Perkembangan Industri Dunia saat ini telah memasuki era baru
yaitu tahapan Revolusi Industri 4 atau pada zaman now lebih sering kita dengar
dengan Industri 4.0 , Pertama kali konsep ini berasal dari sebuah proyek
strategis pemerintah Jerman dalam pemanfaatan teknologi canggih system
komputerisasi di bidang manufacturing.
Presentasi Industri 4.0 pertama kali dipublikasikan pada event
Hannover Fair tahun 2011. Kemudian pada bulan Oktober 2012, Tim Kerja Industry
4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal
Jerman. Anggota kelompok Tim kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri
dan perintis Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0
Konsep Industri 4.0
Era Industri 4.0 ini merupakan konsep baru dari Jerman untuk
mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan system informasi dalam mata
rantai produksi mulai dari lini awal disain produk, proses produksi,
pendistribusian, pelayanan (after sales) hingga perbaikan produk (updating).
Konsep dari Industri 4.0 ini bertujuan untuk meningkatkan
produktivitas fabrikasi dengan mengurangi waktu proses produksi, pemasaran,
pendistribusian sehingga meningkatkan efisiensi serta menekan biaya secara
keseluruhan.
Terdapat empat prinsip kerja dalam Industri 4.0. Prinsip-prinsip
ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan
skenario-skenario Industri 4.0.
4 Pilar Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0
Industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu Big Data,
Internet of Things, Internet of Services dan Cyber Security.
1. Internet of Things
Merupakan peningkatan Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan
manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain melalui
jaringan cyber – Internet of
Things (IoT).
2. Big Data
Peningkatan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan
data fisik secara digital dengan memadukan data-data digital dengan data
sensor, dan data lainnya yang terkait. Proses ini mengumpukan data mentah dan
selanjutnya akan di proses agar menghasilkan informasi data yang lebih
kompleks.
3. Technical assistance
Yang pertama adalah peningkatan kemampuan sistem bantuan untuk
membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara
menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah secara
lebih cepat dan akurat.
Kedua, kemampuan sistem siber-fisik (robotik) untuk membantu
manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang beresiko, terlalu
berat, atau tidak aman bagi manusia.
4. Artificial Intelligence
Ada beberapa pengertian dari Artificial
Intelligence atau kecerdasan buatan ini :
“Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan
penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer
untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas” – H.
A. Simon (1987)
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana
membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih
baik dari manusia” – Rich and Knight (1991)
“Bagian dari ilmu
komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan
pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik
daripada yang dilakukan manusia” – Idhawati Hestiningsih
Dari beberapa definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa AI (Artificial Intelligence) / kecerdasan buatan merupakan sebuah
teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia.
Secara sederhananya kuranglebihnya, sebuah instruksi pintar yang
diberikan kepada program maupun mesin sehingga si komputer atau mesin dapat
mengumpulkan data, mempelajari kebiasaan, dan kemudian dapat mengambil
keputusan sendiri.
Revolusi Industri

Revolusi Industri 4.0
Fourth Industrial Revolution – Industri 4.0 yang mulai menyebar
di seluruh penjuru dunia saat ini akan terjadi fenomena massal rontoknya kelas
menengah atas diseluruh dunia. Diprediksi akan akan banyak perusahaan-perusahan
besar gulung tikar.
Revolusi industri keempat merupakan era digital ketika semua
mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi ini akan
membawa dampak perubahan besar di masyarakat.
Contoh kasus, televisi yang selama ini menjadi satu-satunya
media hiburan dan informasi perlahan mulai ditinggalkan.
Sebaliknya banyak masyarakat (publik) yang justru beralih ke
kanal media sosial (facebook, youtube,
Instagram, dll). Baik dalam beriklan produk, mencari informasi, hiburan dan
lain-lain.
Perebutan konsumen antara taksi konvesional, ojek, transportasi
umum dengan Taksi dan ojek online adalah soal kasus lainnya, dimana perubahan
alur pemesanan konsumen transportasi dari menelpon via operator taksi, diambil
alih oleh system jaringan cyber sehingga konsumen dapat langsung berinteraksi
dengan pengemudi taksi online atau ojek online.
Inilah gejala baru revolusi industri keempat.
Dalam era yang baru, persaingan semakin keras. Pengusaha
nasional Chairul Tanjung menyebut the winner takes all, pemenang mengambil
semuanya. Jadi akan banyak yang tergilas.
Dengan era teknologi ini, ada fenomena yang perlu diperhatikan.
The winner takes all, pemenang selalu mengambil keseluruhan pasar.
Di ranah cyber sendiri Google bisa mengambil alih hampir
keseluruhan pasar dari Yahoo, yang notabene lebih dahulu exist didunia maya.
Berkat teknologi Artificial Intelligence yang diterapkan pada
google, sehingga mesin pencari google dapat mengumpulkan data, mempelajari dan
menyajikan pengalaman yang lebih baik untuk penggunanya.
Revolusi Industri adalah ketika kemajuan teknologi yang besar
disertai dengan perubahan sosial ekonomi dan budaya yang signifikan.
Pada revolusi industri pertama, dari akhir 1700 sampai
pertengahan 1800an, menandai transisi dari pembuatan barang menggunakan tangan
dengan beralih ke mesin. Dimulai di Inggris dan diadopsi di Belgia, Prancis, AS
dan menjalar ke negara-negara lain.
Hal itu dimungkinkan dengan memanfaatkan tenaga air dan uap.
Selanjutnya pengembangan peralatan mesin dan pabrik, yang menyebabkan perubahan
besar-besaran. Yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara revolusi industri kedua dimulai pada akhir 1800-an.
Sebagian besar sebagai hasil dari penemuan listrik. Diantaranya era produksi
massal dan jalur perakitan. Penyebaran teknologi yang luas seperti
transportasi, telegraf, kereta api, gas dan air. Situasi ini menimbulkan
pergerakan manusia dan informasi tidak seperti sebelumnya.
Sementara itu, revolusi industri ketiga muncul saat pengenalan
komputer dan elektronik digital lainnya di tahun 1950an. Di antara perubahan
kunci adalah otomasi, yang menyebabkan kenaikan fabrikasi bagi Cina.
Tugas dan keterampilan skill tak lagi menjadi primadona, ketika
perakitan, diserahkan ke mesin. Dari sudut pandang konsumen dan budaya, era ini
sering teridentifikasi dengan perubahan mendalam akibat diperkenalkannya
televisi dan komputer pribadi.
Pada setiap tahapan revolusi industri ini memiliki dampak sosial
ekonomi dan budaya yang besar, beberapa baik, beberapa buruk.
Kebutuhan dasar, seperti makanan dan pakaian, menjadi lebih
tersedia. Perdagangan meningkat. Populasi melonjak saat orang berpindah dari
daerah pedesaan ke kota.
Pada saat yang sama, polusi yang lebih banyak menyebabkan
konsekuensi kesehatan yang serius, dan kondisi perburuhan yang tidak aman
mengakibatkan keresahan pekerja.
Negara-negara yang mempelopori revolusi industri pertama
mendominasi yang kedua juga. Peran Amerika yang kuat membantu AS menjadi
pemimpin global di bidang manufaktur, yang menjadikan ekonomi terbesar di dunia
pada tahun 1913.
Selama revolusi ketiga, AS mulai menyerahkan peran pabrikan
utamanya ke Cina karena perusahaan perusahaan di Cina menginvestasikan mesin
produksi dan pendidikan industri dan memberikan kebijakan perdagangan yang
murah.
Pada saat ini era itu mulai tergerus dengan lahirnya era digital
yang menjadi penanda era globalisasi gelombang ketiga, dengan meletusnya
revolusi industri keempat.
Era Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0
Pada revolusi industri 4.0 pada perkembangannya akan banyak yang
menekankan kepada kemampuan Artificial Inteligence yang mampu menggerakkan
robot-robot yang “lebih pintar” dan “tidak pernah mengeluh” sehingga banyak
pekerjaan yang dikerjakan tenaga manusia digantikan dengan yang lebih murah,
efisien dan berkualitas lebih tinggi.
Sebagai contoh apabila tadi diatas terjadi kegaduhan antara
manusia dengan manusia ( supir taksi konvensional, supir angkot dengan supir
taksi online ) maka ke depannya supir supir ini akan tergerus oleh mobil otonom
yang dapat berjalan tanpa perlu supir.
Para pekerja dipabrik akan tergerus oleh robot – robot yang
dapat melakukan produksi secara terus menerus tanpa pernah mengeluh dan lebih
efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar