![]() |
Gambar 1.1 Ruang lingkup pekerjaan survey dan pengukuran |
Email : ramadhinimulyatini@gmail.com
Survei Pemetaan merupakan sebuah ilmu, seni dan teknologi untuk menentuan posisi relatif, suatu titik di atas, atau di bawah permukaan bumi. Dalam arti yang lebih umum, survey (geomatik) dapat didefenisikan; sebuah disiplin ilmu yang meliputi semua metode untuk mengukur dan mengumpulkan informasi tentang fisik bumi dan lingkungan, pengolahan informasi, dan menyebarluaskan berbagai produk yang dihasilkan untuk berbagai kebutuhan.
Survei memiliki peran yang sangat penting sejak awal
peradaban manusia. Diawali dengan melakukan pengukuran dan menandai batas-batas
pada tanah-tanah pribadi. Dengan berlalunya waktu, kepentingan akan bidang
survei terus meningkat dengan meningkatnya permintaan untuk berbagai peta dan
jenis spasial terkait informasi lainnya dan memperluas kebutuhan untuk
menetapkan garis yang akurat dan untuk membantu proyek konstruksi. Pada saat
ini peran pengukuran dan pemantauan lingkungan kita menjadi semakin penting,
hal itu disebabkan semakin bertambahnya populasi manusia, semakin tingginya
harga sebidang tanah, sumber daya alam kita semakin berkurang, dan aktivitas
manusia yang menyebabkan menurunnya kualitas tanah, air, dan udara kita. Di
zaman modern seperti saat ini, dengan bantuan komputer dan teknologi satelit
surveyor dapat mengukur, memantau bumi dan sumber daya alam secara global.
Begitu banyak informasi yang telah tersedia untuk seperti; membuat keputusan
perencanaan, dan perumusan kebijakan dalam berbagai penggunaan lahan
pengembangan sumber daya, dan aplikasi pelestarian lingkungan. Dengan
meningkatnya kebutuhan akan jasa survey dan pemetaan, Ikatan Surveyor
Internasional (IFS) telah mengadopsi definisi berikut; “Surveyor adalah orang
yang professional dengan kualifikasi pendidikan dan keahlian teknis untuk
melakukan aktivitas satu, atau lebih, kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
· Untuk menentukan, mengukur dan mengetahui permukaan
tanah, benda tiga dimensi. Titik di lapangan, dan lintasan
· Untuk mengumpulkan dan menafsirkan kondisi permukan
tanah dan informasi geografis dan informasi ekonomi.
· Menggunakan informasi untuk perencanaan dan efisiensi
administrasi dan manajemen tanah, laut dan seluruh struktur.
· Untuk melaksanakan pembangunan perkotaan dan pedesaan
dan pengelolaan lahan
· Untuk melakukan penelitian dan pengembangan.
1.1. Manfaat Pekerjaan Survey dan Pemetaan
1.1.1 Peran Seorang Surveyor Seorang surveyor profesional
memiliki satu atau lebih kegiatan yang dilakukan di atas atau di bawah
permukaan tanah/ laut dan dapat dilakukan dalam hubungan dengan para profesional
lainnya. Berikut fungsi dari seorang surveyor di lapangan; Penentuan ukuran dan
bentuk bumi, pengukuran dari semua data yang diperlukan untuk menentukan
ukuran, posisi, bentuk, dan kontur pada setiap bagian bumi dan memantau setiap
perubahan.
1. Penentuan posisi objek/titik pada sebuah ruang dan waktu
serta posisi dan pemantauan bentuk fisik, struktur dan pekerjaan yang berada di
atas atau di bawah permukaan bumi
2. Pengembangan, pengujian dan kalibrasi sensor, peralatan
dan sistem untuk pekerjaan Survei
3. Perolehan dan penggunaan informasi tata ruang dari jarak
dekat, udara dan citra satelit dan proses-proses yang dapat dilakukan secara
otomatis.
4. Penentuan dari posisi batas-batas tanah masyarakat atau
pribadi, termasuk batas-batas nasional dan internasional, dan pendaftaran lahan
tersebut dengan pihak yang berwenang
5. Perencanaan dan pembentukan system informasi geografis
(GIS) suatu daerah dan mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, mengelola,
menampilkan dan menyebarkan data.
6. Menganalisis, menyajikan dan menggabungkan objek tata
ruang dan fenomena pada GIS, termasuk visualisasi dan komunikasi seperti data
dalam peta, model dan perangkat mobile digital
7. Studi tentang lingkungan alam dan sosial, pengukuran tanah
dan sumber daya alam laut. Penggunaan data tersebut berguna untuk perencanaan
pembangunan di perkotaan, daerah pedesaan dan regional.
8. Perencanaan, pengembangan dan pembangunan kembali sebuah
kawasan seperti; perkotaan, pedesaa, maupun perumahan.
9. Pengkajian nilai dan pengelolaan sebuah kawasan seperti;
perkotaan, pedesaa, maupun perumahan.
10.Perencanaan, pengukuran dan pengelolaan pada pekerjaan
konstruksi, termasuk rencana anggaran biaya. Dalam melaksanakan tugas diatas,
surveyor harus mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, lingkungan, dan sosial
yang relevan sehingga proyek tetap berjalan secara normal. Pekerjaan mengukur
tanah dan pemetaan (Survei dan pemetaan) meliputi pengambilan/ pemindahan
datadata dari lapangan ke peta atau sebaliknya. Pengukuran yang akan dipelajari
dibagi bagi dalam pengukuran mendatar dari titik titik yang terletak diatas
permukaaan bumi , dan pengukuran tegak guna mendapatkan beda tinggi antara
titik titik yang diukur diatas permukaan bumi yang tidak beraturan ,yang pada
akhirnya dapat digambar diatas bidang datar (Peta). Ilmu ukur tanah merupakan
ilmu sebagai dasar dalam melaksanakan pekerjaan survey atau ukur mengukur
tanah.Dalam bidang teknik sipil, meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk semua
proyek pembangunan, seperti perencanaan dan pembuatan gedung, jembatan, jalan,
saluran irigasi. Sedangkan dalam bidang pertanian untuk perncanaan proyek
seperti : pembukaan lahan baru, saluran irigasi dll.
Secara umum tujuan pekerjaan survey adalah untuk :
1. Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan
bumi
2. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang
berbeda diatas atau dibawah suatu bidang yang berpedoman pada bidang permukaan
air laut tenang
3. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta
luasnya
4. Menentukan panjang, arah dan posisi dari suatu garisyang
terdapat diatas permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu areal tertentu.
1.2. Manfaat pekerjaan survei dan pemetaan yang ditemui dalam
kehidupan 1.2.1. Pengukuran untuk mencari luas tanah Luas tanah sangat diperlukan
untuk keperluan jual beli, penentuan pajak, dan untuk perencanaan pengembangan
daerah, rencana jalan, rencana pengairan dan rencana transmigrasi
1.2.2. Pengukuran untuk mengetahui beda tinggi tanah Sebelum
suatu bangunan didirikan , maka terlebih dahulu harus diketahui tinggi
permukaan tanah dan rencana meratakan tanahnya sehingga dapat dihitung seberapa
tanah yang gigali dan berapa banyak urugan yang diperlukan serta untuk
menentukan peil suatu bangunan yang akan dibangunan untuk pedoman ketinggian lantai
dan sebagainya.Untuk memberi petunjuk berapa jauh antara tempat A ke tempat B
maka kita harus membuat sket jalan dari tempat A ke tempat B. Gambar sket
tersebut walaupun tidak sempurna dinamakan peta. Untuk praktisnya pemerintah
mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten , propinsi bahkan setiap Negara
mempunyai ganbar daerahnya yang disebut peta. Peta tersebut harus digambar
berdasarkan hasil pengukuran tanah, baik pengukuran secara teoritis maupun
secara fotogrametrik.
1.2.3. Pengukuran untuk merencanakan bangunan Bila akan
mendirikan rumah , maka harus ada ijin bangunan dari dinas pertanahan atau
dinas pekerjaan umum. Pada setiap rencana pembangunan daerah , pembuatan jalan,
rencana irigasi terlebih dahulu tanah yang akan dibangunan harus diukur dan
disahkan oleh pemerintah daerah. Disamping hal tersebut pekerjaan ukur tanah
merupakan hal sangat penting dalam merencana bangunan karena dapat memudahkan
menghitung rencana biaya. 1.3. Survei – Survei Khusus Banyak jenis survei yang
begitu khusus sehingga seseorang yang mahir dalam disiplin ilmu tertentu
mungkin memiliki sedikit hubungan dengan disiplin ilmu yang lain. seseorang
yang berkarir di dunia survei dan pemetaan, bagaimanapun harus memiliki
pengetahuan dalam setiap tahap, karena semua terkait erat dalam praktek modern.
Beberapa klasifikasi penting dijelaskan secara singkat di sini.
· Survei Titik Kontrol membangun jaringan monumen
horisontal dan vertikal yang berfungsi sebagai kerangka acuan untuk memulai
survei lainnya. Banyak survei titik kontrol yang dilakukan saat ini dilakukan
dengan menggunakan teknik geodesi satelit.
· Survei topografi menentukan lokasi fitur alami dan
buatan atau untuk peningkatan informasi yang digunakan dalam pembuatan peta.
· Survey pertanahan atau batas tanah dan survey
kadaster menetapkan garis wilayah dan sudut – sudut wilayah. Istilah kadaster
sekarang umumnya diterapkan pada survei sistem pertanahan umum . Ada tiga
kategori utama : survei awal untuk membangun sudut bagian baru di daerah yang
belum dilakukan survei, contohnya yang masih terjadi di Alaska dan beberapa
negara barat , survei retracement untuk memulihkan batasan-batasan yang
ditetapkan sebelumnya, dan survei subdivisi untuk membangun monumen dan
menggambarkan paket baru kepemilikan . survei Kondominium , survey yang
memberikan catatan hukum kepemilikan. .
· Survei hidrografi mendefinisikan
garis pantai dan kedalaman danau, sungai , lautan , waduk , dan badan air
lainnya . Sea survei dikaitkan dengan port dan industri lepas pantai dan
lingkungan laut , termasuk pengukuran dan investigasi kelautan yang dibuat oleh
personel shipborne .
Gambar 1.2 Survei
Hidrografi
Karena
dengan banyaknya kebutuhan akan Survey dan Pemetaan di Indonesia, kami DewiRent
menyewakan berbagai alat Survey dan Pemetaan dengan harga yang terjangkau dan
kualitas yang baik.
Info lebih
lanjut hubungi
Dewi +62 813
1941 9940
Email : ramadhinimulyatini@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar