-produk impor impor begitu gencar dan persaingan harga tak terhindarkan lagi. Bagaimana menghadapi fenomena tersebut? Banyak pakar marketing memakai strategi USP (unique selling preposition).

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menciptakan produk dengan USP yang unggul?

Langkah-langkah dalam pengembangan produk baru adalah sebagai berikut:

1. Mencari sumber gagasan produk baru
     Gagasan produk baru bisa diperoleh dari top manajemen, karyawan apakah team sales, tehnisi, atau karyawan pabrik. Saran dan keluhan konsumen, produk competitor, produk lain, catalog, brosur atau iklan.

2. Analisis pengembangan produk baru
Langkah langkah untuk membuat produk unggul adalah sebagai berikut :
  • Mengidentifikasikan peluang yang ada dari sisi sosial, tehnologi, dan ekonomi
  • Mengerti kebutuhan konsumen, yaitu produk harus memenuhi aspek manfaat bagi pembeli, mudah digunakan dan memberikan hasrat untuk memakai.
  • Mengintegrasikan ketiganya melalui rekasaya engeneering, desain industri dan strategi marketing
3. Mengintegrasikan pengembangan produk baru.
Setelah dilakukan analisis pengembangan produk baru, langkah berikutnya adalah menerapkan dalam aspek produksi sebagai berikut:
  • Menggabungkan aspek desain dengan marketing melalui brand image, lifestyle image, easy to use dan harga yang tepat, sehingga menghasilkan produk yang menumbuhkan hasrat untuk membeli.
  • Gabungkan aspek marketing dan engineering melalui fitur fungsional, aman dan tahan banting sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat untuk jangka panjang.
  • Menggabungkan aspek desain dan engineering agar menghasilkan produk yang mudah dioperasikan dengan pemilihan material yang tepat dan nilai yang sesuai.


Setelah dilakukan ketiga proses di atas, mudah untuk menentukan keunggulan dari produk yang mau kita buat tersebut, sehingga tidak dengan mudah bersaing hanya dengan cara memangkas harga.


Referensi :
Robert Cooper, Product Leadership: Pathways to Profitable Innovation, Basic Books.

Produk baru

Produk baru keripik kulit ikan lele
Oleh : Slamet Agus Paryanto (@N11-SLAMET)

Makanan yang memiliki tektur renyah dan gurih menjadi favorit banyak kalangan. Makanan renyah dan crispy salah satu yang Saya mau kembangkanadalah keripik dari bahan baku kulit ikan lele, ya ikan Lele memang sudah menjadi makanan khas Indonesia yang selalu diminati banyak kalangan. Olahan dari lele pun pada saat ini sangat bervariasi karena ikan lele dapat dibuat dari berbagai jenis makanan.
Keripik lele salah salah satu cara agar ikan lele dapat dimanfaatkan dan dapat memperpanjang daya simpannya. Sehingga, ikan lele pun dapat dimakan dalam jangka waktu lama sebab telah dibuat menjadi keripik lele. Keripik lele ini sangat khas dengan sara gurih daging lele membuat banyak kalangan suka dengan camilan satu ini. Saat ini keripik lele sudah dikenal hampir seluruh rakyat Indonesia. Camilan ini dijadikan sebagai menu favorit untuk suguhan dirumah dapat juga dimakan untuk menu lauk. Dengan banyaknya penikmat keripik lele maka ini kesempatan berlian untuk meraih keuntungan. Bisnis keripik lele sangat simple dan mudah, jadi kita menjalankan usaha yang berpeluang tinggi ini.

Persiapkan Modal Usaha Keripik Lele
Menjalankan usaha membutuhkan persiapan modal, modal ini dapat digunakan untuk membeli bahan baku pembuatan keripik lele, mempersiapkan peralatan produksi, kegiatan promosi dan lain – lain. Untuk menjalankan usaha keripik lele modal yang diperlukan tidak terlalu besar jadi membuka usaha keripik lele ini bisa disesuaikan dengan modal yang dimiliki.
Siapkan Bahan Baku Keripik Lele
Bahan untuk membuat keripik lele ini bisa dibeli dipasaran dengan harga terjangkau misalnya ikan lele, tepung terigu, tepung beras, bumbu keripik lele, dan minyak goreng. Bahan – bahan  untuk membuat keripik lele ini nantinya dicampurkan menjadi satu sesuai dengan takaran.
Siapkan Peralatan Pembuatan Keripik Lele
Supaya proses produksi keripik lele dapat berjalan lebih mudah maka siapkan peralatan produksi seperti wadah, kompor dan gas, wajan, peniris minyak, spatula, pisau, penghalus bumbu dan peralatan pendukung lain.
Konsumen Produk Keripik Lele
Camilan gurih dan renyah ini mampu menggoyang lidah siapa pun yang memakannya. Tak heran bila keripik lele disukai oleh banyak kalangan. Dari mulai anak sampai orang tua dapat mengkonsumsi keripik lele yang gurih ini. Keripik lele mudah dikonsumsi karena renyah dan empuk sehingga cocok untuk semua lidah masyarakat di Indonesia. Kandungan gizi dari ikan lele pun sangat bagus untuk tubuh.
Pengolahan Produk Keripik Lele
Produk keripik lele yang dihasilkan sangat berpengaruh pada proses pengolahannya. Jadi, untuk membuat keripik lele yang enak sesuai dengan keinginan masyarakat maka buatlah sesuai dengan resep dan takarannya. Selain itu pengemasan produk keripik lele yang baik juga berpengaruh dalam penjualan olahan keripik lele.
Promosi Usaha Keripik Lele
Cara mempromosikan keripik lele ini dapat dengan cara menawarkan pada teman, tetangga, kerabat, menitipkan pada toko makanan, pasar dan tempat lainnya. Promosi yang meluas ini akan membuat produk keripik lele dikenal. Cara promosi dapat dengan membuat iklan dimedia elektronik. Selain itu membuat spanduk juga sangat tepat untuk mempromosikan produk keripik lele ini.
Strategi Usaha Keripik Lele
Supaya produk keripik lele diminati banyak kalangan maka buat keripik lele dengan cita rasa khas. Penampilan kemasan bisa menarik konsumen untuk membelinya. Jadi, buatlah kemasan  produk keripik lele yang unik dan berbeda dengan yang ada dipasaran. Jaga kualitas rasa keripik lele agar konsumen selalu ingat dengan rasa yang ditawarkan.

Mendalami Arti Pengembangan Produk Baru

Oleh: Hari Setiawan (@N38-HARI)

Pengembangan produk baru adalah suatu proses dari pencarian ide-ide untuk barang-barang dan pelayanan-pelayanan baru, dan mengubahnya menjadi tambahan lini produk yang berhasil secara komersil ( Darymple & Parsons, 2000, p. 219 ). Alasan dasar perusahaan mengembangkan produk baru adalah untuk menggantikan item-item yang telah kehilangan minat dari konsumen. Pengenalam item baru membantu meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi perusahaan

Berikut ini penjelasan pengembangan produk  dari beberapa tokoh:
1.      Assaury (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik sehingga dapat memberikan daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar.
2.      Guiltinan (1991) mengatakan bahwa pengembangan produk (product develpoment) adalah suatu kebutuhan dan keinginan yang selalu berubah mengakibatkan adanya segmen baru atau adanya persaingan dan perubahan teknologi.
3.      Sigit (1992) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan manufacturer ( pembuat barang ) atau middlemen ( perantara ) yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.
4.      Kotler dan Armstrong (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang.
               Keempat pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk adalah suatu usaha yang dilakukan perusahaan melalui perbaikan bentuk, penyederhanaan, pembentukan kembali, menambah desain atau model dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen atau pelanggan.                

Contohnya adalah perusahaan teh botol sosro yang semula hanya menjual teh dalam kemasan botol beling yang tidak convenient bagi sebagian orang. Lalu produk tersebut dikembangkan dengan membuat variasi kemasan yang lebih fleksibel agar konsumen dapat membawa dan menyimpan minumannya dengan lebih nyaman. Variasi kemasan dilakukan dengan memproduksi produk teh botol dalam kemasan kotak berbahan seperti karton yang tebal. Hal ini terbukti berhasil dan dapat masuk ke pasar sehingga konsumen tidak perlu direpotkan lagi dengan kemasan botol kaca yang tidak nyaman jika dibawa-bawa. Pengembangan produk adalah penting dilakukan mengingat tren dan kemajuan teknologi yang begerak dinamis secara terus-menerus. Agar dapat bertahan, perusahaan yang memproduksi produk tertentu harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan zaman. Pengembangan produk sebuah perusahaan adalah hasil dari kepekaan sebuah perusahaan terhadap perkembangan zaman dan kemajuan teknologi agar pasar dapat terus dijangkau.


Pengembangan Product Nasi Ayam Bakar Briyani


Oleh : Shela Wati Pratiwi (@N13-SHELA).

Assalamuallaikum Wr. Wb..

Nasi Ayam Bakar Briyani waw kedengaran dari nama nya aja udah enak ya buat pencinta nasi briyani nih kita kasih yang beda ya hehe ... nasi ayam bakar sendiri pun sudah sering banget ya kita dengar dan mungkin menjadi makanan khas daerah tertentu,mungkin bosen kalo nasi briyani dengan ayam goreng gitu aja , nah disini saya akan ganti dengan ayam bumbu kari, udah kebayang dong gimana bentuknya, biasa kalo nasi bakar paling kalo gak pakai nasi putih atau nasi goreng atau seperti nasi lemak terus di bakar kan terus di paduin dengan ayam goreng kalau gak sama ayam sambel dan ayam semur. 
Nah, di sini saya ingin mengembangkan product tersebut dengan di padukan dengan khasnya nasi Briyani yang kaya bumbu dan pastinya ada isian ayam nya dong, ngiler ya… ngiler ya hihihi.. untuk product yang akan saya kembangkan ini bertujuan untuk menambah cita rasa yang berbeda dari rasa yang ada sebelumnya  agar dapat menciptakan product yang di harapkan semoga product yang akan di kembangkan ini dapat di terima cita rasanya oleh masyarakat  dan banyak kalangan dari mana pun.. sekian dan terima kasih



Semoga artikel ini bermanfaat ya J

Wasalamuallaikum Wr.Wb..